Oknum Anggota DPRD Meranti Bentak Tenaga Medis Gegara tak Diberi Masker?
Senin, 30 Maret 2020 - 21:12:57 WIB
SULUHRIAU, Meranti- Petugas medis yang menjadi garda terdepan berugas memeriksa dan memantau penumpang di Pelabuhan Kecamatan Rangsang menjadi sasaran kemarahan oknum anggota DPRD Meranti.
Hal itu terjadi ketika permintaan Oknum anggota dewan kepada petugas medis di pelabuhan tidak dituruti sehingga oknum anggota dewan itu dan membentak petugas tersebut.
Kejadian yang disayangkan ini terjadi Senin (30/3/2020) pagi tadi sekitar pukul 8.30 Wib di pelabuhan penumpang Tanjung Samak, Kabupaten Kepukauan Meranti.
Menurut pengakuan salah satu tim Medis tersebut drg Midah, itu terjadi saat ia bersama dua rekan medis lainya sedang bertugas di pelabuhan untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan penumpang terkait pencegahan Covid-19.
"Disaat kami lagi bertugas, oknum anggota dewan itu mendatangi kami dan meminta masker, lalu kami memberi penjelasan bahwa kami tidak ada, hanya membawa 3 saja untuk kami petugas medis disini.
Petugas medis menjelaskan masker itu adanya di puskesmas. "Kami hanya membawa sesuai kebutuhan kami saja dan oknum anggota DPRD itu tidak terima dan terus bertanya kenapa tidak dibawa lebih ke pelabuhan, kami jelaskan bahwa kami hanya membawa 3 saja karena keterbatasan persediaan itupun tidak banyak hanya untuk petugas medis dan orang sakit," jelas Midah.
"Tidak terima dengan penjelasan itu, oknum anggota dewan itu mulai emosi dan membentak-bentak kami di depan masyarakat dan penumpang yang ada di sekitar lokasi," ungkap Midah
Sikap oknum anggota DPRD Kepulauan Meranti dari FPDI-P itu disayang banyak pihak. Di tengah-tengah kondisi keresahaan menangani wabah virus Corona atau Covid-19 saat ini masker susah di dapatkan, dan juga terbatas sehingga masker untuk bagi orang yang sakit dan tim medis yang bersentuah lasung dalam mencegah virus Covid-19 yang mematikan itu.
"Tindakan wakil rakyat itu kurang terpuji, "kata salah seorang warga, Robin, menyikapi hal ini.
Sementara itu, Oknum anggota DPRD Kepulauan Meranti yang diketahui bernama Bobi Hariandi ketika ditemui sejumlah wartawan di gedung DPRD Kepulauan Meranti, mengakui jika dirinya sempat meminta masker kepada petugas medis, namun tidak sampai marah dan membentak seperti yang diutarakan oleh petugas medis.
"Waktu di pelabuhan saya bertanya kepada petugas apakah ada masker. Lalu dijawab jika masker ada di Puskesmas, lalu saya tanyakan lagi kalau memang ada kenapa tidak diletakkan di pelabuhan saja biar masyarakat bisa menggunakannya. Namun ketika saya tanyakan dia tidak begitu respon namun sibuk mengetik di handphone-nya. Saya pun tidak tahu jika dia petugas kesehatan karena mukanya tertutup masker," kata Boby.
Sambil berlalu pergi, Boby mengaku sempat mengambil foto petugas tersebut dengan smartphone-nya, tudak sampai disitu Bobi Hariandi juga mengakui bawa saat ini dirinya susah mendapatkan masker, perelengkapan medis dalam menagani pencegahan Covid-19 tidak memadai, tidak hanya itu ia juga mengakui kalau masker diperuntukan bagi orang yang sakit maupun tim medis.
"Saya akui saya ada ambil fotonya namun tidak ada maksud lain, hanya ingin memastikan saja jika dia petugas. Saya Pastikan tidak ada indikasi lain, saya juga tidak dendam dan tidak memperpanjang masalah ini. Kalau dia salah saya maafkan, dan jika saya salah, saya yang minta maaf," pungkas Boby.(tmy)
Komentar Anda :