Sabtu, 10 Desember 2022
Langkah Brasil dan Belanda Terhenti di Perempat Final Piala Dunia 2022 | KPK Korek Keterangan Tiga Saksi soal Aliran Suap untuk Eks Kakanwil BPN Riau | Ledakan Tambang Sawahlunto Total 10 Orang Tewas | | Cabuli Balita, Kakek Usia 67 Tahun Dicokok Polsek Siak Hulu | Ketua KI: PHR Wajib Berikan Hak Informasi Masyarakat Riau
 
Kesehatan
Diskes: Stok Vaksin Meningitis Riau Kosong, Permintaan Sudah Diajukan ke Kemenkes

Kesehatan - - Jumat, 23/09/2022 - 20:11:29 WIB
Kartu vaksin miningitis (ilustrasi)
TERKAIT:
   
 

SULUHRIAU, Pekanbaru-  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin mengakui bahwa saat ini stok Vaksin Meningitis di Provinsi Riau kosong.

"Persediaan sekarang di instalasi farmasi sedang kosong," kata Zainal saat dikonfirmasi, Jumat (23/9/2022).

Ia mengatakan, bahwa pihaknya sudah meminta kepada Kementrian Kesehatan RI dengan mengajukan surat permintaan.

"Kita sudah meminta ke Kementrian. Sudah ajukan surat. Mungkin sekarang barangkali yang tersedia di Kantor Kesehatan Pelabuhan. Kalau persediaam kita saat ini lagi kosong di instalasi farmasi provinsi," cakapnya lagi.

Ia berharap semoga pada pekan depan, stok Vaksin Meningitis untuk Riau sudah tiba di Provinsi Riau.

"Mudah- mudahan segera sampai," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, kelangkaan Vaksin Meningitis tidak saja terjadi di Jawa atau luar Sumatera, di Riau pun terjadi hal yang sama. Alhasil, dampak kelangkaan ini membuat keberangkatan jamaah umrah ke Tanah Suci terhambat.

Baik kalangan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) maupun para jamaah, sama - sama mengeluhkan kelangkaan vaksin meningitis yang terjadi saat ini. Sebagian jamaah asal Pekanbaru mesti mencari vaksin jauh-jauh seperti ke Tembilahan dan Dumai.

Bahkan beberapa jamaah menghadapi kendala serius saat keberangkatan dikarenakan bagi yang tidak memiliki kartu Vaksin Menginitis, maka akan ditahan saat keberangkatan di pelabuhan maupun bandara.

"Benar, bisa jadi langka tidak tersedia atau dampak dari terbatasnya layanan yang diberikan. Seperti kita ketahui KKP Pekanbaru hanya melayani 100 jamaah yang akan vaksin, sementara permintaan tinggi," ujar Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Riau Junaidi, Jumat (23/9/2022).

Dikatakannya, pembatasan layanan 100 orang per hari dengan sistem pendaftaran online cukup mempengaruhi. Pasalnya, yang mendaftar online itu bukan berdasarkan prioritas siapa yang akan berangkat lebih dulu.

Dengan kata lain, bagi yang akan berangkat umrah dalam waktu dekat dan belum vaksin, sementara slot vaksin sudah penuh sampai 20 Oktober nanti maka jamaah tersebut akan panik.

"Kalau tidak salah slotnya sudah penuh sampai tangga; 17 atau 20 Oktober. Nah, sekarang ada jamaah yang akan berangkat tanggal 10 misalnya, maka akan pontang-panting mencari slot yang kosong seperti ke Tembilahan. Kalau orang tua yang sudah berumur, kan kita kasihan. Beberapa hari yang lalu di Dumai juga kendala, karena belum vaksin. Kita berharap pemerintah dan otoritas berwenang memperhatikan ini," ungkap Junaidi.

Terpisah, staf Muhibbah Travel Ezi juga mengatakan hal yang sama terkait kendala terbatasnya layanan vaksin. Menurutnya, beberapa jamaah terpaksa harus mencari vaksin manginitis ke daerah lain yang sangat jauh.

"Iya, karena kan slot perharinya terbatas. Sementara saat ini permintaan untuk keberangkatan umrah terus bertambah," sebut Ezi dikutip dari cakaplah. (src)





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved