Rabu, 19 Agustus 2026 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu | Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah | Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi | Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional | Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM | Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
 
 
☰ Peristiwa
Tiba di Natuna, 238 WNI dari Wuhan Bakal Diobservasi 14 Hari
Minggu, 02 Februari 2020 - 20:14:23 WIB

SULUHRIAU- Sebanyak 238 warga negara Indonesia (WNI) tiba di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau dari Bandara Hang Nadim, Batam. Mereka diangkut oleh tiga pesawat, dua jenis Boeing dan satu Hercules.  

Pesawat pertama tiba pada pukul 11.05 WIB, pesawat kedua mendarat pukul 11.22 WIB. Sementara pesawat ketiga sampai sekitar pukul 11.50 WIB.

Ketiga pesawat parkir di dekat hanggar yang dijadikan lokasi untuk observasi ratusan WNI. Di dalam hanggar tersebut terdapat 10 tenda yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap untuk menampung dan mengobservasi WNI.

Saat pesawat pertama tiba, Menteri Kesehatan Terawan Putranto dengan menggunakan pakaian pelindung masuk ke pesawat. Sebelumnya dia mengatakan, memang akan menyambut WNI yang datang dari Wuhan, China.

Ratusan WNI tersebut akan kembali melakukan pengecekan, meski 238 WNI sudah dinyatakan sehat, sehingga dievakuasi ke Indonesia. "Tahap-tahap WHO dijalani sesuai dengan prosedur. Kondisi WNI (yang dievakuasi) sehat," kata dia, dikutip dari tvOne.

Sebelumnya dikabarkan ada 245 WNI yang akan dievakuasi, namun empat orang menolak pulang dan tiga orang WNI tidak lulus tes kesehatan untuk dievakuasi. Akibatnya, mereka harus menjalani perawatan di Wuhan, China.


Adapun sebanyak 238 WNI akan dilakukan beberapa tahapan dan dua skema dalam observasi. Skema pertama, membagi dua antara WNI di Wuhan dan kru yang menjemput. Untuk kru akan diobservasi antara 2-3 hari ke depan, sedangkan WNI selama 14 hari hingga dinyatakan aman untuk berbaur dengan masyarakat.

Terawan pun menjamin bahwa WNI yang diobeservasi akan makan enak selama observasi. Diupayakan supaya WNI yang diobeservasi nyaman, senang dan tidak stres hingga imunitas tubuhnya menjadi baik. Mereka juga tidak dilarang untuk berkomunikasi dengan keluarga atau teman, hanya kontak fisik yang dibatasi.

"Supaya tidak stres, ada juga senam, TV ada. Semua ada fasilitas," ujarnya.

Sementara Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih menjelaskan bahwa dalam observasi akan dicek mana orang yang terindikasi terinfeksi dan yang tidak. Bagi yang terindikasi terinfeksi akan dipisahkan ke ruangan khusus, yakni ruang isolasi.

"Di ruangan isolasi ini, mereka akan menjalani pengobatan dan pemulihan. Kalau sudah pulih dan sehat baru dilepas ke masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir yang dilepas itu clear dari penyakit," tuturnya.

Sumber: viva.co.id
Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
  • Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
  • Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
  • Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
  • Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
    02 Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
    03 Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
    04 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
    05 Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
    06 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
    07 Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
    08 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    09 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    10 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    11 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    12 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    13 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    14 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    15 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    16 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    17 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    18 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    19 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    20 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    21 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    22 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat