Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Kesehatan
Viral Sertifikat Vaksin Tertua di Dunia, Ini Faktanya
Rabu, 08 September 2021 - 21:42:23 WIB

SULUHRIAU-  Lagi banyak beredar gambarsertifikat vaksin yang diklaim tertua di dunia dari zaman Kesultanan Utsmaniyah. Apa benar begitu, inilah faktanya.

Narasi yang beredar di media sosial atau broadcast WhatsApp adalah sebagai berikut: Sertifikat vaksin tertua di dunia tahun 1721 Masehi. Dikeluarkan oleh Khalifah Islamiyah Turki Ustmani. Vaksin itu bagian dari peradaban Islam yang maju.

Bersama narasi itu, ada foto kertas berwarna coklat dan tampak sudah tua. Ada tulisan Arab dan bahasa Prancis Certificat du Vaccin.

Apakah benar itu sertifikat vaksin tertua? Dalam penelusuran detikINET, Rabu (8/9/2021) pencarian Google Image menghasilkan beberapa jawaban. Ada sejumlah foto yang serupa tapi tak sama.

Disebut serupa karena bagian kop kertas itu sama, ada tulisan Certificat du Vaccin. Kemudian layout kertasnya juga sama terdiri dari tabel. Hanya bagian bawah yang sepertinya tanda tangan atau tanggal, agak berbeda tulisannya.

Foto apakah ini? Rupanya ini memang benar adalah Sertifikat Vaksin dari masa Kesultanan Utsmaniyah. Namun umurnya tidak setua yang diklaim dalam broadcast di medsos.

Faktanya, malah sertifikat vaksin ini menjadi pemberitaan sejumlah media di luar negeri. Beberapa yang memberitakan antara lain media Alsat dan Slobodenpecat dari Macedonia. Judul beritanya adalah A document shows how the Ottomans checked if anyone had been vaccinated.

Sertifikat vaksin itu dari tahun 1908 yang ditulis dalam bahasa Arab dan Prancis. Berarti umurnya sudah 113 tahun. Saat itu sudah ditemukan vaksin campak (measles) dan pes. Isi dokumennya adalah data vaksin anak berusia 10 tahun dari Istanbul, Turki.

Sertifikat itu adalah konfirmasi vaksinasi melawan pandemi di Kesultanan Utsmaniyah di masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid II tahun 1326 H (1908 M). Tulisan lainnya diartikan sebagai berikut:

Segel: Abdulhamid Khan bin Abdulmejid al-Muzafer daima
Nama penerima vaksin: Ismail Efendi
Umur: 10
Nama ayah: Mehmed Aga
Pekerjaan ayah: Kusir kereta
Agama: Islam
Alamat: Istanbul, apartemen 17, Distrik Uskudar, Tunusbagi Mahalla, Jalan Ed'hem Pasha No 44
Tanggal vaksin: 13 Oktober 1326 H
Petugas vaksin: Mustafa bin Hussein

Kesimpulannya, broadcast yang beredar adalah separuh benar. Foto itu benar merupakan sertifikat vaksin (kemungkinan besar vaksin campak) dari masa Kesultanan Utsmaniyah di Turki. Namun bukan dari tahun 1721, melainkan dari tahun 1908.

Klaim sebagai sertifikat vaksin tertua di dunia, tidak bisa disimpulkan. Alsat memberitakan pada masa itu baru ada vaksin campak dan pes. Tidak diketahui apakah sebelum itu sudah ada sertifikat vaksin atau belum.

Tapi, sungguh menarik untuk dipelajari orang-orang di masa kini. Ketika masih banyak yang ragu dengan vaksin atau bahkan tidak percaya dengan vaksin COVID-19, ketahuilah bahwa 100 tahun lalu Khalifah Utsmaniyah sudah menggelar vaksinasi dan memberikan sertifikat vaksinnya.

Sumber: detik.com
Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat