Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Militer AS Diam-Diam Angkat Kaki dari Pangkalan Udara Afghanistan, Tinggalkan Ribuan Mobil
Rabu, 07 Juli 2021 - 06:50:50 WIB
Militer AS meninggalkan ribuan mobil sipil tanpa kunci di Bagram. (Reuters)

SULUHRAU- Militer Amerika Serikat (AS) secara diam-diam angkat kaki dari Pangkalan Udara Bagram pada pagi dini hari tanpa memberitahu pemerintah Afghanistan.

Pangkalan udara tersebut selama ini merupakan basis penting bagi militer AS dalam melancarkan operasi di Afghanistan.

Jenderal Asadullah Kohistani, yang kini menjabat sebagai komandan baru pangkalan tersebut, mengatakan kepada BBC bahwa AS pergi dari Bagram pada Jumat (02/07) pukul 03.00 pagi waktu setempat. Kepergian itu baru diketahui militer Afghanistan beberapa jam kemudian.

Fakta ini juga diketahui Taliban, yang kini bergerak cepat di dalam Afghanistan menuju Bagram.

Jenderal Kohistani mengatakan pasukan Afghanistan sudah menduga Taliban akan menyerang Bagram.

Dia menjelaskan terdapat berbagai laporan Taliban melakukan "pergerakan di kawasan perdesaan" dekat pangkalan udara tersebut.

"Jika kami membandingkan diri kami dengan Amerika, perbedaannya jauh. Namun, sesuai dengan kemampuan kami…kami berupaya melakukan yang terbaik dan sebanyak mungkin untuk memberi keamanan dan melayani semua rakyat,” terangnya.

Tinggalkan ribuan kendaraan

Pada Jumat (02/07), AS mengumumkan telah pergi dari Bagram sehingga praktis menuntaskan operasi militer di Afghanistan sebelum tanggal resmi 11 September sebagaimana diumumkan Presiden Joe Biden awal tahun ini.

Selang 20 menit setelah kepergian militer AS pada Jumat (02/07), listrik dipadamkan dan pangkalan udara tersebut sontak gelap, seperti dilaporkan kantor berita Associated Press.

Hal ini membuat sejumlah penjarah mendobrak masuk pangkalan udara yang telah ditelantarkan itu. Barang-barang yang ditinggalkan dijual di penampungan besi tua dan lapak-lapak pedagang loak.

Di Bagram, menurut Jenderal Asadullah Kohistani, AS meninggalkan sekitar 3,5 juta barang.

Barang-barang itu mencakup puluhan ribu air kemasan, minuman energi, dan santapan siap saji untuk personel militer alias MREs.

AS juga meninggalkan ribuan mobil sipil tanpa kunci serta ratusan kendaraan lapis baja, demikian dilaporkan kantor berita Associated Press.

Senjata-senjata berat telah dibawa pergi dan sebagian simpanan amunisi telah diledakkan. Namun, senjata ringan dan amunisi ditinggalkan untuk pasukan Afghanistan, kata Jenderal Kohistani.

Bagram punya fasilitas penjara dan dilaporkan ada sekitar 5.000 tahanan Taliban telah meninggalkan pangkalan tersebut.

Pada puncak kejayaannya, Bagram dihuni puluhan ribu prajurit AS. Alhasil, Bagram berubah dari pangkalan udara kecil hingga menjadi kota kecil yang dilengkapi kolam renang, bioskop, spa, dan restoran Burger King serta Pizza Hut.

Status kepemilikan pangkalan itu sendiri berubah-ubah seiring waktu berjalan. AS adalah negara yang mendirikannya untuk Afghanistan pada 1950-an, namun diambil alih Uni Soviet ketika Tentara Merah menginvasi pada 1979.

Bagram sempat dikuasai pemerintah Afghanistan yang disokong Moskow, lalu kemudian kelompok mujahidin. Taliban lantas merebut Bagram saat kelompok itu berkuasa pada pertengahan 1990-an.

Tapi, ketika AS menginvasi Afghanistan dan menjungkalkan Taliban pada 2001, pangkalan udara itu diperluas dan diubah menjadi basis perlawanan terhadap Taliban.

Mundurnya militer AS dari Bagram membuat kendali pangkalan udara itu ada pada pasukan Afghanistan yang berkekuatan 3.000 serdadu—jauh dari puluhan ribu personel AS dan sekutu yang pernah menempati Bagram.

Mereka kemungkinan bakal kewalahan mempertahankan Bagram dari serangan Taliban.

Kelompok itu mengeklaim telah merebut lebih dari 10 distrik selama 24 jam terakhir.

Lebih dari 1.000 tentara Afghanistan dilaporkan melarikan diri ke negara tetangga Tajikistan setelah bentrok dengan milisi Taliban. Para serdadu itu mundur hingga melintasi perbatasan untuk "menyelamatkan nyawa mereka," menurut pernyataan penjaga perbatasan Tajikistan.

Meski ada pergerakan di lapangan, perundingan damai antara delegasi Taliban dan pemerintah Afghanistan kembali digelar di Doha, Qatar, pekan lalu.

Zabiullah Mujahid, juru bicara Taliban, mengatakan kepada BBC bahwa mereka akan mengajukan rencana kepada tim juru runding Afghanistan.

Sumber: bbcindonesia.com, okezone.com
Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat