Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Peristiwa
54 Hari Hilang, Pompong Ditemukan Dipenuhi Rumput, Nelayan Iwan Belum Ditemukan
Kamis, 12 Agustus 2021 - 13:05:47 WIB
Pompong nelayan yang hilang hampir dua bulan ditemukan terikat dan ada batu pemberat dan sudah ditumbuhi rumput liar.

SULUHRIAU, Pelalawan-  Hampir dua bulan menghilang, Budiwan (42), nelayan warga Desa Penarikan Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, Riau belum juga ditemukan.

Muncul spekulasi, Iwan diduga dibunuh, tapi jasadnya belum ditemukan seiring ditemukan pompong Iwan panggilan nelayan malang ini.

Penemuan pompong nelayan ini menguatkan kalau Budiwan atau akrab disapa Iwan menghilang kurang lebih 54 hari setelah pergi tak kembali pada 19 Juni 2021 lalu itu dibunuh.

Pasalnya, pompong robin yang ditemukan oleh warga Minggu, (9/8/2021) tak jauh dari upaya pencarian sebelumnya di Sungai Nilo, penarikan dengan kondisi tak wajar.

 "Setelah Iwan menghilang, pompongnya juga menghilang hampir 2 bukan. Ahad sore pompong itu ditemukan dalan kondisi tak wajar. Sepertinya pompong itu sengaja ditenggelam, " jelas H Imran Saheman, mantan Kepala Desa Penarikan, Kamis, (12/8/2021).

"Dulu pencarian agak fokus sebelah kanan sungai arah ke hilir, sedangkan pompong tu jumpo sebelah kiri, lagi pula waktu itu banjir pompong tu tenggelam ado pemberatnyo kini air la turun la tak ado air disitu lagido makanya cepat nampak, "tambah mantan Kades itu.

 Kuat dugaan ditenggelamkan karena alat transportasi nelayan itu sengaja diikat. Tak sampai di situ, pompong yang ditemukan masih lengkap dengan mesinnya itu bermuatan batu bata.

"Batu bata ini didunakan agar pompong ini tenggelam dan tidak muncul ke permukaan. Waktu kejadian musim air naik, jadi memang tidak ditemukan saat dilakukan pencarian oleh masyarakat maupun tim polisi, TNI juga Tagana, "ungkap Imran Saheman.

Kondisi pompong sudah ditutupi semak rumput kumpai sehingga memang sulit terlihat kalau tidak diperhatikan dengan jeli," tutup mesin pompong sudah hilang, tapi yang lain masih utuh," imbuh Imran sambil mengatakan pada Senin pihak Polsek Langgam sudah ke TKP  bahkan BB pompong sudah dibawa dekat kediamannya.

Mantan Kades ini juga menolak berspekulasi siapa pelaku yang telah sengaja menenggelamkan robin nelayan warganya. "Nanti biar polisi yang mengungkap siapa pelakunya. Mudah-mudahan segera terungkap," kata Imran.

 Namun, santer beredar informasi ditengah masyarakat, memang Iwan sengaja dihabisi oleh seseorang yang juga menghilang paska hilangnya nelayan tersebut. "Kami menduga pelakunya sesama nelayan bang, karena setelah bang Iwan itu hilang, malam itu juga ada warga juga menghilang entah kemana. Kami hanya menduga. Pak polisi tentu sedang berkerja mengungkap kasus ini," kata salah seorang warga yang menolak identitasnya dipublikasi.

Penemuan pompong nelayan yang menghilang ini juga dibenarkan Pj Kepala Desa Penarikan M Saprin, S. Pd. "Iya memang benar pompongnya sudah ditemukan, namun orangnya belum tahu keberadaannya, " jelas Saprin singkat.

Polsek Langgam yang menangani kasus nelayan hilang sampai ditemukan pompong belum berhasil di hubungi.

Sebelumnya, Nelayan diduga tenggelam di Sungai Nilo Desa Penarikan Kecamatan Langgam ini dilaporkan sejak Minggi (20/6/2021) lalu.

Seorang warga Penarikan bernama  Lindawati (20) Desa Penarikan Kecamatan Langgam yang tidak lain adalah istri korban membuat laporan bahwa suaminya Budiwan yang berprofesi sebagai nelayan, diduga tenggelam di Sungai Nilo Desa Penarikan Kecamatan Langgam.

Kejadian tersebut bermula, ada hari Sabtu tanggal (19/6/2021) sekira jam 06.00 WIB, korban pamit kepada istrinya Lindawati untuk pergi melihat Bubu ( perangkap ikan ) di Sungai Nilo Desa Penarikan.

Suaminya saat pergi lapor Lindawati dengan menggunakan baju kaos warna hitam les leher warna merah dan celana pendek warna hitam motif kotak.

Kemudian sekira jam 09.00 wib, temannya bernama  Untung menelepon korban dan mengatakan bahwa pembeli ikan sudah datang.

Kaka itu korban yang sempat menjawab telepon menyuruh mereka untuk menunggu di Desa Penarikan. Namun sampai pukul 10.00 WIB, korban tidak kunjung datang.

Berdasarkan laporan dari warga tersebut Kapolres Pelalawan  AKBP Indra Wijatmiko.S.IK menurunkan team untuk membantu masyarakat melakukan Pencarian korban.

Pencari  terdiri dari Tim dari SAR  bersama Personil Sat Polairud Polres Pelalawan yang di pimpin langsung Kasat Pol Airud Iptu Roni dengan menggunakan perahu karet serta masyarakat menggunakan sampan dan perahu kayu.

Pencarian dilakukan dengan menyusuri Sungai Nilo Desa Penarikan Kecamatan Langgam. (ptz)




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat