Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Sosial Budaya
Malam Ini, Karya Tari "Nyanyian Hutan" Akan Digelar di Anjung Seni Idrus Tintin
Sabtu, 07 November 2020 - 11:05:58 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru-  Kondisi hutan di Riau sudah sejak lama tergerus oleh pembangunan yang kurang memperhatikan aspek sosial dan ekologi.

Hal ini membuat persoalan sosial masyarakat terus muncul bersamaan hancurnya ekosistem karena rusaknya lingkungan.

Penebangan hutan yang terus dilakukan untuk industri, perkebunan dan lainnya dengan mengabaikan masyarakat adat, masyarakat asli yang menghuni hutan sejak turun-temurun, dan dengan dominasi kuasa dan struktural, membuat  kelangsungan masyarakat tempatan, salah satunya masyarakat Sakai di Bengkalis, harus tesingkir dari tanah leluhurnya.

Kondisi masyarakat tersebut menjadi perenungan bagi SPN Iwan Irawan Permadi, koreografer kawakan Riau. Beberapa karyanya sudah banyak lahir dari banyak hal tentang kerusakan ekologi dan sistem sosial masyarakat ini.

Dalam karya terbarunya,  Iwan akan menampilkan Pagelaran Karya Tari Inovatif "Nyanyian Hutan", yang akan dipentaskan di Anjung Seni Idrus Tintin (ASIT), Sabtu, (7/11/2020) malam.

"Karya ini lahir dari keresahan saya terhadap kondisi hutan di Riau hingga saat ini. Pembangunan terus terjadi, industri terus berkembang, hutan terus tergerus menjadi kebun dengan sistem kapitalis, namun masyarakat tempatan, salah satunya masyarakat Sakai, terhimpit dan bahkan harus tersingkir dari tanah leluhurnya," jelas Iwan dalam perbincangan dengan Riaupos.co.

Perjuangan Masyarakat Adat Sakai yang tak pernah lelah untuk mempertahankan tanah leluhurnya itu menginsiprasi Iwan dengan gerakan-gerakan tari lewat geliat tubuhnya yang mengisyarakat bagaimana mereka mempertaruhkan kebebasan yang mereka inginkan.

Dari gerakan-gerakan tubuh tersebut, kata Iwan, menjadi sebuah metafora bagaimana mereka melakukan yang semestinya dalam perjuangan itu, meski harus "bertikai" dengan perlawanan mereka sendiri dengan keraguan, mencari aman, atau menyerah dengan gelombang industrialisasi yang menggerus mereka tersebut.

"Makna metafor tentang idealisme mereka lewat gerak tubuh, akan terlihat dalam pagelaran ini," jelas lelaki kelahiran Bandung, 16 Juli 1960 ini.

Mereka, kata Iwan, sudah kehilangan hutan dan pohon-pohonnya, laman bermain, dan banyak yang akhirnya meninggalkan tanah leluhur karena tak mampu melawan lagi.

"Mereka hanya menjadi penonton pembangunan yang dilakukan di tanah mereka sendiri," jelasnya lagi.

Dalam "Nyanyian Hutan" ini, kata Iwan, dia menciptakan gerakan dan musik dari motif gerak tari "Olang-Olang", yakni tari tari tradisional Sakai dan gerakan silat mereka. Sementara suara dan musik terinspirasi dari nyanyi panjang dan mantra Orang Sakai.

Dalam dunia seni, terutama koregrafi, nama Iwan sangat diperhitungkan. Tidak hanya di Riau, tetapi juga Indonesia, dan dunia, terutama di kawasan Asia Tenggara. Ratusan karya sudah diciptakannya dalam gerak dan pementasan di bergai daerah dan negara.

Iwan belajar kesenian di Padepokan Seni Bagong Kussiardjo, Yogyakarta. Tahun dia 1983 hijrah ke Pekanbaru dan setahun kemudian mendirikan komunitas tari dan musik, Pusat Latihan Tari Laksemana.

"Saya banyak belajar kesenian Melayu, khususnya tari Melayu dengan H OK Nizami Jamil, belajar pengetahuan tari zapin dari M Yazid, Amrin Sabrin, dan Tom Ibnur, dan belajar kebudayaan  dan sastra Melayu dari para budayawan Riau," jelas Iwan menceritakan sedikit perjalanan berkeseniannya.

Sebagai penari dan koreografer, Iwan aktif mengikuti berbagai forum dan festival kesenian baik di dalam maupun di luar negeri. Bersama Yayasan Pelatihan Tari Laksemana, dia membuat beberapa forum silaturahmi budaya seperti Pasar Tari Kontenmporer (Pastakom), Laksemana Award, Riau Dance Forum, Riau Zapin Festival, dll. Dia sudah membuat ratusan karya tari, seperti "Perisai", "Zikir", dan lain-lain.

Untuk pagelaran kali ini, Iwan mengucapkan terima kasih karena didukung oleh program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2020.

"Semoga bantuan pemerintah ini terus terjadi di masa mendatang untuk menggairahkan dunia kesenian di Indonesia," jelas Iwan lagi sambil menjelaskan bahwa penonton yang datang harus mengikuti protocol corona dengan ketat.

Iwan akan menjadi koreografer dalam pagelaran ini yang didukung oleh komposer Anggra Satria, penata artistik Willy Fwi, dan para penari yakni  M Darus, Mrftakhul Hauna, Dayat, Budi, Faisal, Sobri, Dio, Sukri, Izard, dan Davi.

Selain mereka, beberapa seniman yang terlibat adalah Anggita Irwandini (penata rias),  Dityarani dan Faisal (penata busana), Amesa (penata cahaya), Megat dan Agus (penata suara), Furqon LW (desain grafis),  M Rezza Akmal (fotografi), M Andika dan Fabian (koordinator latihan), Fedli Azis (publikasi), dan Dra Duni Sriwani MSn sebagai pimpinan produksi. (Rls)




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat