Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Sosial Budaya
Imam Besar Salawat Wahidiyah Kediri KH Abdul Latif Madjid Meninggal
Senin, 23 November 2020 - 12:05:33 WIB
KH Abdul Latif Madjid, pengasuh Perjuangan Salawat Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo, Bandar Lor, Mojoroto, Kota Kediri.

SULUHRIAU- Kabar duka datang dari Kota Kediri, Jawa Timur (Jatim). KH Abdul Latif Madjid, pengasuh Perjuangan Salawat Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo, Bandar Lor, Mojoroto, Kota Kediri, tutup usia.

Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar atau Gus AB membenarkan kabar meninggalnya tokoh Salawat Wahidiyah yang biasa dipanggil Kanjeng Romo KH Abdul Latif Madjid.

"Inalillahi wainailaihi rojiun. Iya benar (meninggal dunia)," ujar Gus AB kepada wartawan Senin (23/11/2020). Kepergian Kiai Abdul Latif cukup mengejutkan, terutama bagi para pengamal Salawat Wahidiyah.

Sebab, imam besar pengamal Salawat Wahidiyah tersebut sebelumnya masih terlihat di acara pernikahan. "Tadi malam masih melaksanakan akad nikah di pondok," ujar Gus AB.

nformasi yang dihimpun, sebelum meninggal dunia, Kiai Abdul Latif sempat dilarikan ke Rumah Sakit Gambiran Kota Kediri. Hal itu terlihat dari adanya rombongan kendaraan pondok dan mobil jenazah yang meluncur dari rumah sakit menuju rumah duka. Belum diketahui penyakit penyebab meninggalnya almarhum.

Rencananya jenazah dimakamkan di kompleks permakaman keluarga di lingkungan pondok. Menurut Gus AB, almarhum dikenal sebagai pejuang yang teguh dalam mengamalkan salawat Wahidiyah.

Salawat Wahidiyah merupakan salawat yang ditujukan kepada Nabi Muhammad yang ritualnya diucapkan dengan suara keras serta cucuran air mata. Salawat Wahidiyah pertama kali didirikan oleh almarhum KH Abdul Madjid Ma'roef (wafat 1989), yakni ayah KH Abdul Latif Madjid. Selain pejuang salawat yang gigih, almarhum Abdul Madjid juga dikenal sebagai pejuang kemandirian ekonomi yang mumpuni.
Sebut saja digelarnya mujahadah kubro salawat Wahidiyah yang selalu dihadiri ribuan pengamal salawat Wahidiyah. Acara rutin tersebut selalu berdampak positif bagi ekonomi warga sekitar pondok pesantren.
Sebagai pengasuh Ponpes Kedunglo, sosok Kiai Abdul Latif dikenal dekat dengan masyarakat. Almarhum juga sangat dihormati. "Kami ikut berbela sungkawa atas meninggalnya Kanjeng Romo KH Abdul Latif Madjid," kata Gus

Sementara dari informasi yang dihimpun proses pemakaman yang dilakukan juga tetap mengedepankan protokol kesehatan, terutama menyangkut pembatasan jumlah pentakziah yang datang ke rumah duka. Para pentakziah yang bisa masuk diprioritaskan keluarga, santri dan warga sekitar. Hal itu mengingat santri pengamal salawat Wahidiyah berjumlah ribuan. Kapolsek Mojoroto Kompol Sartana mengatakan, sekitar 30 personel polsek ditambah personil Polres Kediri Kota diterjunkan ke lokasi. "Pembatasan pentakziah untuk menjaga ketertiban protokol kesehatan," ujar Sartana.

Sumber: Inews.id
Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat