Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Kolom
Pancasila di Tengah Kepungan Ideologi Komunis yang Seksi
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 06:31:09 WIB
Rakkay Guntur pembubaran PKI pada 1965.

SULUHRIAU- Komunisme  adalah sebuah ideologi baik ideologi dalam bidang politik maupun dalam bidang ekonomi.

Tapi kalau hari ini ideologi komunisme tersebut tampak lebih menonjol  dalam bidang politik di mana kekuasaan  dipusatkan dan terpusat pada salah satu partai saja seperti Partai Komunis China (PKC).

Di sana segala hal yang menyangkut kehidupan politik diatur dan dikendalikan oleh segelintir orang saja yang duduk dalam elit atau politbiro partai.

Tapi dalam bidang ekonomi, China memang sudah  meliberalisasikan dirinya dengan mengakui kepemilikan dan hak-hak pribadi serta memberikan kebebasan yang cukup luas kepada para pelaku pasar untuk bersaing. Alhasil, di China saat ini sangat  banyak bermunculan orang2 kaya baru seperti jackma dll. Tetapi sudah mucul berbagai orang kaya. Dan kekayaan mereka pun diakui dan dilindungi  oleh negara padahal komunisme itu berazaskan pada jargon: Sama Rata dan Sama Rasa.

Namun, meski banyak yang sudah warga China yang kaya raya, jangan sekali-kali mereka  mencoba untuk  melakukan hal-hal yang terkesan  menentang kebijakan pemerintah. Dan kalau mereka nekad melakukannya maka dia secara politik  bersiko menghadapi persoalan sangat besar.

Jadi dengan demikian sebenarnya  idiologi komunisme dalam bidang ekonomi itu sampai kini masih dan nyata di China. Sebab, di sana pemerintah secara makro ekonomi masih memainkan peranan yang sangat dominan di dalam menentukan arah dan warna terhadap pasar dan para pelakunya.

Memang, dengan komunisme gaya baru ini China tampak sangat berhasil dalam membuat dunia terpesona. Ini karena China telah berhasil menjadikan dirinya ----dari perspektif PDB-- menjadi salah satu dari dua raksasa ekonomi dunia di samping Amerika Serikat.

Hal tersebut tentu saja telah membuat idiologi komunisme sekarang ini  menjadi sebuah idiologi yang seksi. Apalagi bila melihat dan membandingkan dengan bagaimana bobroknya praktik dari idiologi liberalisme kapitalisme serta ketidak mampuannya memberi harapan bagi terciptanya keadilan dan pemerataan ekonomi.

Tetapi meskipun demikian kita sebagai bangsa jelas tetap tidak bisa menerima kehadiran idiologi komunisme di negeri.

Mengapa?  Ini karena kita sebagai bangsa sudah punya ideologi sendiri yang disebut dengan ideologi Pancasila di mana sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, yaitu sebuah sila yang sangat dibenci dan dimusuhi oleh idiologi komunisme. Sila ini memang sangat dibenci kaum komunisme karena mereka melihat agama itu adalah sebagai candu yang memang enak untuk dinikmati, tapi dalam jangka waktu tertentu kata mereka dia akan merontokkan tubuh dari orang yang menghisap dan mengkonsumsinya.

Jadi, yang namanya  idiologi komunisme  akan tetap melihat agama itu tidak baik dan akan merusak masyarakat dan  rakyat luas.  Oleh karena itu mereka telah menjadikan agama sebagai musuh terbesar bagi idiologi mereka.

Pandangan-pandangan  seperti ini sekarang di negeri kita juga  sudah banyak menyebar, diterima, dan tertanam di kalangan rakyat. Tidak hanya di kalangan rakyat miskin tapi juga di kelompok orang-orang kaya dan terdidik. Kenyataan seperti ini tentu jelas sangat kita sayangkan karena hal ini jelas amat berbahaya. Ujung akhirnya nanti jelas hanya akan mengancam persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa.

Bahkan pun kalau seandainya faham ini terus berkembang dan tidak terkendalikan, maka tidak mustahil eksistensi bangsa ini akan terancam. Untuk itu mereka telah berusaha untuk merebut kekuasaan dan simpati melalui cara-cara yang konstitusional atau semi konstitusional. Dan, bila mereka sudah menganggap dirinya benar-benar siap maka mereka akan hadir dalam kekuatan politik dan ekonominya. Mereka tentu saja akan terus berusaha untuk mencengkramkan tangan dan kakinya semakin lebih kuat lagi.

Untuk itu, mereka tentu saja tidak akan segan-segan memberi dukungan kepada komunis internasional melakukan tindakan-tindakan repressif dan membungkam serta memasung demokrasi yang ada hari ini di negeri ini.

Bila ini yang terjadi maka tentu suatu hal yang sangat menyedihkan. Nasib kita sebagai umat beragama terutama umat Islam jelas akan sangat mengenaskan. Ini karena yang menjadi musuh utama bagi komunisme tentu  adalah agama yang tidak hanya mengatur hubungan antara manusia  dengan Tuhan, tapi juga  mengatur kehidupan publik.

Dan agama yang seperti itu tentu adalah jelas agama Islam. Ini karena banyak agama di dunia ini seperti kita ketahui  hanya mengurusi masalah hubungan antara manusia dengan Tuhan saja, sementara masalah di luar itu menurut mereka menjadi tanggung jawab negara atau pemerintah (sekulerisme).

Jadi idiologi komunisme yang harus kita waspadai ini adalah sebuah idiologi yang kini telah melakukan metamorfisis. Kalau dahulu idiologi komunisme dengan konsep sama rata sama rasanya menjadi sebuah idiologi yang sangat ditakuti oleh para orang kaya karena jelas kekayaan mereka akan diambil dan akan disita oleh negara, namun sekarang idiologi komunisme tidak lagi akan mengancam mereka.

Bahkan akan bisa membantu mereka untuk semakin besar dan membesar sehingga kita lihat idiologi komunisme hari ini tidak saja digandrungi oleh orang-prang yang miskin dan oleh elemen-elem masyarakat yang termarginalkan. Dan juga akan digandrungi juga oleh orang-orang yang terdidik serta juga oleh para konglomerat.

Komunisme masa kini malah bisa merea tunggu karena kehadiran idiologi ini membuat kekayaan dan hidup mereka tidak akan terancam asal saja mereka mau menyesuaikan diri dan beradaptasi. Dan ini tak rumit karena mereka itu hanya menyesuaikan diri dengan keinginan dan ketentuan-ketentuan dari partai saja.

Hal ini bagi anak-anak bangsa yang masih punya idealisme, jelas menjadi sebuah tantangan dan kerisauan tersendiri. Kita ingin menjadikan bangsa dan negara kita untuk menjadi negara maju. Namun kita ingin maju sesuai dengan karakteristik dan identitas kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi lima sila dalam Pancasila.

Pancasila jelas  kita yakini akan bisa menghantarkan kita menjadi bangsa yang terhormat. Ideologi Pancasila kita meletakkan manusia pada tempatnya semestinya sebagai hamba Tuhan dan sebagai makhluk sosial yang menghormati nilai-nilai dari ajaran agama (yang itu jelas sangat ditentang dan tidak disukai oleh idiologi komunisme).

Oleh karena itu tidak ada pilihan bagi kita kecuali satu: yaitu melawan dan mengenyahkan idiologi komunisme dari negeri ini. Kita ingin menjadikan negara kita menjadi negara maju tapi dengan disinari oleh sila-sila yang ada dalam pancasila yang sudah merupakan keyakinan dan kepercayaan kita sebagai bangsa.

Semoga cita-cita kita untuk itu bisa tercapai dan  mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Esa. (*)

Penulis: KH dr Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum MUI dan Ketua PP Muhammadiyah [Republika.co.id]



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat