Senin, 17 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Sosial Budaya
Tela'ah
Sanad Kelompok Salafi Wahabi dan Sebarannya di Indonesia
Kamis, 05 Desember 2019 - 17:43:01 WIB
Jabat tangan antara wahabisme yang diidentikkan dengan Saudi dengan Indonesia. Ternyata, sudah terjadi sejak lama. [Foto: Islami.co]

SULUHRIAU- Ada yang bilang sanad Salafi hanya sampai pada Ibnu Taymiyah, benarkah demikian?

Berbicara mengenai genealogi salafi, sebenarnya sudah ada jauh sebelum Ibnu Taimiyah. Arrazy Hasyim dalam penelitian desertasinya menyebutkan bahwa salafi pertama kali muncul pada masa Aḥmad ibn Ḥanbal (164 H.) di Baghdad pada masa mihnah.

Ibnu Hambal dan para pengikutnya mendapatkan intimidasi dari pemerintah yang saat itu dipengaruhi oleh teologi Muʽtazilah.

Kejadian yang menimpa mereka menjadi semacam trauma teologis sehingga melahirkan kaedah-kaedah yang defensif dan reaktif. Ungkapan-ungkapa tersebut dijadikan panduan dan diriwayatkan sebagaimana hadis, salah satu ungkapan Ahmad bin Hambal tersebut adalah:

لست بصاحب كلام ولا أدري الكلام في شيء من هذا، إلا ما كان في كتاب الله أو حديث عن النبي صلى الله عليه وسلم أو عن أصحابه أو عن التابعين رحمهم الله، فأما غير ذلك فإن الكلام فيه غير محمود

“Aku bukanlah orang yang suka ilmu kalam, aku tidak menilai kalam sedikitpun kecuali yang terdapat pada kitab Allah atau hadis dari Nabi Saw. atau dari para sahabatnya, dan tabiin. Adapun selain itu, maka membicarakannya adalah tidak terpuji.”

Selanjutnya pada abad kelima dan awal abad keenam tokoh-tokoh Hanabilah yang lebih terkenal sebagai teolog di Baghdad seperti Ibn Abu Hamid, al-Qadi Abu Yaʽla dan Ibn al-Jauzi. Ajaran mereka lalu dibawa oleh Ibn Qudamah ke Damaskus. Ini merupakan akhir kejayaan teologi Hanabilah di Baghdad dan awal perkembangan di Damaskus. Tokoh-tokoh tersebutlah yang menjadi poros genealogi (madar sanad) teologi Salafi sebelum abad kedelapan. Pada abad kedelapan muncul Ibnu Taimiyah sebagai tokoh  dan memiliki simpatisan cukup banyak.

Setelah Ibnu Taimiyah ajaran teologi salafi dikembangkan oleh murid-muridnya. Atas peran murid-murid Ibn Taimiyah ini teologi Salafi tidak hanya tersebar di kalangan Ḥanabilah. Sayangnya sinar teologi ini mulai meredup dan hidup kembali setelah kemunculan Muḥammad ibn ʽAbd al-Wahhab. Namun tidak serta berkembang, gerakan Wahhabi ini juga mengalami pasang surut.

Gerakan Wahabi ini berkembang setelah keturunan Ibnu ʽAbdul Wahhab dibantu oleh kerajaan Saudi Arabia pada perempat abad kedua puluh Masehi, 1924 M. Wahabi baru berhasil setelah secara resmi menjadi teologi resmi negara setelah lebih dari satu abad kewafatan pendirinya.

Gerakan penyebaran teologi ini semakin masif setelah ditemukannya tambang minyak di Semenangjung Arab hingga saat ini. Hal ini ditandai dengan aktivitas keilmuan yang berkembang dari Riyadh dan Haramayn hingga ke seluruh belahan dunia. Berbagai taḥqiq atau penyuntingan teks terhadap menuskrip teologi membanjiri perpustakaan, bahkan penyebaran melalui teknologi informasi juga dilakukan di berbagai negara.

Di Indonesia sendiri penyebaran Salafi-Wahabi dilakukan melalui lembaga pendidikan seperti LIPIA, pesantren-pesantren dan lembaga pendidikan dasar yang tersebar di berbagai daerah, dan membanjirnya teknologi informasi seperti stasiun televisi dan radio (Rodja TV dan Radio Rodja), serta situs-situs web keislaman (rumaysho.com, muslim.or.id, muslimah.or.id, almanhaj.com dan situs-situs web sejenis).

Masifnya penyebaran Salafi Wahabi ini menjadikannya tidak hanya berkutat dalam teologi sebagaimana awal mula kemunculan genealoginya, tetapi juga sudah beralih pada bidang-bidang lainnya. Lebih jelasnya lihat bagan berikut ini:

Sumber: Islami.co [M. Alvin Nur Choironi]
Editor: Khairul



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat