Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Metropolis
Sampah Menumpuk Dimana-mana
Wakil Ketua DPRD Nofrizal Bandingkan Sistem Pengelolaan Sampah Masa Wako Herman dengan Firdaus
Rabu, 06 Januari 2021 - 19:32:35 WIB
Tumpukan sampah di sekitar Pasar Arengka yang nyaris mengular ke jalan karena tidak diangkut. (Foto: suluhriau.com)

SULUHRIAU. Pekanbaru- Sejak memasuki tahun baru 2021, Pekanbaru sudah mulai kembali 'diteror' oleh tumpukan sampah.

Bahkan di beberapa titik ada tumpukan sampah yang sudah mengeluarkan bau busuk dan bahkan memenuhi drainase.

Hal tersebut juga buntut dari berakhirnya proyek kerjasama multiyears antara Pemko Pekanbaru bersama PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah yang selama tiga tahun belakangan ini menjadi rekanan Pemko Pekanbaru dalam pengangkutan sampah.

Persoalan sampah ini mendapat sorotan banyak pihak. Termasuk anggota DPRD Pekanbaru Nofrizal.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini bahkan membanding-bandingkan pengelolaan sampah antara masa kepemimpinan Walikota Herman Abdullah dengan Walikota saat ini, Firdaus.

"Pada saat Herman Abdulah menjadi walikota sampah dikelola oleh pihak kecamatan. Jadi Dinas Kebersihan dan Pertamanan itu hanya mengelola kebersihan, penyapu jalan dan taman yang ada di jalur protokol. Dan untuk pengambilan sampah serta retribusi sampah dikelola oleh pihak kecamatan, dan pihak kecamatan mendelegasikan ke kelurahan dan kemudian bekerjasama dengan LPM serta RT dan RW," jelasnya, Rabu (6/1/2021).

Dengan cara pengelolaan sampah yang seperti itu, Nofrizal yang telah menjadi anggota dewan sejak masa Pekanbaru dipimpin Herman Abdullah itu, mengatakan Kota Pekanbaru berhasil mendapatkan piala Adipura sampai tujuh kali berturut-turut. Yang mana hal tersebut menandakan pengelolaan sampah di Pekanbaru berhasil dikelola dengan baik.

Sementara ketika masa kepemimpinan Firdaus pengelolaan sampah melibatkan pihak ketiga. Dalam tiga tahun terakhir hal itu cukup berhasil namun akhirnya ketika kontrak kerjasama berakhir sampah kembali menumpuk.

Persoalan sampah seperti sekarang ini sebenarnya juga pernah terjadi pada pertengahan tahun 2016 lalu. Saat itu, pengelolaan sampah dipegang oleh PT Multi Inti Guna (MIG) dan Kepala Dinas teknis saat itu dijabat oleh Edwin Supradana.

Persoalan sampah saat itu lantaran masalah internal PT MIG yang menunggak gaji pekerja. Ratusan pekerja mogok, hingga sampah menumpuk dimana-mana. Masalah itu berujung dicabutnya kontrak PT MIG.

Setelah itu, persoalan sampah juga terjadi pada awal tahun 2017. Saat itu, armada yang kurang menjadi alasan tidak beresnya penanganan sampah di Kota Pekanbaru.

Tahun ini, persoalan sampah masih terjadi. Kali ini kontrak dua perusahaan habis dan lelang jasa pengangkutan sampah yang menjadi alasan.

"Pada saat ingin diswastanisasi pengelolaan sampah terjadi perdebatan karena tidak pernah dilakukan itu, sampah diangkut dengan pihak ketiga dengan hitungan tonase berarti seluruh jalanan diangkut oleh pihak ketiga," jelas Nofrizal kembali.

Namun pengelolaan sampah menggunakan pihak ketiga kata Nofrizal, terdapat plus dan minus. Kelebihannya sampah terangkat namun minusnya dipenghujung dan awal tahun sampah kembali menumpuk. Dan lagi adanya proses lelang yang tidak berjalan dengan baik.

"Terkait dengan pelelangan sudah diatur dalam undang-undang, sehingga tidak ada jeda waktu kosong. Masalah penganggaran Pemko dan DPRD selalu tepat waktu dalam pengesahan anggaran, bahkan APBD 2021 disahkan akhir bulan November. Kalau proses lelang dikaitkan dengan anggaran saya kira ini adalah masalah manajeman yang membuat sistem persampahan tidak berjalan dengan baik," bebernya.

Lebih jauh Nofrizal menyarankan agar Pemko Pekanbaru kembali mengadopsi sistem pengelolaan sampah seperti zaman kepemimpinan Herman Abdulah, karena ketika sampah dikelola oleh pihak kecamatan sistem berjalan dengan baik.

"Masalah sampah harus dikaji lebih dalam lagi, kalau memang sistem itu bisa diadopsi kembali kenapa tidak. Atau tidak sistem yang lama diadopsi dengan pihak swasta, jadi ada kerjasama," pungkasnya dilansir dari cakaplah.com. (***)

Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat