Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Instiawati Ayus: Harus Ada Menteri dari Riau di Kabinet Jokowi!
Selasa, 07 Juli 2020 - 13:42:19 WIB

SULUHRIAU- Presiden RI Harus memasukkan seorang Menteri dari Riau pada reshuffle Kabinet Kerja Jilid 2. Kontribusi Bumi Lancang Kuning ke NKRI sangatlah besar dan harus dikompensasikan dengan minimal satu kursi Menteri.

Isu reshuffle atau perombakan kabinet belakangan menghangat dan menjadi bola liar usai Presiden RI Joko Widodo memarahi para menterinya di sidang kabinet 18 Juni lalu. Menurut Anggota DPD RI Asal Riau, Dr. Hj. Intsiawati Ayus, SH., MH., ini harus dijadikan momentum untuk membangkitkan semangat Bumi Lancang Kuning untuk kembali mengajukan proposal kepada Presiden agar, putra Riau diberi kepercayaan menjadi menteri.

“Bukan hanya untuk percepatan pembangunan, tapi juga meningkatkan kelas Riau di kancah perpolitikan dan pembangunan nasional,” tegasnya.

Riau sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar di negeri ini seharusnya menjadi pertimbangan Presiden dalam menyusun kabinet. Besarnya kontribusi Riau, baik dari segi kekayaan alam dan posisi strategis Riau di lintas perdagangan dunia harus dapat porsi lebih.

“Bali, Sumatera Barat, Aceh, Sulawesi Selatan bahkan Papua selalu langganan mendapat ‘jatah’ Menteri saat penyusunan kabinet. Sementara sepanjang Indonesia merdeka, Riau hanya tiga kali kebagian Menteri,” lanjut Intsiawati.

Sampai saat ini, baru Syarwan Hamid, Darwin Saleh dan Lukman Edy, putra Riau yang pernah menduduki posisi Menteri. Syarwan menjabat Menteri Dalam Negeri di Kabinet Reformasi Pembangunan  tahun 1998, Lukman Edy Menteri Menteri Percepatan Daerah Tertinggal era SBY 2007-2009 dan Darwin Saleh sebagai Menteri ESDM 2009-2011. Setelah itu tidak pernah ada lagi Menteri dari Riau. Kalah dengan Bali dan Sumatera Barat yang tidak pernah absen masuk kabinet.

Disadari Intsiawati, Budaya balas jasa sangat kental dalam dunia politik. Partai selaku pengusung tentu mendapat prioritas dalam penyusunan kabinet. Namun kontribusi daerah juga harus dipertimbangkan oleh Presiden saat menentukan pembantu-pembantunya.

“Orang Riau juga banyak yang memiliki kualitas dan kompetensi di segala bidang. Track recordnya juga banyak yang bagus-bagus.  Dan jika Presiden butuh masukan saya siap membantu,” tandasnya.

Menurut Senator yang akrab disapa Iin ini, sudah saatnya Presiden RI memberi perhatian lebih pada Riau. Diharapkan dengan adanya Pos Menteri yang dijabat oleh putra asli Riau, bisa memberikan kesejahteraan pada Provinsi ini.

Riau sudah sejak dulu menyumbang banyak hal pada NKRI, sudah saatnya mendapat prosi dan kue pembangunan yang lebih besar.  (rls)



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat