Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Metropolis
Masih Ada Jalan di Pekanbaru Seperti Ini, Apatah Lagi Jalan di Sejumlah Daerah di Riau
Senin, 14 Februari 2022 - 13:37:39 WIB
Kondisi Jalan Torganda/Purnamasari Parit Indah, Kecamatan Simpang Tiga, Kota Pekanbaru yang tak tersentuh aspal.

SULUHRIAU, Pekanbaru-Permasalahan infrastruktur jalan, khusunya di Pekanbaru dan Riau umumnya kerap menjadi sorotan.

Jangankan nun jauh di pelosok desa, di Pekanbaru, ibu kota provinsi saja,  tidak semua jalan mulus beraspal atau semenisasi, melainkan masih ada jalan tanah, becek dan berlumpur ketika diguyur hujan.

Seperti Jalan Torganda (Purnamasari) Parit Indah, Kecamatan Simpang Tiga, Kota Pekanbaru, hanya berjarak sekitar 1 km dari jalan protokol atau Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru.

Ruas jalan sekitar sepanjang 2 km itu nyaris tak tersentuh perbaikan.
Kondisi tersebut tentu saja keluhan warga, karena  setelah bertahun-tahun kondisi itu, belum juga ada  respon pemerintah daerah baik Pemko Pekanbaru maupun Pemprov Riau untuk perbaikan jalan tersebut.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat kepada wartawan mengatakan, jangankan aspal,  sebutir kerikil pun tak pernah 'singgah' diantarkan pemerintah di jalan itu.

''Sudah bosan juga kita mendengar ceritanya, pada intinya, kawasan ini tak tersentuh pembangunan,'' kata Ali Sabtu, (12/2/2022).

Dia menjelaskan, Jalan Torganda/Purnamasari ini sudah ada sejak tahun 1980-an. Namun, pemerintah tak kunjung membantu untuk melakukan pengerasan konon lagi melakukan pengaspalan.

''Kalau alasan tak bisa membangun itu bisa macam-macamlah. Kalau diusulkan, sudah selalu dalam Musrenbang Kota Pekanbaru, tapi tak kunjung terwujud,'' kata dia.

Ali menjelaskan, jalan sepanjang 2 kilometer ini sangat tidak layak masih ada di tengah pesatnya pembangunan di Kota Pekanbaru. Tak jauh dari jalan protokol ibu kota provinsi ini.

''Ya, kalau di tempat lain, banjir sedikit saja sudah ribut, kalau di tempat kita, tiap hari masyarakat makan debu kalau panas dan kalau hujan sampai jatuh berlumur lumpur,'' keluh dia.

Itu bukan hal aneh bagi warga setempat. Karena hanya ruas jalan itulah satu-satunya akses jalan warga untuk keluar masuk.

''Ya, kita kerja, pagi kadang hujan, kalau sudah begitu, jalan ini sangat licin. Kalau hujan lebat, jalan ini seperti kubangan kerbau. Jika sudah terpeleset, semua baju kerja kotor, belum lagi banyak warga cidera,'' ungkap warga lainnya, Rio.

''Kami meminta, kepada pemerintah, perhatikanlah masyarakat di Jalan Torganda ini. Sungguh ironis nasib kami di sini, di Pekanbaru, tapi kondisi jalannya lebih parah dibandingkan jalan ke kampung bahkan dusun-dusun. Padahal jarak kami hanya 7 menit ke Jalan Sudirman itu,'' katanya.

Kondisi jalan ini memang sungguh memprihatinkan, karena hanya ditimbun tanah liat merah. Tak jarang, untuk mensiasati supaya tidak rusak parah selepas hujan, warga gotong royong dan saling sumbang membeli tanah timbun maupun batu pecah sisa bangunan agar jalan tidak licin.

Begitu juga dengan jembatan di dalam kawasan itu yang terus mengalami penurunan tanah, sudah beberapa kali dilakukan pengecoran oleh warga dengan cara swadaya agar bisa dilalui.

Belum lagi lampu jalan yang nyaris tidak ada dan akhirnya harus dibeli secara tanggung renteng warga.

''Kalau tak ada lampu, tak ada yang berani masuk ke jalan ini malam hari. Gelap gulita, kanan kirinya semak belukar. Padalah lebar jalan ini sekitar 6 meter. Karena tak ingin terjadi hal yang tidak baik, akhirnya kami inisiatif membeli lampu jalan di sepanjang jalan ini," jelasnya.

''Tapi namanya masyarakat, berapalah kekuatannya. Karena itulah, kami minta perhatian dan kepedulian. Mau Wali kota, mau Gubernur, terserahlah, perhatikan juga nasib kami ini,'' harap mereka.

Sementara itu, di Kabupaten Kuansing, jalan rusak parah hampir seperti ini terjadi di Jalan lingkar yang menghubungkan Rawang Ogung-Teratak Jering, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi.

Tidak tanggung-tanggung, jalan itu sangat susah dilalui kendaraan, apalagi dalam kondisi hujan, jalan itu becek,  berair dan berlumpur. Kondisi jalan bak kubangan.

Informasi lapangan dari kontributor media, jalan yang rusak tersebut sepanjang sekitar 500 meter.
Menurut salah seorang warga setempat, kondisi jalan seperti ini sudah hampir setahun. Sementara, jalan tersebut sangat penting bagi masyarakat menjalani  aktivitas sehari-hari.

Kondisi jalan bertambah parah karena saat ini sering hujan. Di sisi jalan juga tidak memiliki drainase.

Namun, Plt Bupati Kuansing Sihardiman Amby, sudah menginstruksikan kepada PUPR Kuansing agar jalan itu segera diperbaiki tahun ini. (*)

Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat