Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Sosial Budaya
Pengurus Masjid Kehilangan Pemasukan: Biar Allah yang Mencukupi di Akhirat
Selasa, 12 Mei 2020 - 15:54:10 WIB
Mesjid Arrahman Pekanbaru (foto: Int)

SULUHRIAU- Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19 menyebabkan masjid-masjid ditutup untuk umat dan shalat berjemaah ditiadakan.

Di Jakarta, aturan tersebut diperpanjang hingga 22 Mei. Hal ini antara lain berdampak langsung terhadap penghidupan para marbot, atau pengurus masjid.

Mardani bin Muhammad adalah seorang marbot di Masjid At-Taubah di Pancoran, Jakarta Selatan. Mardani sudah 16 tahun bekerja di masjid itu.

Ia mengatakan bahwa Ramadan tahun ini adalah yang paling berat baginya. "Semua orang juga dapat musibah. Ya, yang kerja di PHK, semua diistirahatkan, ya semuanya kan berkurang penghasilannya, otomatis di masjid gitu juga," ujar Mardani kepada BBC News Indonesia.

Sebagai marbot, ayah dari empat anak itu mengatakan ia diberi gaji Rp1 juta setiap bulan. Selebihnya, ia mengatakan pendapatannya berasal dari jamaah yang datang beribadah.

Sebelum wabah merebak, Mardani sebut ia bisa menerima sekitar Rp300.000 hingga Rp400.000 setiap minggu di luar gaji pokok.

Jumlah itu pun bisa meningkat pada masa Ramadan.

"Tahun-tahun sebelumnya kan ramai di sini, acara buka [puasa] ada, ada santunan-santunan. Sore acara buka Maghrib bersama, dan lebih dari 100 orang ada di sini tiap Maghrib," tutur pria berusia 52 tahun itu.

Ia menceritakan bagaimana keramaian itu sebelumnya turut membawa berkah tambahan.

"Biasanya kan abis salat tarawih dikasih honor sekian. Ya cukuplah untuk membeli makan sahur. Sekarang kan salat tarawih tidak dibolehkan. Sekarang tidak ada sama sekali," tambahnya.

Bulan Ramadan yang biasa membawa keceriaan kini berubah drastis bagi Mardani dan keluarganya.

"Biasanya semua udah rapih. Anak-anak biasa hari-hari giniudah rapih, udah pada beli baju buat lebaran. Sejak masuk masa corona, (beda) dari tahun-tahun lalu. Istri saya sebelumnya sudah gak mikirin lagi buat lebaran. Sekarang belum (siap) sama sekali," kata Mardani.

Pandemi yang berkepanjangan juga menimbulkan kecemasan tentang masa depan keluarganya.

Kendati demikian, Mardani merasa bersyukur masih bisa bekerja dan mencari nafkah.

"Alhamdullilah ya sekarang, ya kita bersukur aja dikasih ini yah kita bersyukur. Ya abis mau gimana lagi? Karena ada wabah corona ini, jadinya kita harus maklum," katanya.

Marbot adalah satu dari sekian banyak profesi yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Bahkan jutaan orang kini harus kehilangan pekerjaannya.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jika pandemi Covid-19 berlangsung sampai Agustus 2020, jumlah angka pengangguran di Indonesia akan semakin tinggi, yakni melampaui 4,8% hingga 5%.

'Syukuri saja yang ada'

Kisah serupa juga dialami Nanang Syaifudin, seorang marbot yang bekerja di Masjid Said Na'um di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pria berusia 31 tahun itu menerima gaji Rp2 juta setiap bulan untuk tugasnya yang juga merangkup muadzin dan imam salat selama lima tahun terakhir.

Masjid yang berada di tengah-tengah zona merah wabah itu sudah dikunci sejak awal April. Sehingga, pendapatan tambahan Nanang yang berasal dari sumbangan jamaah pun menjadi tidak menentu.

"Biasanya kan bisa ngasih ke istri, beli ini itu seperti baju ke orang tua, ke kerabat," ujar ayah dari satu anak itu.

Pria asal dari Ciamis, Jawa Barat, itu juga terpaksa menjalankan bulan puasa terpisah dari istri dan anaknya.

Lebih lagi, suasana sepi masjid membuat Nanang rindu salat tarawih berjemaah.

Walaupun demikian, Nanang tetap bersabar menanti agar wabah lekas berlalu.

"Sekarang saya juga di sini yah nggak bisa apa-apa, cuma bisa segini lah. Yah mudah-mudahan musibah ini cepat diangkat sama Allah. Dan apabila yang kena, mudah-mudahan dikasih kesabaran. Dan Allah mengangkat ini menjadikan pahala, dan ini mudah-mudahan cepat selesai, semoga habis lebaran cepat tuntas," ujar Nanang.

Kekhawatiran memang sempat melintasi benaknya jikalau masjid terus terkunci dan jamaah pun tidak kunjung datang.

"Syukuri saja yang sudah dikasih. Biar Allah yang mencukupi di akhirat," tuturnya.

Kas masjid kian 'mepet'

Menurut sekretaris panitia pengurus Masjid Said Na'um, Sumarno, PSBB memang berdampak besar terhadap keuangan masjid. Isi kas pun semakin tergerus, jelasnya.

"Yah kalau sekarang keuangan ya memang masjid itu ya agak repot ini karena karyawan harus dikasih terus, kemudian rekening listrik jalan terus, pemasukan dari jamaah nggak ada. Yah sekarang sudah mepet banget," kata Sumarno.

Ia menambahkan bahwa pihak panitia dan yayasan masjid akan membahas strategi untuk jangka panjang.

"Sekarang kita udah punya bayangan ini kalau lama-lama jamaah nggak bisa masuk, ya repot itu kas masjid," ujar Sumarno.

Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengatakan pihaknya turut memantau kondisi masjid-masjid di tengah wabah, termasuk kesejahteraan marbot.

"Masjid-masjid itu tetap memerlukan tenaga, misalnya marbot untuk kebersihan, karena itu marbot-marbot ini memang juga mendapatkan insentif tetap dari masjid itu, itu berlangsung biasa. Hanya memang ada yang memadai, ada juga yang kurang," kata Sekretaris Jenderal DMI, Imam Addaruqutni.

Ia sebut bahwa DMI berkomunikasi dengan beberapa lembaga yang dapat membantu marbot selama pandemi, seperti Badan Amil Zakat Nasional.

Walaupun demikian, Imam mengatakan pihaknya belum menganjurkan agar masjid dapat beroperasi lagi demi mencegah penyebaran Covid-19.

"Kita juga tetap memberikan satu anjuran untuk tetap berhati-hati terutama dalam menjaga ketertiban lingkungan," tutur Imam.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi membuka opsi relaksasi pembatasan untuk rumah ibadah.

Hal itu ia utarakan dalam menanggapi pertanyaan dari beberapa anggota Komisi VIII terkait pelaksanaan pembatasan aktivitas agama di rumah ibadah dalam rapat kerja secara virtual dengan Komisi VIII DPR pada Senin (11/5/2020).

Namun, Fachrul mengakui bahwa hal itu masih sebatas tahap pembahasan di dalam kementerian.

Sumber: BBC News Indonesia.com




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat