Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
Navila Roslidah Bagikan Tips Meraih Beasiswa Ke Luar Negeri, Simak Berikut Ini
Minggu, 12 Juli 2020 - 19:24:49 WIB
Herdian Armandhani (Foto: istimewa)

SULUHRIAU- Dalam hidup, semua orang pasti memiliki cita-cita dan impian yang ingin diraih.
Tanpa sebuah mimpi dan tujuan, seseorang tak akan semangat dalam menjalani kehidupan.

Bahkan impian bagi beberapa orang itu ibarat nyawa. Demi berhasil mengejarnya, mereka rela melakukan tindakan apapun dan keluar dari zona nyaman.

Bagi seorang pembelajar sejati mengejar mimpi tidak hanya diwujudkan dengan menempuh pendidikan S1.

Namun bisa terus dikejar hingga jenjang S2 dan S3. Apalagi jika diwujudkan dengan mendapatkan beasiswa didalam maupun diluar negeri. Mendapatkan beasiswa adalah anugerah sekali dalam seumur hidup.

Navila Roslidah atau akrab disapa Ovik membagikan pengalamannya menembus beasiswa  S2 LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) di Universitas Southampthon  United Kingdom (Inggris) pada tahun 2015.

Navila Roslidah membagikan pengalamannnya dalam Sharing Online#6 Komunitas Turun Tangan Regional Bali di grup Whatsapp  Sabtu (11/7/2020) dari pukul 20.00 Wita. Dipandu Octorio Abel Tasman acara ini berlangsung atraktif dengan metode tanya jawab.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kita mendaftar ke salah satu beasiswa yang ada.

Sebelum mendaftar beasiswa , pastikan perlu diperhatikan niat calon pelamar beasiswa semua sudah bulat  karena proses pendaftaran beasiswa  cukup panjang mulai dari persiapan sebelum pendaftaran, proses seleksi, proses pendidikan, dan proses pengabdian.

Alasannya karena beasiswa disediakan dari lembaga tertentu, lembaga penyedia beasiswa  menginginkan penerima beasiswa untuk memberikan kontribusi kembali yang berupa pengabdian.

Intinya penerima beasiswa memiliki kewajiban berkontribusi bagi negara maupun komunitas usai mendapatkan beasiswa.

Dari proses awal melamar beasiswa, perlu diketahui dulu jenis beasiswa yang ingin kita pilih (dan yang kemungkinan akan memilih kita).

Karena banyak lembaga yang menawarkan beasiswa calon pelamar beasiswa harus memperhatikan hal-hal yang sangat penting.

Pertama, jenjang beasiswa apa yang akan diambil (S1/S2/S3)

Kedua, negara mana yang akan kita pilih. Bagian ini, bisa jadi pilihan untuk memilih beasiswa yang diberikan oleh negara tujuan kita karena tidak semua negara menyediakan beasiswa untuk semua jenjang. Contohnya Türkiye Bursları, beasiswa dari Turki, ini bisa dimulai dari jenjang S1. Contoh lain ada Chevening dari UK yang hanya ada untuk jenjang S2,

Jardine untuk S1 di UK,AAS di Australia untuk S2,Fulbright di US untuk S2/S3, dan LPDP dari Indonesia untuk S2/S3.

"Jadi cek apakah negara tujuan kita masuk dalam daftar universitas yang dibiayai" imbuh Alumni S1 Universitas Negeri Surabaya Tahun 2013 ini.

Ketiga, calon peamar beasiswa wajib mencari tahu tentang persyaratan beasiswanya, mana yang bisa diselesaikan lebih dahulu, jika bisa dicicil supaya tidak terlalu membebani dan bisa optimal.

"Waktu yang saya butuhkan untuk persiapan beasiswa sekitar satu tahun.Jadi, bear with it yaa" saran wanita yang berprofresi sebagai Engliah Instructor ini.

Keempat,selain wajib mengenali beasiswanya calon pelamar  beasiawa juga wajib mengenali kepribadiannya. Seperti kemampuan berbahasa asing,pengalaman organisasi, dan karakter penyedia beasiswa.

"Hal yang penting, tetap berusaha untuk menyesuaikan, tapi selalu be yourself ya" tandas wanita berhijab ini.

Kelima, calon pelamar beasiswa harys  mengetahui seluk beluk kampus tujuan. Dalam sesi wawancara pelamar akan ditanya alasan memilih kampus tujuan.

"Contoh yang harus kita bisa jelaskan adalah modul yang akan kita ambil, kita memilih kampus tersebut karena kampusnya memiliki modul yang sesuai dengan kompetensi kita.Atau lingkungan kampusnya yang mendukung untuk international students.bisa juga ada professor yang kita incar sebagai supervisor kita nantinya.

intinya, kenali kampusnya ya.cari informasi sebanyak mungkin" paparnya.

Keenam, penuhi persyaratan saat tahu apa yang diinginkan oleh kampus untuk langsung melamar.Masing-masing kampus dan beasiswa mempunyai persyaratan spesifik yang perlu kita penuhi.

"Saya dulu daftar ke universitas dulu, kemudian daftar beasiswa.Beberapa teman mendaftar beasiswa dulu kemudian Universitas. Jadi depends ya" pungkasnya.

Ketujuh, ikuti alur seleksi karena sangat penting untuk menentukan timeline calon pelamar beasiswa.Timeline ini penting sebagai pegangan untuk melangkah.

"Saya dulu mengambil keputusan untuk daftar universitas kampus dulu karena timeline pendaftaran kampus buka lebih dulu daripada beasiswanya.Kemudian proses seleksinya juga berbeda dan membutuhkan dokumen yang berbeda. Jika ada di waktu yang berbeda, akan lebih maksimal untuk mempersiapkan karena waktunya tidak bertabrakan.
Kecuali kita bisa manage waktu dengan sangat baik, pasti bisa" himbaunya.

Kedelapan,selalu perbarui perkembangan informasi beasiswa.
sebagai contoh LPDP dari tahun awal berdirinya hingga sekarang, pembukaannya selalu berubah, dokumen yang dibutuhkan berbeda, alur seleksinya pun berbeda.

Kesembilan, Jangan menunda sebuah kesempatan untuk mendapatkan beasiswa.

"Kesempatan tidak datang dua kali ini sering kali benar loh.Dan definisi beruntung menurut saya adalah ketika kita siap ketika kesempatan itu datang.Dan kesempatan datang tanpa pemberitahuan hehe.Jadi, kalau persyaratan sudah dicicil dan diperbarui dari sekarang, itu akan lebih baik, begitu pendaftaran dibuka, kita sudah lebih siap dari yang lainnya.Dan satu yang perlu dipahami, dalam mencari beasiswa, yang menjadi saingan terbesar kita adalah diri kita sendiri" terangnya.

Kesepuluh, penuhi dokumen seperti
CV, motivation letter/personal statement, karya atau lainnya.Selain untuk beasiswa, ini sangat bermanfaat untuk hal lainnya.

"Saya cerita sedikit ya sebagai contoh.Ketika saya kuliah di UK, atase Pendidikan dan Kebudayaan dari KBRI London sedang membutuhkan tim riset dari mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di UK, semua jenjang (S1-S3)," katanya.

"Ketika itu deadlinenya hari itu juga, alhamdulillahnya saya sudah selalu siap dengan cv dan personal statment itu saya edit sedikit untuk menyesuaikan tujuan, alhamdulillah terpilih sebagai salah satu dari 12 mahasiswa yang berada dalam tim tersebut untuk menulis buku riset studi komparasi yang kemudian digunakan oleh Kemendikbud RI.
Pengalaman seperti ini mungkin tampak seperti keberuntungan, tapi pasti ada kesempatan, kesiapan, dan takdir di situ "paparnya.

Kesebelas, relevan maksudnya yang relevan adalah segala sesuatu yang kita sampaikan ketika prosesnya.misal kita mendaftar beasiswa di bidang A, usahakan prestasi (jika ada) yang kita sampaikan juga yang relevan dengan bidang tersebut.

Terakhir adalah, sebelum memulai segalanya, jangan lupa meminta restu orang tua. "Selalu berdoa juga semoga memang rejekinya" tutup Ovik mengakhiri sharing online.

Penulis:  Herdian Armandhani (Citizen Journalism)





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat