Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Politikus Pengkritik Putin Terbaring Koma di RS Jerman, Diduga Diracun
Selasa, 25 Agustus 2020 - 10:11:33 WIB
Pemimpin Oposisi Rusia, Alexei Navalny. (Foto: Sputnik)

SULUHRIAU- Pemimpin oposisi Rusia dan pengkritik keras Presiden Vladimir Putin terbaring koma di rumah sakit Berlin setelah diduga diracun dalam penerbangan ke Moskow pekan lalu.

Alexei Navalny tak sadarkan diri di pesawat setelah minum teh di tengah perjalanan kampanyenya di Siberia.

Rekaman video menunjukkan Navalny menggeliat kesakitan dalam penerbangan dari Tomsk di Siberia ke Moskow. Pesawat tersebut kemudian melakukan pendaratan darurat di Omsk di mana dia kemudian mendapat perawatan pertama.

Dia diterbangkan ke Jerman untuk mendapat perawatan pada Sabtu (22/8/2020) setelah sempat dirawat di Rusia.

Rumah sakit Charité yang merawat Navalny merilis pernyataan yang mengatakan bahwa bukti klinis menunjukkan politikus berusia 44 tahun itu keracunan zat penghambat kolinesterase. Namun, dokter yang merawat Navalny di Rusia mengatakan mereka tidak menemukan jejak zat tersebut.

"Zat pastinya belum diketahui," kata rumah sakit itu sebagaimana dilansir BBC. "Analisis luas telah dimulai. Efek racun - yaitu penghambatan kolinesterase dalam organisme - telah dibuktikan beberapa kali dan di laboratorium independen."

Navalny saat ini dilaporkan dalam kondisi yang serius, namun nyawanya tidak terancam. Tim medis memperingatkan kemungkinan adanya efek zat tersebut pada sistem saraf Navalny.

Tim dokter di Charité merawat Navalny dengan atropin, obat yang sama yang oleh dokter Inggris digunakan dalam kasus peracunan mantan agen KGB Sergei Skripal pada 2018.

Penghambat kolinesterase adalah sekelompok senyawa kimia yang digunakan dalam segala hal mulai dari senjata kimia hingga pestisida yang dirancang untuk membunuh serangga, dan obat-obatan manusia yang dirancang untuk meringankan gejala Alzheimer dan jenis demensia lainnya. Gas saraf dan yang disebut kelompok bahan kimia “Novichok” juga merupakan penghambat kolinesterase.

Kremlin mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan Navalny jatuh sakit dan menyatakan bahwa hasil tes awal tidak menunjukkan dia diracun. Tim dokter di Omsk mengatakan penyakit Navalny disebabkan oleh gangguan metabolisme yang dipicu oleh gula darah rendah. (*okz)




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat