Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Kejam! Presiden Negara Haiti Dibunuh di Rumahnya
Rabu, 07 Juli 2021 - 20:47:41 WIB
Foto: Jovenel Moise. AP

SULUHRIAU- Presiden Haiti Jovenel Moise telah dibunuh di rumahnya, kata Perdana Menteri sementara Haiti Claude Joseph.

"Sekelompok orang tidak dikenal menyerang kediaman pribadi Moise pada Rabu malam (Waktu Haiti) dan menembaknya mati," kata Joseph, mengutip Al Jazeera, Rabu (7/7/2021).

Ibu Negara masih dirawat di rumah sakit akibat dari serangan itu. "Situasi keamanan negara berada di bawah kendali kepolisian nasional Haiti dan Angkatan bersenjata Haiti," kata Joseph.

"Demokrasi dan republik akan menang," katanya,

"Semua tindakan diambil untuk menjamin keberlangsungan negara dan untuk melindungi bangsa," tambah Joseph.

Moise telah memerintahkan negara termiskin di benua Amerika ini dengan dekrit setelah pemilihan legislatif, yang dijadwalkan pada 2018 namun ditunda. Disusul perselisihan tentang kapan masa jabatan Joseph akan berakhir.

Pada Rabu dini hari di Haiti, sebagian jalan besar ibu kota negara Port - au - Prince kosong. Namun, beberapa orang menggeledah tempat bisnis di satu daerah. Setelah serangan itu suara tembakan terdengar di seluruh ibu kota.

Joseph mengatakan polisi telah dikerahkan ke Istana dan komunitas kelas atas Petionville akan dikirim ke daerah lain.

Joseph mengutuk pembunuhan itu sebagai tindakan penuh kebencian, tidak manusiawi dan barbar. Dia mengatakan beberapa penyerang berbicara dalam bahasa Spanyol tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Sebelum negara berpenduduk lebih dari 11 juta orang telah tumbuh tidak stabil dan tidak puas di bawah kepemimpinan Moise yang berusia 53 tahun.

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya gelombang kekerasan terkait persoalan politik di Negara Karibia yang miskin itu. Masyarakat Haiti terpecah secara politik dan menghadapi krisis kemanusiaan karena kekurangan makanan.

Port - Au- Prince juga mengalami peningkatan kekerasan ketika geng-geng saling bertarung dan polisi menguasai jalan. Kekerasan itu dipicu oleh meningkatnya kemiskinan dan ketidakstabilan politik.

Sekitar 60% dari populasi menghasilkan kurang dari US$ 2 per hari. Masalah ini datang ketika Haiti masih berusaha pulih dari gempa bumi 2010 sebelumnya dan badai Matthew yang melanda pada 2016.

Moise sering mendapat protes sejak ia menjabat sebagai presiden pada tahun 2017. Oposisi menandakan dia otoriter dan melampaui mandatnya. Walaupun dibantah Moise.

Selain pemilihan presiden lagi, legislative akan mengadakan referendum konstitusional pada September setelah dua kali ditunda karena pandemi Covid - 19.

Sumber: CNBCIndonesia.com
Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat