Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Ekbis
Ironi Daerah Kaya Penghasil Sawit, Warga: Sungguh Susah untuk Mendapat Minyak Goreng
Senin, 14 Maret 2022 - 14:32:01 WIB
Antrean minyak goreng di salah satu ritel grosir di Pekanbaru. (Foto: suluhriau.com)

SULUHRIAU, Pekanbaru- Sumpah sarapah dan kata keluh kesah keluar dari mulut warga saat harus antre mendapat minyak goreng.

Pandangan ini terjadi di salah satu toko grosir di Pekanbaru, Riau, Senin, (14/3/2022).

Sejak pagi warga mulai antre untuk mendapatkan minyak dengan harga Rp14.000 per liter. Selain antre untuk masuk ke ritel grosir itu untuk membeli minyak, juga warga antre untuk membuat kartu member konsumen, salah satu tujuannya untuk memudahkan mendapat minyak.

Salah seorang warga Rahma (39) tak sanggup menahan kecewa, mulutnya terus menceracau tak tahu siapa yang nak mau disalahkan. "Coba ini lihat, kartu antrean saya hampir 100 ini katanya", sambil bersungut-sungut memegang kartu antrean duduk menunggu di atas tembok gedung grosir itu.

"Katanya daerah  Riau ini di bawah minyak di atas minyak.  Itu mungkin betul, ditandai dengan luasnya kebun sawit. Minyak goreng salah satu produk hilir sawit. Tapi apa, kok seperti ini, siapa biang kerok terjadinya seperti ini, "kata Rahmah Alumni Universitas Riau.

Rahma tidak sendirian, Masri (48) seorang pedagang nasi wuduk, juga berkeluh kesah, pria yang sudah dua warna rambutnya ini mengaku, baru kali ini mencari minyak goreng bukan main susahnya. Tapi, kalau kita dengar cakap pemerintah, seperti tak ada masalah. "Ada apa ini," tanyanya, Senin, (14/3/2022) saat antre.

Tak sampai di situ, begitu giliran masuk, lebih kecewa lagi, seyogianya bisa membeli masing-masing satu kemesan dari beberapa merk, justru yang tersedia  saat itu hanya dua merk saja, satu merk minyak juga tak begitu familier oleh konsumen. Artinya masyarakat hanya bisa membeli dua kemasan maksimal dari dua merk minyak yang berbeda.

"Ampun-ampun, panas-panas, beginilah kiranya pemerintah sekarang ya," ceplos Mimi (42).

Hiruk pikuk dari keluh kesah dan bermacam cakap konsumen itu, tak ada yang peduli. Karyawan grosir pun menjawab seadanya. "Memang hanya minyak ini yang ada, mau bagiamana lagi," katanya.

Seorang petugas di grosir itu, juga mengatakan, tadinya ada sejumlah merk. "Tapi sudah habis terjual. Maka hanya itu yang tersisa," katanya.

Sementara itu, Kadisperidag Provinsi Riau Taufiq OH, sebelumnya mengatakan, pihaknya melalui petugas pengawasan pangan sudah mengontrol ke lapangan. Hasilnya, harga minyak diakui masih ada yang menerapkan di atas Rp14.000 per liternya.

Namun, Taufiq meminta agar tidak panic buying lalu memborong minyak, sebab katanya hal itu akan memperkeruh suasana.

Taufiq pun mengaku, ketersediaan minyak dan kebijakan harga itu tidak diputuskan pemerintah daerah, melainkan kebijakan pemerintah pusat.

Ironis memang, statement dari berbaga pihak pemerintah pusat di media, seperti di televisi dan media lainnya serta saluran informasi lain menyebut, persoalan minyak goreng ini sudah diatasi.

Tak ada Kelangkaan

Pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim stok minyak goreng sangat melimpah di dalam negeri, sehingga tak ada lagi istilah kelangkaan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan, sesumbar stok minyak goreng sangat cukup hingga Lebaran nanti. Stok minyak goreng tersedia di mana-mana, baik pasar tradisional maupun ritel modern.

"Kami pastikan stok aman. Tidak ada kelangkaan (minyak goreng) saat Lebaran. Dari pantauan kami secara nasional, ketersediaan minyak goreng sudah bagus. Di ritel-ritel juga sudah banyak," ujar Oke dilansir kompas.com Rabu (9/3/2022).

Dia bilang, mengingat stoknya yang dianggap sudah melimpah, rakyat tak perlu khawatir tidak mendapatkan pasokan minyak goreng.

"Enggak kayak dulu lagi kosong berhari-hari. Pantauan kami di pasar-pasar harganya sudah turun. Yang kemasan sederhana Rp 15.000 per liter, curah Rp 13.000 per kilogram" ucap Oke.

Kenapa minyak goreng curah di pasar Rp 13.000 per kilogram? Harga segitu karena pedagang jualnya ukuran kilogram bukan liter. Kalau liter Rp 11.500. Sementara kilogram itu Rp 12.800, tapi mereka pas kan ke Rp 13.000 itu enggak masalah," kata Oke lagi.

Meski demikian kata pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, realita di lapangan menunjukan sebaliknya.

Di jaringan minimarket, sejak beberapa pekan terakhir, sangat sulit menemukan minyak goreng program pemerintah. Harganya juga di atas program pemerintah ini. Itupun, kalau ada. Sering juga rak minyak goreng di super market dan mini market itu kosong.  Entahlah. (sr3)




 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat