Kamis, 01 Oktober 2026 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat | Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
 
 
☰ Ekbis
Menurut Prof Asep Syaifuddin, Indonesia Terancam Kolaps
Rabu, 15 April 2020 - 14:26:17 WIB
Ilustrasi [int]

SULUHRIAU- Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Asep Syaifuddin mengungkapkan, masalah pandemi virus corona COVID-19 sangat berat. Dampaknya jauh lebih dahsyat daripada sekadar krisis ekonomi.

Ahli statistik ini memprediksikan bila pandemi masih belum tertangani hingga Desember 2020, Indonesia terancam kolaps dan tidak ada negara yang bisa langsung membantu.

"Ini harus disadari oleh semua lapisan masyarakat. Kondisi saat ini betul-betul sangat berat dan masif. Bila tidak ada kedisiplinan masyarakat dalam menjaga jarak sosial dan jarak fisik sudah bisa dipastikan pandemi Covid-19 sulit berakhir di bulan Mei atau Juni sekalipun," kata Prof Asep seperti dilansir JPNN.com, Rabu (15/4/2020).

Dia melanjutkan, para ahli membuat prediksi pandemi akan berakhir pada Juni 2020. Itu asumsinya bila masyarakat betul-betul taat sekaligus melakukan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

Bila keadaan ini tidak berjalan, lanjut Asep, misalnya karena kebiasaan awal puasa orang-orang belanja, lalu tarawih berjemaah, plus mudik lebaran, bisa terjadi keadaan sosial dan ekonomi sangat mengerikan.

"Jadi, tolong dicamkan bahwa situasi wabah Covid-19 ini bukan main-main," tegas rektor Universitas Al Azhar ini.

Dari segi ekonomi, saat ini pengetatan ikat pinggang, karyawan, PNS, TNI, Polri, harus rela tidak menerima bonus bahkan gaji ke-13.

Pemerintah pusat dan daerah tidak perlu membeli barang-barang yang tidak terkait dengan penanggulangan Covid-19.

Dana-dana APBN/APBD diprioritaskan ke upaya melawan Covid-19. Semua aparat melakukan efisiensi yang super ketat supaya program-program penanggulangan Covid-19 bisa efektif.

Asep menambahkan, faktor ekonomi pertanian sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan. Karena saat ini negara-negara asing pun akan menjaga produk untuk kepentingan mereka sendiri.

Artinya ekspor impor akan mandek. Untuk itu, perlu kebijakan subsidi pertanian baik input ataupun output. Misalnya dengan membeli produk.

"Prioritaskan subsidi untuk produk-produk pertanian rempah-rempah (empon-empon) yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Seperti jahe, kunyit, temulawak dan lainnya. Tentu makanan pokok (staple food) lokal seperti jagung, ubi-ubian, sagu harus digenjot lagi, selain beras," bebernya.

Konsultasi kesehatan lewat digital juga perlu digerakkan. Health market place menjual produk multivitamin yang bisa membantu stamina masyarakat.

Bagi PDP dan atau orang positif Covid-19 bisa melakukan karantina mandiri di rumah dengan konsultasi digital ke penyedia jasa yang bisa mengirim produk kesehatan untuk melawan Covid-19 (multivitamin, rempah-rempah/obat-obatan herbal, coconut virgin oil, madu yang semuanya berbasis lokal) dan dokter konsultan.

"Artinya saat ini teori 4-helix (pemerintah, perusahaan, petani, dan media massa) harus dijalankan. Fokus 4-helix di pertanian, pangan, dan kesehatan. Adapun media massa terus membantu penyebaran informasi yang berguna bagi sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat," tandasnya. (***)




 
Berita Lainnya :
  • Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
    02 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    03 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    04 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    05 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    06 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    07 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    08 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    09 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    10 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    11 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    12 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    13 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    14 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    15 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    16 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    17 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    18 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    19 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    20 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    21 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    22 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat