Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
Warna Ikan Cupang Pudar? Ini Penyebabnya
Senin, 28 Desember 2020 - 21:32:35 WIB
Foto kompas.com

SULUHRIAU - Ikan cupang kini menjadi primadona di kalangan pecinta ikan hias. Kepopulerannya dikarenakan warna mereka yang cerah menyala sehingga menjadi salah satu daya tariknya.

Ikan cupang jantan biasanya memiliki warna yang lebih cerah daripada ikan cupang betina yang memiliki warna lebih lembut.

Dilansir dari Pets, Senin (28/12/2020), ikan cupang terkadang bisa berubah warna, atau lebih pudar. Perubahan atau kepudaran warna ini disebabkan berbagai alasan.

Baca juga: Ikan Cupang Jantan Tak Mengeluarkan Gelembung, Apa Baik-baik Saja?

1. Stres

Alasan paling umum ikan cupang kehilangan warnanya adalah stres. Toko hewan peliharaan seringkali menyimpannya dalam wadah kecil, dan mengemas ikan secara berdampingan di rak-rak kecil.

Ikan dalam wadah kecil ini akan tampak kusam dan kalem, dengan warna pucat.

Pemilihan akuarium yang dapat menampung setidaknya 1 galon air untuk mencegah penumpukan amonia berlebih pada ikan, bisa menjadi pencegahan pemudaran warna ikan cupang.

Selain itu, ikan cupang adalah spesies tropis, dan akuarium Anda harus memiliki pemanas kecil untuk menjaga suhu di antara 21 derajat celsius. Simpan cupang jantan di tangki terpisah untuk mencegah perkelahian.

2. Penyakit

Indikator penyakit yang terlihat pada ikan cupang adalah perubahan warna. Infeksi jamur atau bakteri sering kali meninggalkan bercak yang tampak kabur atau berubah warna di sepanjang sisik ikan.

Penggantian air total bersama dengan perawatan jamur rutin dapat menghilangkan infeksi.

Ich adalah penyakit umum lainnya yakni dengan ditandai muncul bintik-bintik putih di sepanjang sisik dan sirip. Ich bisa berakibat fatal jika tidak diobati, tetapi peningkatan suhu air yang dikombinasikan dengan obat ich akan menghilangkan infeksi.

Penyakit juga menyebabkan perubahan warna dan bisa berakibat fatal jika tidak ditangani. Beludru melapisi insang dan sisik dengan lapisan tipis berwarna kuning atau cokelat.

Rawat beludru dengan garam akuarium dan produk perawatan air, dan lakukan segera setelah mendeteksi gejala untuk menyelamatkan ikan

3. Usia

Sama seperti uban pada mamalia, cupang sering kehilangan sebagian warna cerahnya seiring bertambahnya usia. Umur rata-rata ikan cupang adalah antara dua sampai lima tahun, meskipun dengan perawatan yang tepat ikan yang sehat dapat hidup lebih lama.

Saat ikan cupang lahir, tubuh mereka berwarna bening bahkan hampir seperti tembus cahaya. Warnanya biasanya meningkat sampai ikan berumur kurang lebih 2 tahun.

Setelah itu, ikan akan mulai memudar menjadi warna yang lebih kusam, terutama di sekitar mulut dan insang.

Sumber: kompas.com
Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat