Bupati Bintan Kecewa dan Sorot TKA Asal China Masuk ke PT BAI di Tengah Pandemi Covid-19
Rabu, 01 April 2020 - 09:39:14 WIB
SULUHRIAU, Bintan- Bupati Bintan Apri Sujadi kecewa dan menyorot terkait masuknya sejumlah tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Bintan yang bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di tengah pandemi covid-19 melanda negeri ini.
Pasalnya, ia mengaku banyak menerima laporan dan keluh kesah tenaga kerja lokal dan masyarakat tentang masuknya TKA tersebut.
Bupati menuturkan, Pemkab Bintan tidak memiliki kewenangan penuh untuk melarang TKA ini. Kewenangn dan pengawasan masuknya tenaga asing yang ada di Kementerian pusat dan Disnaker Provinsi Kepri.
Ia mengaku merasa prihatin, di tengah negeri ini mati-matian melawan penyebaran virus corona atau covid-19, justru warga asing yang masuk ke wilayah Bintan diduganya tidak mengikuti prosedur karantina.
"Saya mendapat informasi tentang hal ini. Sebagai kepala daerah tentu menjadi tanggungjawab menyelematkan warga dari ancaman covid-19 dan itu juga melaksanakan instruksi dari pusat," katanya, Selasa (31/3/2020).
Ia mengatakan, masuknya TKA ini harus menjadi perhatian dan tanggungjawab bersama di tengah semangat mengantisipasi merebaknya wabah virus korona baru atau Covid-19 terutama di wilayah Kepri ini.
Untuk itu kata Apri, ia telah menugaskan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bintan untuk melakukan komunikasi serta berkordinasi mencari solusi masalah ini ke Disnaker Provinsi Kepri.
“Saya sudah minta Disnaker Bintan turun ke sana, meskipun kewenangan dan pengawasan masuknya TKA China ke PT BAI tidak ada pada kita," katanya.
Ditambahkan, perhatian bagi Pemkab Bintan karena para pekerja lokal sudah sangat kawatir dan resah dengan kehadiran para TKA asal China yang bekerja di PT BAI di Kawasan Galang Batang Bintan itu.
Menurutnya, PT BAI tidak memiliki empati atas situasi yang terjadi saat ini, dimana saat ini sudah genting sehubungan wabah Covid-19.
Bupati juga mengatakan juga, secara psikologis dirinya merasa sangat terganggu dengan masalah ini. "Saya minta agar PT BAI melakukan isolasi di tempat yang aman bagi pekerja asal China itu selama 14 hari," katanya.
"Saya berharap kepada pihak pemberi izin untuk stop dulu masuknya TKA ini, serta bantu Pemda dan seluruh masyarakat yang bergerak dalam memerangi covid-19,†tegasnya.
Masuknya TKA asal China ke PT BAI sudah banyak dikeluhkan tenaga kerja lokal. Salah seorang sumber tenaga kerja lokal PT BAI yang enggan ditulis namanya mengatakan, bahwa pekerja asing itu kerap masuk di PT BAI sejak beberpa waktu terakhir ini. "Kami mulai resah dengan hal ini," kata salah seorang pekerja.
Sementara itu, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang Agus Jamaludin membenarkan kedatangan puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, melalui Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban.
"Benar, hari ini ada sekitar 39 TKA asal China masuk ke Kabupaten Bintan," kata Agus Jamaludin di Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (31/3/2020).
Agus mengatakan seluruh TKA tersebut telah menjalani pengecekan suhu tubuh, dan tidak ada yang menunjukkan gejala Covid-19.
"Mereka juga dilengkapi surat keterangan sehat dari negaranya," ujar dia.
Dari laporan yang diterima pihaknya, Agus mengatakan para TKA itu akan menuju ke PT Bintan Alumina Indonesia (BAI). Tapi belum dapat dipastikan apakah untuk keperluan bekerja atau yang lain.
"Saya tidak tahu pasti, silahkan konfirmasi ke PT BAI atau Disnaker Bintan," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bintan Indra Hidayat menyebut sudah menerima informasi mengenai kedatangan puluhan TKA asal China itu.
Pihaknya bersama tim terpadu yang meliputi Disnaker Bintan, Disnaker Provinsi Kepri, Polres, Dinas Kesehatan, Imigrasi Tanjungpinang, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), akan turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap tenaga kerja asing tersebut."Insya Allah, besok kami akan turun pemeriksaan ke PT BAI," ujar dia. [Jaka Syafpriadi, tim]<
Komentar Anda :