Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Kesehatan
Bahaya, Produksi Vaksin COVID-19 Disebut Bikin Hiu Punah
Minggu, 27 September 2020 - 18:43:24 WIB

SULUHRIAU- Produksi vaksin COVID-19 ternyata dilaporkan bisa mengancam populasi hiu. Para ahli konservasi memperingatkan saat ini setengah juta hiu menghadapi ancaman pembantaian karena perusahaan obat berlomba memproduksi vaksin corona yang dibuat dari organ hati hiu.

Diketahui, bahan utama dalam beberapa bentuk vaksin yang sekarang sedang dikembangkan adalah squalene yakni, minyak alami yang didapatkan dari hiu.

Salah satunya adalah perusahaan farmasi GlaxoSmithKline yang menggunakan shark squalene sebagai bahan pembantu produksi zat yang digunakan untuk membuat respons kekebalan yang lebih kuat dalam vaksin flu.

Mei 2020 lalu, mereka menyatakan akan memproduksi satu miliar dosis bahan berbasis hiu untuk penggunaan potensial dalam vaksin COVID-19.

Kelompok kampanye Shark Allies yang berbasis di Amerika Serikat mengatakan fakta ini merupakan bencana bagi hiu dan manusia dan dapat mendorong spesies tersebut ke ambang kepunahan.

Kelompok itu juga telah mengeluarkan petisi online yang mendesak para ilmuwan untuk berhenti menggunakan hiu dalam vaksin COVID-19. Sebaliknya, mereka ingin pembuatan vaksin menggunakan alternatif nabati yang berkelanjutan, untuk menyelamatkan hiu dari pemusnahan.

Dilansir dari The Sun, Minggu, 27 September 2020, sekitar 3.000 hiu mati dibutuhkan untuk membuat satu ton squalene. Ahli konservasi memperkirakan mengimunisasi populasi dunia hanya dengan satu dosis vaksin virus corona dengan squalene saja akan menyebabkan pemusnahan 250 ribu ekor hiu. Jumlah ini berlipat ganda menjadi setengah juta, jika dua dosis diperlukan untuk melindungi orang dari COVID-19.

"Squalene yang terbuat dari minyak hati hiu paling sering digunakan karena murah dan mudah didapat, bukan karena lebih efektif dari sumber lain. Ini bisa menyebabkan potensi bencana bagi hiu, karena sumber daya ini tidak berkelanjutan dan tidak dapat diandalkan untuk produksi massal vaksin COVID-19," ujar pihak Shark Allies.

Hampir 9.000 orang telah menandatangani petisi kelompok yang berbasis di California ini. Ahli konservasi memperkirakan lebih dari tiga juta hiu dibunuh setiap tahun untuk mendapatkan minyak hati mereka untuk berbagai keperluan, termasuk kosmetik dan oli mesin. (vvc,src)




 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat