Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Hukrim
BRK Polisikan 2 Mantan Pegawai Capem Ahmad Yani Kasus Pembobolan Rekening Nasabah
Rabu, 31 Maret 2021 - 22:31:48 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Selain melaporkan dua mantan pegawai Bank Riau Kepri (BRK) Cabang Pembantu (Capem) Pasir Pangaraian, Rokan Hulu ke Polda Riau karena membobol rekening nasabah, BRK juga akan melaporkan dua mantan pegawainya yang saat itu bertugas di Capem Ahmad Yani Pekanbaru, ke Polda Riau, dengan kasus sama pada tahun 2016.

Kedua mantan pegawai BRK itu merupakan admin dan kepala Capem. Saat ini keduanya telah dipecat.

Direktur Utama (Dirut) BRK, Andi Buchari mengatakan kasus pembobolan rekening nasabah yang dilakukan oknum pegawainya itu merupakan kasus lama.

"Itu kasus tahun 2016. Memang kasus seperti ini kasus lama-lama. Yang bersangkutan sudah kita berhentikan, dan sudah menggantinya dana yang ditarik secara tidak sah," kata Andi Buchari saat memberi keterangannya Rabu (31/3/2021).

Andi menegaskan, meski oknum mantan pegawai BRK tersebut telah mengembalikan uang yang ditarik secara ilegal, namun tidak menghilangkan kasus hukumnya.

"Makanya kita akan mempertimbangkan kasus ini (dilaporkan ke kepolisian). Karena bagaimanapun ini, uang itu sudah dilunasi oleh yang bersangkutan," tegasnya.

Dengan adanya dua kasus pembobolan rekening nasabah, Andi menegaskan kepada seluruh pegawai BRK untuk menjadikan hal itu sebagai pelajaran.

"Karena itu kasus ini kita laporkan ke Polda Riau meski kasus lama. Hal ini memberi efek jera bagi insan BRK, sehingga mereka bekerja tidak menyalahi aturan," ujarnya.

Ditanya apakah  kasus pembololan ini karena ada permainan di internal pengawas BRK, mengingat kasus pembobolan rekening nasabah terjadi dalam kurun waktu yang lama.

"Saya rasa tidak. Ini terjadi karena ada niat dan kesempatan. Karena itu dari sisi niat, kita sudah melaporkan kasus ini supaya ada efek jera. Kemudian dari sisi kesempatan kita sudah mengganti sistem finger print. Sebab kejadian ini terjadi karena pelaku menggunakan password atasannya.

"Tapi kejadian-kejadian seperti ini tidak dilakukan lagi karena kita sudah meninggalkan cara-cara manual, dengan mengganti sistem finger print, kecuali atasanmya meminjamkan jarinya," katanya dikutip dari SULUHRIAU, Pekanbaru- Selain melaporkan dua mantan pegawai Bank Riau Kepri (BRK) Cabang Pembantu (Capem) Pasir Pangaraian, Rokan Hulu ke Polda Riau karena membobol rekening nasabah, BRK juga akan melaporkan dua mantan pegawainya yang saat itu bertugas di Capem Ahmad Yani Pekanbaru, ke Polda Riau, dengan kasus sama pada tahun 2016.

Kedua mantan pegawai BRK itu merupakan admin dan kepala Capem. Saat ini keduanya telah dipecat.

Direktur Utama (Dirut) BRK, Andi Buchari mengatakan kasus pembobolan rekening nasabah yang dilakukan oknum pegawainya itu merupakan kasus lama.

"Itu kasus tahun 2016. Memang kasus seperti ini kasus lama-lama. Yang bersangkutan sudah kita berhentikan, dan sudah menggantinya dana yang ditarik secara tidak sah," kata Andi Buchari saat memberi keterangannya Rabu (31/3/2021).

Andi menegaskan, meski oknum mantan pegawai BRK tersebut telah mengembalikan uang yang ditarik secara ilegal, namun tidak menghilangkan kasus hukumnya.

"Makanya kita akan mempertimbangkan kasus ini (dilaporkan ke kepolisian). Karena bagaimanapun ini, uang itu sudah dilunasi oleh yang bersangkutan," tegasnya.

Dengan adanya dua kasus pembobolan rekening nasabah, Andi menegaskan kepada seluruh pegawai BRK untuk menjadikan hal itu sebagai pelajaran.

"Karena itu kasus ini kita laporkan ke Polda Riau meski kasus lama. Hal ini memberi efek jera bagi insan BRK, sehingga mereka bekerja tidak menyalahi aturan," ujarnya.

Ditanya apakah  kasus pembololan ini karena ada permainan di internal pengawas BRK, mengingat kasus pembobolan rekening nasabah terjadi dalam kurun waktu yang lama.

"Saya rasa tidak. Ini terjadi karena ada niat dan kesempatan. Karena itu dari sisi niat, kita sudah melaporkan kasus ini supaya ada efek jera. Kemudian dari sisi kesempatan kita sudah mengganti sistem finger print. Sebab kejadian ini terjadi karena pelaku menggunakan password atasannya.

"Tapi kejadian-kejadian seperti ini tidak dilakukan lagi karena kita sudah meninggalkan cara-cara manual, dengan mengganti sistem finger print, kecuali atasanmya meminjamkan jarinya," katanya dikutip dsri cakaplah.com. (*)





 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat