Kamis, 01 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Ekbis
Dilema Pemilik Motor Bekas Banjir: Mau Servis Mahal, Dijual Anjlok
Jumat, 10 Januari 2020 - 10:35:33 WIB

SULUHRIAU- Banjir yang menggenangi Jakarta dan sekitarnya pada malam pergantian tahun, membuat banyak sepeda motor tenggelam hingga mengakibatkan mesin rusak.

Hal itu membuat sebagian pemilik bingung, antara membawanya ke bengkel, atau langsung menjualnya saja.

Bukan menjadi rahasia umum lagi, jika kerusakan kendaraan yang diakibatkan rendaman banjir memerlukan banyak biaya untuk memperbaikinya. Sebab, bukan hanya satu atau dua komponen saja yang perlu diganti, namun separuh bahkan hampir menyeluruh. Setidaknya hal itu yang diungkapkan salah seorang pedagang motor bekas.

“Iya, pastinya mahal. Karena kalau motor abis terendam banjir, kita perlu menguras bensin, radiator, oli, dan lainnya. Misal itu matik, biasanya juga ada perbaikan di komponen CVT, belum lagi kalau ada kerusakaan di bagian kelistrikan, kan lumayan juga,” ujar pemilik diler motkas Tirta Motor di bilangan Bekasi Barat, Dul Ahmadi kepada 100KPJ, Kamis (9/1/2020).

Ia menambahkan, dengan biaya yang cukup besar, bisa jadi sebagian pihak enggan membawanya ke bengkel. Apalagi, saat musim banjir kemarin, permintaan akan perbaikan kendaraan sedang tinggi-tingginya, jadi kemungkinan harga yang dipatok penyedia jasa reparasi itu pun akan naik.

Lantas, apakah lebih baik langsung menjualnya saja ke diler dan pedagang motor bekas? Nyatanya, tidak juga. Dul menyebut, para pedagang tentu tak ingin mengambil risiko dengan menerima tawaran motor eks banjir dari sang pelanggan.

Sebab, jika kerusakannya terlalu parah, beban yang ditanggung pun akan besar. Pihaknya juga pasti akan kesulitan andai ingin menjualnya kembali.

“Saya (sebagai pedagang) kan harus bisa pastikan, konsumen yang nantinya beli, enggak menyesal. Tapi saya bilang, setelah diperbaiki, motor bekas banjir itu pasti bisa kembali normal, jadi jangan takut,” kata dia.

"Tapi kan biaya (perbaikannya) emang enggak sedikit, apalagi yang (mesinnya) benar-benar enggak hidup. Jadi prinsipnya, kalau saya ngelempar harga dan orang yang pengen jual enggak mau, ya enggak masalah," kata dia menambahkan.

Kenyataan tersebut pun memunculkan dilema di benak para pemilik kendaraan bekas kebanjiran. Jika ingin diperbaiki ke bengkel, biayanya tak sedikit. Lantas jika ingin menjualnya ke diler motkas, pasti akan sedikit sulit, belum lagi harga yang ditawar pun pasti jauh lebih rendah.

Dul mengingatkan, sebelum mengambil keputusan dari dua pilihan tersebut, ada baiknya jika melakukan beberapa pertimbangan.

Misalnya, jika usia motor masih muda—artinya belum lama dibeli dan kerusakannya hanya sepele, sebaiknya bawa saja ke bengkel. Namun, jika motor itu sudah cukup tua, dan biaya reparasi terlalu tinggi, menjualnya ke pedagang tak ada salahnya. (vvc, jan)




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat