Kamis, 01 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Ekbis
AS Cabut Label China sebagai Manipulator Mata Uang
Selasa, 14 Januari 2020 - 16:35:20 WIB

SULUHRIAU- Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS), mengumumkan bahwa AS telah mencabut tuduhan China sebagai manipulator mata uang.

Keputusan ini diumumkan jelang kesepakatan dagang AS-China yang akan ditandatangani oleh perwakilan kedua negara, pada Rabu (15/1).

Sebelumnya pada Agustus 2019, pemerintahan Trump mencap China sebagai manipulator mata uang dan menuduh China mendevaluasi yuan untuk membuat ekspor lebih kompetitif. Menurut Departemen Keuangan AS, otoritas Cina telah membiarkan mata uangnya melemah dan mencapai titik terendahnya dalam 11 tahun terakhir, agar barang-barang China lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Departemen Keuangan AS telah menghapus label manipulator mata uang terhadap China dalam laporan mata uang tahunannya. Laporan ini sebelumnya telah ditunda selama tiga bulan oleh pemerintahan Trump hingga komitmen dengan China terhadap nilai mata uang bisa disepakati.

China berkomitmen transparansi mata uang

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan pada Senin (13/01) bahwa tuduhan manipulator mata uang terhadap China telah dicabut, menyusul perjanjian dagang tahap satu yang akan ditandatangani AS-China pada Rabu (15/01).

Mnuchin mengatakan China telah membuat komitmen untuk menahan diri dari devaluasi mata uang dan akan lebih transparan.

Meski telah dihapus dari daftar hitam, Departemen Keuangan AS akan tetap memantau secara ketat praktik mata uang China. Dilansir dari kantor berita Reuters, pada Senin (13/01), mata uang Yuan mencapai angka tertingginya selama lima bulan terakhir, menjelang penandatanganan kesepakatan dagang AS-China tahap satu.

Partai Demokrat mengkritik


Pada Senin (13/01), Pemimpin Minoritas Senat dari partai Demokrat Chuck Schumer mengkritik langkah Departemen Keuangan AS, dengan mengatakan pemerintahan Trump justru mengalami kemunduran dengan mencabut tuduhan itu.

"China adalah manipulator mata uang, itu fakta," ujar Schumer lewat pernyataan tertulis yang dikeluarkan oleh kantornya.

"Sayangnya, Presiden Trump lebih suka mengalah kepada Presiden Xi Jinping daripada tetap bersikap keras pada China."

Meskipun begitu, banyak pihak menilai tuduhan manipulasi mata uang yang dikeluarkan pemerintahan Trump pada bulan Agustus 2019 hanya sebagai langkah simbolis. Tuduhan itu harusnya menghasilkan kesepakatan antara AS-China yang biasanya berujung pada sanksi dagang, seperti yang selama ini telah dilakukan oleh AS selama perang dagang dengan China.

Sumber: (detik.com, reuters, AP, AFP)
Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat