Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Sosial Budaya
KOLOM
Keputusan dan Kebijaksanaan
Senin, 14 Maret 2022 - 21:29:52 WIB
H Abdul Wahid, S.Ag, M.I.KOM

“KEPUTUSAN dibuat untuk memecahkan masalah, bukan sebaliknya, memunculkan masalah baru.  Untuk itu bukan sekedar keputusan tapi  kebijaksanaan”

Dalam usaha memecahkan masalah, pemecahan masalah mungkin membuat banyak keputusan. Keputusan merupakan rangkaian tindakan yang perlu diikuti dalam memecahkan masalah untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif, atau untuk memanfaatkan kesempatan. Pengambilan keputusan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi individu maupun organisasi.

Mengambil keputusan kadang-kadang mudah tetapi lebih sering sulit sekali. Kemudahan atau kesulitan mengambil keputusan tergantung pada banyaknya alternatif yang tersedia.

Semakin banyak alternatif yang tersedia, kita akan semakin sulit dalam mengambil keputusan. Keputusan yang diambil memiliki tingkat yang berbeda-beda.

Ada keputusan yang tidak terlalu berpengaruh terhadap organisasi, tetapi ada keputusan yang dapat menentukan kelangsungan hidup organisasi. Oleh karena itu, handaknya mengambil keputusan dengan hati-hati dan bijaksana. Secara kualitas individua ada tiga faktor yang mempengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan.

Akal Pikiran atau Kecerdasan
Akal merupakan naluri manusia, alat manusia untuk menganalisis dan mengambil keputusan terhadap suatu masalah yang dimilikinya.

Proses untuk menganalisis dan mengambil keputusan tersebut disebut berpikir. Jadi, manusia menggunakan akal untuk berpikir kemudian bertindak sesuai dengan implikasi dari proses berpikir tersebut. Proses manusia berpikir seringkali melibatkan emosi tertentu dan pengetahuan serta pengalaman-pengalaman yang berkaitan agar mendapatkan keputusan terbaik dan melakukan tindakan yang benar.

Sedangkan kecerdasan merupakan perkembangan dari akal dan pikiran yang meliputi tingkah laku, cara berbicara, sikap dan sifat, cara pandang terhadap sesuatu, cara memecahkan masalah dll. Semakin bagus manusia menggunakan akal dan pikirannya dalam bertindak maka semakin bagus pula kecerdasannya.

Hati Nurani atau Rasional
Hati nurani dapat didefinisikan sebagai bagian dari jiwa manusia yang menyebabkan penderitaan mental dan perasaan bersalah saat menentang dan perasaan senang dan damai sejahtera saat tindakan, pikiran dan perkataan sesuai dengan sistem nilai yang dianut. Hati nurani bereaksi saat tindakan, perbuatan dan perkataan seseorang tidak sesuai , atau bertentangan dengan, sebuah standar mengenai benar dan salah.

Hati nurani adalah suatu proses kognitif yang menghasilkan perasaan dan pengaitan secara rasional berdasarkan pandangan moral atau sistem nilai seseorang. Hati nurani berbeda dengan emosi atau pikiran yang muncul akibat persepsi indrawi atau refleks secara langsung. seperti misalnya tanggapan sistem saraf simpatis.

Hati Nurani atau suara hati berperan terutama saat kita mau mengambil sebuah keputusan. Ia dapat didefinisikan sebagai suatu kesadaran moral seseorang dalam situasi yang konkret.

Artinya, dalam menghadapi berbagai peristiwa dalam hidup kita, ada semacam suara dalam hati kita untuk menentukan apa yang seharusnya dilakukan dan menuntut kita bagaimana merespon kejadian tersebut.

Suara hati yang baik, dapat menjadi kompas moral dan menuntun kita menjadi pribadi yang berperilaku positif.
 
Hawa Nafsu atau Emosional
Dalam bahasa Melayu, 'nafsu' bermakna harapan, kecenderungan atau dorongan hati yang kuat. Jika ditambah dengan kata hawa (=hawa nafsu), biasanya dikaitkan dengan dorongan hati yang kuat untuk memperagakan perkara yang tidak adun. Adakalanya bermakna selera, jika dihubungkan dengan konsumsi.

Sebenarnya setiap orang diciptakan dengan potensi diri yang luar biasa, tetapi hawa nafsu bisa menghambat potensi itu muncul kepermukaan. Potensi yang dimaksud di sini adalah potensi untuk menciptakan keadilan, ketenteraman, keamanan, kesejahteraan, persatuan dan hal-hal lain. Namun karena hambatan nafsu yang benar pada diri seseorang potensi-potensi tadi tidak bisa muncul kepermukan (dalam realita kehidupan).

Namun dalam mengambil keputusan dari pengaruh tiga faktor tersebut, harapan buahnya adalah Kebijaksanaan. Hal ini penting dimiliki semua orang, tanpa kecuali.

Kebijaksanaan menuntun kita bertindak lebih tenang sehingga keharmonisan dalam masyarakat menjadi terjaga. Dengan begitu, kedamaian dalam kehidupan individu, masyarakat, dan dunia ini akan lebih mudah tercapai. Penelitian Sahrani dkk (2014) menghasilkan temuan bahwa orang yang bijaksana itu selalu melakukan refleksi terhadap pengalaman hidup sulitnya.
Menurut Baltes dan Staudinger (2000), orang dapat menjadi bijaksana bila memiliki beberapa faktor: umum, khusus, dan tambahan.

Faktor umum antara lain adanya kemampuan umum/inteligensi yang memadai untuk memecahkan atau mencari solusi masalah, adanya kesehatan mental, keterbukaan terhadap hal atau pengalaman baru, kematangan emosi.

Semoga apapun keputusan yang diambil Sang Pengambil Keputusan, adalah sebuah kebijaksanaan, bukan sekedar mengandalkan kecerdasan, Hati Nurani, apatah lagi hanya memperturutkan hawa nafsu.  

Penulis: Kepala Subbag Tata Usaha Kemenag Kota Pekanbaru [Isi tulisan sepenuhnya tanggungjawab penulis]



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat