Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Dua Pangeran arab Saudi Ditangkap
Benarkah 2 Pangeran Kerajaan Arab Ingin Kudeta Tahta Raja Salman
Sabtu, 07 Maret 2020 - 20:49:12 WIB

SULUHRIAU- Dua pangeran Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Ahmed bin Abdulaziz dan Pangeran Mohammed bin Nayef telah ditangkap pihak keamanan setempat karena dituduh merencanakan kudeta untuk merebut tahta dari tangan Raja Salman bin Abdulaziz dan Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman.

Namun, usai penangkapan itu. Banyak yang meragukan bahwa kedua pangeran benar-benar ingin melengserkan Raja Salman dan putra dari tampuk tertinggi Kerajaan Arab Saudi.

Salah satu yang meragukan kudeta terjadi ialah Rami Khoury, seorang profesor jurnalisme dari American University of Beirut. Seperti diberitakan Aljazeera, Sabtu 7 Maret 2020.

Rami sangat ragu Pangeran Ahmed dan Pangeran Mohammed mampu melakukan kudeta. Sebab, jika dilihat dari posisi mereka saat ini, mereka jelas tak memiliki kekuatan untuk dihimpun menjadi sebuah aksi kudeta.

Karena selama ini, mereka sudah berada dalam kendali penuh Pangeran Mohammed bin Salman. Semua kekuatan terutama keamanan kerajaan sudah berada di tangan sang Pangeran Mahkota itu.

Menurutnya, penangkapan itu cuma bukti kegelisihan yang dialami Pangeran Mohammed bin Salman atas tahta raja yang secara de facto sudah berada di genggamannya.

"Ini adalah tanda kegelisahan putra mahkota dan orang-orang di sekitarnya yang memerintah Arab Saudi karena mereka mungkin berharap raja akan turun tahta atau meninggal segera. Mereka berharap mungkin ada semacam tantangan untuk suksesi," kata Rami.

Sementara itu menurut Becca Wasser, seorang analis kebijakan di RAND Corporation. Penangkapan itu malah seperti upaya Pangeran Mahkota untuk memuluskan langkahnya menuju singgasana raja.

Sebab, kedua pangeran yang ditangkap ini dianggap menjadi pesaingnya untuk bisa menggantikan posisi Raja Salman. Jadi Pangeran Mohammed bin Salman mengambil aksi cepat dengan upaya penangkapan tersebut.

"Pangeran Mohammed berani, dia telah menggulingkan ancaman apa pun untuk kenaikannya, dan memenjarakan atau membunuh kritik terhadap rezimnya tanpa dampak apa pun," Becca Wasser.

Memang sebenarnya jika dilihat dari posisi sebagai anggota kerajaan, Pangeran Ahmed sangat bisa berpeluang menjadi raja. Sebab dia adalah adik kandung dari Raja Salman.

Kedua pangeran itu ditangkap dengan tuduhan melakukan pengkhianatan dari ingin merebut tahta kekuasan. Mereka sudah dijebloskan ke penjara dan terancam mendapatkan hukuman penjara seumur hidup.

Kedua pangeran itu dibawa oleh petugas pengadilan Kerajaan Arab dengan mengenakan topeng berwarna hitam. Tak cuma itu, pihak berwenang juga telah melakukan penggeledahan di rumah keduanya.

Mohammed bin Nayef merupakan mantan menteri dalam negeri, posisi yang kuat dengan pengawasan pasukan dan layanan intelijen besar Riyadh, dan telah secara efektif berada di bawah tahanan rumah sejak ia dipindahkan dari jabatan itu oleh MBS pada 2017.

Selama beberapa tahun terakhir, kedudukan mereka dalam keluarga kerajaan telah berkurang ketika Raja Salman mengkonsolidasikan kekuasaan dan mengangkat putranya, MBS, sebagai pangeran mahkota dan penguasa de facto kerajaan.

Sumber: viva.co.id
Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat