Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
Bicara di FGD Penyusunan Kurikulum Fekon Unri
Irwan: Pentingnya Keseimbangan Knowledge, Skill dan Atitude Ciptakan Lulusan Berkompetensi
Jumat, 02 Oktober 2020 - 13:39:58 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Bupati Kepulauan Meranti menjadi nara Sumber FGD Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam rangia Penyusunan Kurikulum, Program Studi SI Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau, bertempat di Hotel Grand Suka, Jumat (2/9/2020).

Ia menyampaikan penringya mengedepankan Knowledge, Skill dan Atitude Kunci Ciptakan Lulusan Berkompetensi bertempat di Hotel Grand Suka.

Hadir dalam kegiatan itu, Para Akademisi UNRI, Stakeholder, Pengguna Lulusa Sarjana diantaranya Dekan Fakultas FEB UNRI Prof. Dr. Hj. Sri Indarti, SE, M.Si, Kadisdik Riau Said Syarifuddin, Komisaris Bank Riau Kepri Syahrul, Direktur Psiko Power Hj. Ola Puspita, Marketing BRI Dori Andelo, Para Kajur, Peneliti, serta perwakilan Perusahaan dan Perbankan lainnya.

Turut mendapingi Bupati, Asisten I Sekdakab. Meranti yang juga Plt. Kadisdik Syamsuddin SH MH, Kadis Perhubungan Meranti Dr. Aready, Pimpinan Wilayah Penggadaian Muhammad Nurkasan.

Kegiatan Forum Group Discussion digelar oleh Program Studi SI Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau dalam rangka Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Penyusunan Kurikulum, Program Studi SI Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (Unri) tentang lmplementasi Program Magang Dan Kompetensi Lulusan yang dibutuhkan oleh Pengguna lulusan dan stakeholder.

Perkembangan ilmu pengelahuan dan teknologi yang sangat pesat saat ini, telah membawa perubahan yang sangat pesat pula dalam berbagai aspek kehidupan. Pekerjaan dan cara bekerja, banyak lapangan pekerjaan hilang, sementara berbagai jenis pekerjaan baru bermunculan. Perubahan ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam masa yang sangat dinamis ini, perguruan tinggi juga harus merespon secara cepat dan tepat. Diperlukan transformasi pembelajaran untuk bisa membekali dan menyiapkan lulusan Pendidikan Tinggi agar menjadi generasi yang uggul. Generasi yang tanggap dan siap menghadapi tantangan dizamannya.


Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut. Kampus merdeka merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, lidak mengekang. dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Mahasiswa diberikan kebebasan mengambil SKS di luar program sludi. tiga semester yang di maksud berupa satu semester kesempatan mengambil mata kuliah di luar program studi dan dua semester melaksanakan aktivitas pembelajaran di luar perguruan tinggi. Kampus merdeka diharapkan dapal memberikan pengalaman kontekstual lapangan yang akan meningkatkan kompetensi mahasiswa secara utuh, siap kerja, atau mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Menyikapi penerapan Kurikulum Merdeka yang akan diterapkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNRI ini, dikatakan Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, sudah sangat tepat seiring semakin meningkatnya arus globalisasi informasi dan teknologi saat ini yang menuntut semua pihak tidak lagi berfikir seperti biasa tapi harus luar biasa karena prilaku manusia terus berubah dengan cepat dari waktu kewaktu.

Lanjut Irwan, dunia kini telah memasuki era revolusi industri 4.0  yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation sementara sistem pendidikan masih menganut pola era 2.0 untuk itu perlu di Upgrade.

"Saya kira pogram ini perlu didukung bersama seiring perkembangan arus globalisasi yang kian tak terbendung, hal ini tentunya memaksa kita untuk berfikir luar biasa agar mampu mengimbangi prilaku manusia yang berubah sangat cepat dari waktu-kewaktu," jelas Irwan.

Dihadapan para Akademisi dan Stakeholders terkait, dalam rangka menyiapkan lulusan yang mampu survive diberbagai bidang pekerjaan, Irwan menekankan 3 Pilar yang menjadi kunci utama menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi yaitu, Knowlege, Skill dan Attitude. Ketiga pilar ini harus diberikan secara seimbang tidak seperti saat ini yang hanya mengedepankan pada aspek Knowledge.

Hal itu bukannya tidak beralasan, seperti ditemui dilapangan tak sedikit pelajar dan mahasiswa yang dulunya masuk kategori berprestasi justru tidak berhasil didunia kerja yang berhasil malah para pelajar dan mahasiswa yang tak terlalu berprestasi tapi kreatif dan aktif diberbagai organisasi. Artinya para pelajar dan mahasiswa yang berpotensi survive adalah yang telah terbiasa berfikir kreatif tidak hanya bisa Teks Book.

"Orang yang kreatif dan tidak terlalu Teks Books, sudah terbiasa berfikir untuk jangka panjang dan mampu bekerjasama karena cenderung aktif dilapangan," ujar Irwan.

Fenomena ini diakui Irwan juga ditemui di dunia birokrasi Pemda Kepulauan Meranti yang dipimpinya, dimana setiap pegawai yang memiliki Skill dan sedikit "lasak" lebih mampu survive dan menjadi Problem Solves karena mungkin sudah terbiasa berorganisasi serta terlatih kreatif.

"Mereka mampu menjadi pegawai yang bisa survive tidak cengeng dan mampu bekerja dengan tekanan. Tidak seperti pegawai yang berprestasi secara akademis namun Teks Books yang akhirnya hanya mampu berfikir jangka pendek, tidak memiliki integritas, lebih materialistik bahkan cenderung kurang inovatif serta tidak mampu bekerjasama," papar Irwan.

Oleh karena itu, penyusunan kurikulum yang tepat sangat mempengaruhi kualitas dari tiap lulusan untuk mampu survive didunia kerja, dan Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang akan diterapkan UNRI dengan menyeimbangkan Skill, Knowledge dan Atitude dinilai sudah tepat.

Selanjutnya yang perlu menjadi perhatian Kampus dalam penerapan Kurikulum agar lulusannya mampu Survive dikatakan Irwan adalah, kontribusi Hard Skill dan Soft Skill di Dunia Kerja dengan komposisi Soft Skill lebih besar daripada Hard Skill (80:20), tidak seperti yang diterapkan sebelumnya yang lebih mengedepankan Hard Skill.

"Dominasi peningkatan Hard Skill dalam sistem pendidikan akan menghasilkan lulusan yang bekerja untuk memenuhi kepentingan industri (Pabrik, Perusahaan) untuk memenuhi kebutuhan pasar. Namun perlu disadari seiring perkembangan teknologi cepat atau lambat sektor perkerjaan yang bersifat repetitif (perulangan) seperti Teller, Akuntan dimasa depan akan tergantikan oleh Mesin," jelas Bupati.

Dari pemaparan singkat Bupati Irwan tersebut, dapat disimpulkan bahwa;  1. Manfaatkan kebijakan kampus merdeka belajar untuk Pengembangan program-program pembelajaran yang menyeimbangkan hardskill dan softskill peserta didik.
2. Sistem pembelajaran harus berorientasi untuk menciptakan intelektual muda yang memiliki kemampuan sebagai problem solver terhadap permasalahan umat.
3. Bukan hanya untuk menciptakan tenaga terampil bagi kepentingan industri. 4. Dibutuhkan regulasi dan pola Monev untuk menghindari ekspoitasi peserta magang untuk mendapatkan tenaga kerja murah bagi industri. (hpm)



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat