Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Peristiwa
Penyebab Marak Ular Kobra hingga Intelijen Pun Dilibatkan
Selasa, 17 Desember 2019 - 20:25:52 WIB

SULUHRIAU- Warga di sejumlah wilayah diteror ular kobra. Ular tidak hanya meneror warga di pemukiman, tapi juga di sekolah hingga pasar.

Beberapa wilayah yang dihebohkan karena kasus ular kobra, yakni Depok, Jakarta, Klaten, Bekasi hingga ke Aceh Besar. Bahkan, di musim penghujan, Dinas Pemadaman dan Penyelamatan Kota Depok kebanjiran pengaduan terkait ular.

Selama sebulan terakhir, ada lebih dari 20 aduan soal kasus atau temuan ular. Jumlah itu meningkat dibanding bulan biasanya, yang cuma sekitar lima laporan. 

Musim hujan waktu menetas telur ular


Peneliti reptil dari Pusat Penelitian Biologi LIPI Amir Hamidy menuturkan bahwa ada dua jenis ular kobra di Indonesia, yakni Kobra Sumatera atau Naja sumatrana yang terdapat di Sumatera dan Kalimantan serta kobra Jawa atau Naja sputarix yang terdistribusi di Jawa, Bali, Lombok, Komodo, Rinca, Sumbawa, dan Flores.

Dia menjelaskan bahwa ular kobra Jawa menghuni tipe habitat, seperti perbatasan hutan yang terbuka, savana, persawahan, dan pekarangan. Ular tersebut memiliki panjang rata-rata 1,3 meter hingga 1,8 meter.

Induk betina ular kobra Jawa sekali bertelur bisa menghasilkan 10-20 butir telur. Telur-telur tersebut akan menetas dalam rentang waktu tiga sampai empat bulan. Telur kobra diletakkan di lubang-lubang tanah atau di bawah serasah daun kering yang lembap. Awal musim penghujan merupakan waktu menetasnya telur ular dan fenomena ini wajar dan merupakan siklus alami.

Punya bisa berbahaya

Komandan Regu Dinas Damkar dan Penyelamatan Depok Merdy Setiawan
Ular Kobra Teror Warga Depok, Bekasi hingga Aceh Besar
Ular ini bisa menegakkan dan memipihkan lehernya, melengkung menyerupai sendok, apabila merasa terganggu atau merasa terancam oleh musuhnya. Ular ini juga punya kemampuan menyemprotkan bisa (venom). Bayi ular sekali pun punya venom yang berbahaya.

Intelijen dilibatkan


Untuk menangkap dan mengatasi teror ular kobra, warga dibantu TNI, Polri dan komunitas reptil. Namun tak cukup mereka, banyaknya kasus temuan ular ini membuat Wali Kota Depok Mohammad Idris melakukan kajian dan melibatkan komunitas intelijen daerah untuk mengungkap apakah kasus ular ini fenomena alam atau ada faktor lain.

"Saya pikir kalau faktornya adalah habitat mereka terganggu dengan bangunan yang ada, saya rasa harus kita kaji dulu," kata dia. 

Itu lantaran berdasarkan pengalamannya di Arab Saudi, sempat terjadi kasus banyaknya ular dan saat ditelusuri ternyata bukan karena faktor alam. Yang terjadi, ternyata ada oknum yang sengaja menaruhnya untuk memprovokasi keadaan.

"Saya tidak menduga, kami sedang mangkaji faktornya apa, bersama dengan pihak Damkar, polisi, Kominda (komunitas intelijen daerah)," ujarnya.

Sumber: Viva.co.id
Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat