Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Religi
Ibadah
Tahukah Ahli Kubur Ketika Ia Didoakan dan Diziarahi?
Minggu, 24 November 2019 - 11:29:58 WIB
Foto suluhriau.com

SULUHRIAU- Kematian adalah hal pasti yang akan dialami oleh manusia manapun yang ada di bumi. Kematian juga menjadi hal yang paling menyedihkan ketika dikaitkan dengan sebuah perpisahan, baik perpisahan antara suami dan istri, anak dan orang tua, bahkan peliharaan dan majikan.

Ketika perpisahan telah terjadi, maka satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah mengikhlaskan. Masalah yang terjadi selanjutnya adalah jika keluarga yang masih hidup merindukan ahli kubur. Apakah mereka yang telah berada di sana dapat mengetahui sanak keluarga yang mendoakannya dan menziarahinya?

Jawabannya adalah ketika rindu melanda, temuilah; sebab mereka yang telah tiada tiada kehilangan pendengaran untuk mendengar dan mengetahui orang-orang yang merindukan mereka, menziarahi mereka, dan mendoakan mereka.

Jawaban didukung oleh hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam bab jenazah yang berbunyi, “Ketika seorang hamba telah diletakkan di dalam kuburnya lalu teman-temannya pergi dan meninggalkannya, sesungguhnya Ia mendengar gerak langkah sandal-sandal mereka”.

Selain itu, Nabi Muhammad juga mengajarkan umatnya untuk mengucapkan salam kepada ahli kubur ketika melewati kuburan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang yang telah meninggal tetap mendengar dan mengetahui salam dan doa dari orang-orang yang masih dianugerahi rasa betah hidup di dunia.

Selain hadis Nabi Muhammad, dukungan atas jawaban di atas juga bersumber dari kisah yang ditulis oleh Imam Syamsuddin Abi Abdillah Ibnil Qayyim Al Jauziyah (masyhur dengan sebutan Ibnul Qoyyim Al Jauzi) di dalam kitab Ar-Ruh. Kisah tersebut adalah kisah tentang seorang anak (Fadl bin Muwafiq) yang kehilangan Ayahnya dan  seorang anak (Ustman bin Saudah) yang kehilangan Ibunya.

Kematian sang Ayah membuat Fadl bin Muwafiq mengalami kesedihan mendalam, sehingga setiap hari Fadl selalu mendatangi kuburan sang Ayah karena sangat merindukannya. Pergantian waktu membuat Fadl secara perlahan berhasil memulihkan rasa sedihnya, sehingga Fadl mengurangi intensitas kunjungannya ke kuburan sang Ayah.

Suatu saat Fadl menziarahi kuburan sang Ayah. Fadl terserang rasa kantuk yang luar biasa dan akhirnya tertidur di depan pusara sang Ayah. Di dalam tidur, Fadl melihat pusara sang Ayah terbelah dan Ayahnya sedang duduk di dalam pusara lengkap dengan pakaian kafannya serta dengan kondisi bentuk dan warna sebagaimana manusia yang telah meninggal. Situasi tersebut membuat Fadl ketakutan dan memicu tangisan.

Tetiba sang Ayah berkata, “Wahai Anakku, apa yang membuatmu mengurangi intensitas ziarahmu kepadaku?”

Fadl menjawab pertanyaan Ayahnya dengan tubuh merinding dan berkata, “Apakah Ayah mengetahui kedatanganku di pusara Ayah?”

“Setiap Alpa-mu dari kunjunganmu, Ayah mengetahuinya. Kebahagiaan Ayah di alam kubur adalah ketika engkau datang menziarahi Ayah dan tidak hanya Ayah yang bahagia, tetapi ahli-ahli kubur di sekitar Ayah juga bahagia karena mendapatkan sepercik kebahagian dari doa dan salammu,” ungkap sang Ayah. Sejak saat itu Fadl kembali meningkatkan intensitas kunjungannya ke pusara Ayahnya.

Kisah lainnya bercerita tentang Utsman bin Saudah yang kehilangan Ibunya. Ibu Utsman adalah perempuan yang sangat rajin beribadah. Setiap hari sang Ibu selalu mengangkat kepalanya ke langit dan berdoa, “Wahai Dzat yang hanya kepada-Nya aku menggantungkan hidup dan matiku. Janganlah berikan Aku kematian yang hina dan buruk.” Ketika sang Ibu telah meninggal, Utsman menziarahi pusaranya setiap hari jumat untuk mendoakannya dan memintakan ampun untuknya & ahli-ahli kubur lainnya.

Suatu malam setelah menziarahi sang Ibu, Utsman bertemu dengan sang Ibu di dalam mimpi. Terjadilah dialog antara Utsman dan sang Ibu yang telah meninggal. “Wahai Ibu, bagaimana kondisi Ibu di sana?” tanya Utsman.

“Ketahuilah anakku, kematian adalah urusan yang sangat menyulitkan. Namun sebab anugerah Allah, Ibu diletakkan di barzakh yang sangat mulia dan lengkap dengan roihan serta nikmat-nikmat yang lain,” jawab sang Ibu. Apakah Ibu ada hajat kepadaku?”, Tanya Utsman lagi.

“Tentu. Jangan pernah berhenti untuk menziarahi Ibu dan mendoakan Ibu. Sesungguhnya Ibu sangat bahagia sebab kedatangannmu di hari Jumat. Setiap engkau datang, selalu ada suara yang mengabari Ibu bahwa anak Ibu telah mendoakan Ibu. Hal itu membuat Ibu dan ahli-ahli kubur di sekeliling Ibu sangat berbahagia”, ungkap sang Ibu. Wallahu a’lam.

Islami.co | Editor:  Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat