Rabu, 19 Agustus 2026 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu | Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah | Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi | Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional | Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM | Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
 
 
☰ Peristiwa
Rapat Dikantor Sekjend Watanas, Bupati Usul Sagu Masuk Komoditi Pangan Strategis Nasional
Rabu, 06 November 2019 - 17:33:22 WIB

SULUHRIAU, Jakarta- Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si, mengikuti pertemuan bersama pihak Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Pangan Nasional (Watanas).

Dalam kegiatan dalam rangka mewujudkan ketahanan Pangan Nasional lewat Sagu itu, Bupati usul kepada Presiden melalui Dewan Ketahanan Pangan Nasional untuk memasukan Sagu sebagai komoditas strategis Pangan Nasional, bertempat di Ruang Rapat Desisnas Lt. IV, Kantor Setjend Watannas, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Hadir dalam pertemuan itu, Deputy Sistem Nasional Bandep Infolahta Desisnas Brigjend. TNI Budi Pramono, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, Praktisi Sagu dari IPB Prof. Bintoro,  Wakil Ketua Komisi Teknis Pangan dan Pertanian Anggota KADIN Utama Kajo, Direktur PT. Sampoerna Agro Dwi Asmono , Asisten I Sekdakab. Meranti Syamsuddin SH MH, Kadis Perindagkop Meranti Drs. H. Azza Fahroni, Kabid Desa Dinas PMD Meranti Darwis SIP MM, Pihak BRG RI, Serta Perwakilan Perusahaan Sagu lainnya.

Seperti dijelaskan Deputy Sistem Nasional Bandep Infolahta Desisnas Brigjend. TNI Budi Pramono, Seiring semakin menipisnya lahan padi di Indonesia yang menyebabkan penurunan produksi beras sementara kebutuhan pangan oleh masyarakat semakin meningkat, Sagu dapat menjadi potensi pangan strategis yang mampu mendukung ketahanan pangan Nasional.

Kini Pemerintah Pusat tengah berupaya Mewujudkan Ketahanan Pangan Lewat Sagu Dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Namun untuk mengembangkan Sagu tidak cukup hanya bermodalkan bahan baku tapi diperlukan upaya Industrialisasi yang masif agar pemanfaatannya dapat maksimal. Untuk mewujudkannya Dewan Watanas Akan membuat surat ke Presiden untuk menjadikan Sagu sebagai Food Security Pertahanan Pangan dan masalah ini menurut Brigjend. Budi Ptamono sangat penting dan strategis.

"Kita jangan menunggu krisis pangan dulu, tapi kita harus mendahuluinya, agar Indonesia bisa survive, dan mampu mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045,"ujarnya.

Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, dihadapan seluruh peserta rapat, menegaskan untuk mengembang Sagu, diperlukan keberpihakan dari Pemerintan Pusat untuk menjadikan Sagu sebagai sebagai komoditas ketahan pangan strategis Nasional. Namun sayangny hingga saat ini kebijakan itu belum dilakukan. Dan Bupati mengusulkan agar Sagu dapat menjadi Komoditas Ketahanan Pangan Nasional.

"Kita berharap bagaimana Sagu dapat menjadi komoditas pangan strategis Nasional, karena saat ini Pemerintah hanya fokus pada Padi, Jagung, Kedelai (PAJALE), dan kita berharap Sagu dapat dimasuian menjadi PAJALEGU, Padahal Sagu merupakan pangan asli Indonesia dan satu-satunya yang tidak di Import," jelas Bupati Irwan.

Dan menurut Bupati, jika Pemerintah Pusat dapat menyambut hal itu, maka diprediksi Industri Sagu akan menggeliat.

Selanjutnya Bupati Irwan, menjelaskan soal Import Terigu Indosia mencapai 10 ribu Ton/Tahun, jika 10 persen saja Industri besar makanan menggunakan bahan baku Sagu maka Sagu akan berkembang.

Kemudian Bupati juga menyinggung kebijakan dibidang Industri Hilirisasi Sagu salah satunya dalam mendukung terciptanya makanan turunan dari Sagu. Selain itu perlu juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat Indonesia untuk kembali mengkonsumsi Sagu. Sebab Sagu bukan lagi menjadi makanan kelas dua tapi merupakan makanan yang nikmat dan sehat dimana saat ini makanan sehat sudah menjadi trend bagi masyarakat eropa.

Dari hasil penelitian Dewan Watanas, jika Sagu yang ada di Indonesia dapat diolah dan dimanfaatkan secara maksimal diyakini mampu mencukupi kebutuhan pangan dua kali penduduk Indonesia. Seperti diketahui, potensi Sagu Indonesia mencapai 1.5 Juta Ha, terbesar berada diwilayah Papua, dan Meranti sendiri kurang terdapat kurang lebih 50 Ribu Ha. Meski hanya sebagian kecil namun Meranti merupakan pemasok 80 persen kebutuhan Sagu Nasional.

Sagu Meranti untuk pasar lokal dibawa ke Cirebon dan Surabaya, sementara Luar Negeri Malaysia, Jepang, Singapura, Cina, dan Korea Selatan.

Sementara itu, Praktisi dan Peneliti Sagu dari IPB, Prof. Bintoro memaparkan potensi Sagu yang dapat diolah menjadi makanan, pakan ternak dan lainnya.

Saat ini Sagu telah diolah menjadi makanan mulai dari Mie, Gula Sagu, Tepung Sagu, Biskuit (kue kering), Kue Basah, Lontong Sagu dan lainnya. Dan Sagu bukan saja dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan, limbahnyun dapat dibuat papan pengganti kayu, Perabotan dan Kerajinan Tangan, serta Pembuatan Pupuk Kompos.

Iapun menegaskan, Sagu merupakan makanan yang sangat sehat karena merupakan tumbuhan Organik yang bebas dari Pestisida dan bahan kimia lainnya.

"Di Meranti kita telah membuat tumpang sari Sagu dengan peternakan Itik, Ikan, Penggemukan Sapi," akunya.

Iapun mengusulkan kepada Watanas untuk mengundang semua Gubernur, Bupati/Walikota penghasil Sagu yakni 10 Gubernur dan 60 Bupati/Walikota untuk menyatukan visi menjadikan Sagu sebagai pangan strategis Nasional.

Begitu juga Prof. Agusnimar yang memaparkan, potensi Sagu yang merupakan tanaman kehidupan karena sumber makanan dan oksigen, Sagu merupakan jati diri orang Meranti, Sagu Sumber Literasi dan Edukasi, Sagu Merupakan Materi Peradaban.

Jika pemerintah komit mengembangkan Sagu bukan saja dapat mengokohkan ketahanan pangan Nasional. Tapi mampu mensejahterakan masyarakat karena Sagu bukan saja menjadi sumber pangan tapi juga penghasilan masyarakat. Dari catatan sebanyak 2 Triliun pemasukan masyarakat berasal dari Sagu.

Pihak perusahaan pengolah Sagu, yang diwakili Direktur Sampoerna Grup Dwi Asmono, mengatakan pasar Sagu dunia semakin terbuka lebar, dan secara regulasi pengambangan Sagu sangat menguntungkan berbeda dengan Sawit yang penanamanya sudah dibatasi tidak boleh diarea gambut dan kawasan hutan.

Agar dapat berkembang menurutnya Sagu sangat butuh dukungan kebijakan baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah seperti yang dilakukan oleh Bupati Meranti kepada PT. NSP. (Hpn, prt)



 
Berita Lainnya :
  • Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
  • Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
  • Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
  • Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
  • Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
    02 Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
    03 Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
    04 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
    05 Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
    06 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
    07 Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
    08 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    09 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    10 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    11 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    12 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    13 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    14 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    15 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    16 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    17 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    18 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    19 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    20 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    21 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    22 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat