Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
Studi Fosil, Kaki Seribu Hewan Darat Tertua di Dunia
Minggu, 31 Mei 2020 - 14:43:41 WIB
Seekor binatang kaki seribu berjalan di tangan anggota marinir AS. (reuters)

SULUHRIAU- Serangga kaki seribu atau luwing di Skotlandia bisa jadi termasuk hewan darat tertua di dunia.

Fosilnya ditemukan telah berumur 425 juta tahun. Hewan tak bertulang belakang ini diduga membantu makhluk hidup setelahnya menghuni wilayah daratan.

Fosil hewan yang disebut Kampecaris obanesis dari era Silurian ini ditemukan setelah adanya penggalian di Pulau Kerrera, Kepulauan Inner Hebrides, Skotlandia. Habitat hewan itu diperkirakan ada di tepi danau dan memakan tanaman yang membusuk.

Fosil tanaman tertua yang telah memiliki batang, dikenal dengan Cooksonia, juga ditemukan di ekosistem danau seperti Kerrera.

Dari bukti fosil, para penelitinya mengetahui Kampecaris merupakan hewan darat tertua di Bumi. Namun, beberapa ahli meyakini cacing tanah telah hidup lebih dulu, kemungkinan 450 juta tahun yang lalu.

Penelitian fosil ini dipimpin pakar Paleontologi dari University of Texas dan University of Massachusetts Boston, Michael Brookfield. Hasil penelitian tersebut telah dimuat dalam jurnal Historical Biology yang terbit bulan ini.

Kampecaris, hewan sepanjang 2,5 sentimeter (sekitar satu inci) dengan bagian tubuh tersegmentasi mirip kaki seribu, merupakan salah satu mahluk hidup yang telah dinyatakan punah. Walaupun demikian, Brookfield dkk meyakini Kampecaris bukan pendahulu atau leluhur hewan kaki seribu yang hidup saat ini.

Namun mereka mengelompokkannya ke dalam jenis yang sama yakni Artropoda atau hewan tanpa tulang belakang. Di dalamnya termasuk serangga, laba-laba, kaki seribu, lipan, dan kelompok Krustasea seperti kepiting dan udang.

Hasil penelitian itu juga menjelaskan kalau kehidupan pertama kali berevolusi dari samudera, ditunjukkan dengan adanya keanekaragaman hayati yang mulai terbentuk kurang lebih 540 juta tahun yang lalu. Makhluk hidup di bawah laut butuh waktu lama untuk berevolusi dan menghuni daratan.

Tanaman seperti lumut memulai kehidupan di darat sekitar 450 juta tahun lalu. Tanaman dengan batang seperti Cooksonia kemudian membantu makhluk hidup lebih kompleks berkembang di ekosistem darat.

Kelompok amfibi merupakan hewan pertama yang hidup di daratan. Makhluk itu berevolusi dari ikan dengan sirip berotot yang menghuni perairan dangkal. Berdasarkan studi fosil pula, hewan amfibi pertama kali muncul di daratan sekitar 375 juta tahun yang lalu.

Amfibi merupakan pendahulu reptil, burung, dan mamalia yang hidup saat ini, termasuk di antaranya spesies manusia, yang pertama kali muncul sekitar 300 ribu tahun yang lalu.

Sumber: Tempo.co, Reuters



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat