Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Peristiwa
Heboh!
8 Pemudik Dipastikan Terjangkit Corona, Terungkap Setelah Salah Satu Kerabat Meninggal Mendadak
Rabu, 29 April 2020 - 13:32:47 WIB

SULUHRIAU- Rombongan delapan orang pemudik yang datang dari Jakarta ke Cilacap, Jawa Tengah, membuat heboh. Mereka akhirnya dipastkan positif terjangkit virus Corona. Ironisnya, kondisi itu baru terungkap, setelah ada salah seorang kerabat pemudik itu yang meninggal dunia secara mendadak.

Saat ini, kasus itu sudah jadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Seperti diingatkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, peristiwa itu seharusnya jadi pengingat bagi warga, supaya tidak melakukan mudik secara sembunyi-sembunyi. Karena hal itu bisa jadi sangat berpengaruh dalam penyebara virus Corona.

Kondisi yang dialami rombongan delapan orang pemudik itu, dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi. Dituturkannya, kondisi delapan pemudik yang terjangkit Corona itu, baru terungkap setelah kakak salah seorang pemudik itu, meninggal dunia secara mendadak. Sang kakak meninggal hanya selang beberapa hari setelah adiknya pulang ke rumah.

Kematian sang kakak, dirasa mengejutkan pihak keluarga. Pasalnya, si kakak tidak memiliki riwayat bepergian atau datang dari wilayah zona merah Corona.

Buntut dari kejadian itu, akhirnya dilakukan rapid test kepada sang adik yang baru mudik. "Hasilnya positif (Corona)," ujarnya, dilansir detik.com, Rabu (29/4/2020).

Berdasarkan hasil itu, petugas pun melakukan tracing. Pasalnya, dari keterangan si pemudik tersebut, dia pulang ke Cilacap bersama tujuh rekan lainnya dari Jakarta dengan menggunakan mobil travel bersama-sama. Tak hanya itu, selama berada di Jakarta, mereka tinggal dalam satu kontrakan dan bekerja di tempat yang sama di sebuah perusahaan konveksi.

"Hasilnya, tujuh orang lainnya dari hasil rapid test juga positif. Dari delapan orang tersebut, terdapat satu keluarga yang terdiri atas bapak, ibu, dan anak," tambah Pramesti.
 
Melihat perkembangan yang mengejutkan itu, saat ini kedelapan pemudik itu telah ditetapkan menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) dan harus diisolasi di RSUD Majenang. Untuk memastikan kondisi kesehatan mereka, Pramesti mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil lab dari cek swab yang dikirim ke laboratorium di Yogyakarta. Termasuk hasil pemeriksaan terhadap jasad kakak pemudik yang meninggal.

Dalam kesempatan itu, Pramesti mengimbau, bagi para pemudik yang terlanjur pulang di kampung halaman, diminta  mematuhi anjuran pemerintah dengan melakukan karantina selama 14 hari. Hal ini sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

"Jika tidak ada gejala, harus melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Jangan ke mana-mana, jangan berkerumun," ujarnya.

 
Jika tiba-tiba muncul gejala sakit. Diharapkan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. [***]

Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat