Kamis, 01 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Sosial Budaya
Satu Keluarga di Belanda Sembunyi 9 Tahun Menunggu Kiamat
Kamis, 17 Oktober 2019 - 09:40:52 WIB

SULUHRIAU- Kepolisian Belanda menemukan lima orang kakak beradik dan seorang lelaki, yang diyakini sebagai ayah mereka, bersembunyi di sebuah ruang rahasia di kawasan pertanian terpencil di dekat Runerworld, Belanda.

Kasus ini langsung menyedot perhatian luas karena mereka sudah berada di ruang rahasia itu selama sembilan tahun. 

Saat ditemukan, ayah dari anak-anak itu dalam kondisi sakit. Mereka persisnya ditemukan di sebuah desa di provinsi utara Drenth, pada Selasa 15 Oktober 2019. Penggerebekan dilakukan usai aparat kepolisian menerima petunjuk.

Kelima kakak - beradik sedarah itu diperkirakan berusia 18 sampai 25 tahun. Mereka saat ini sedang dalam perawatan medis.

Menurut polisi yang menemukan, mereka tidak tinggal di ruang bawah tanah melainkan sebuah ruang kecil di dalam rumah yang bisa dikunci. Tidak ada penjelasan yang jelas apakah mereka benar-benar tinggal di sana atas keinginan sendiri, namun polisi menduga mereka telah menyembunyikan diri dalam ruangan itu selama sembilan tahun.

“Mereka mengatakan mereka adalah keluarga. Ayah dan lima anaknya”, kata polisi.

Televisi lokal mewartakan keluarga itu kemungkinan penganut aliran kepercayaan apokaliptik “akhir zaman” yang menunggu hari kiamat. Kepolisian tidak menkonfirmasi kebenaran berita itu.

Wali Kota Drenth, Roger de Groot, sebelumnya juga mengatakan seorang laki-laki, 58 tahun, yang bukan ayah biologis kelima anak-anak tersebut telah ditangkap. Tidak dijelaskan apa peran laki-laki tersebut.

Ibu dari kelima kakak - beradik ini diketahui telah meninggal sebelum mereka pindah ke sebuah kawasan pertanian di Belanda. Lima anak dan satu ayah mereka, tidak ada satupun yang terdaftar sebagai penduduk kota Drenth.

Kasus ini terbongkar ketika anak yang sudah berusia 25 tahun, melarikan diri dan mencari bantuan di sebuah kafe terdekat. Pemilik kafe, Chris Westerbeek, dalam wawancara dengan media mengatakan salah satu anggota keluarga dengan rambut panjang dan terlihat berantakan datang dan dengan bingung mengatakan dia tidak pernah keluar selama sembilan tahun.

“Anda bisa melihat dia sama sekalian tidak tahu di mana dia atau apa yang dia lakukan. Dia bilang dia melarikan diri dan sangat membutuhkan bantuan,” kata Westerbeek.

Mereka tinggal dalam kamar darurat dalam lahan pertanian dan bertahan hidup dengan mengkonsumsi sayuran dan hewan yang diperoleh dari taman terpencil dekat tempat mereka tinggal.

"Saya mengerti ada banyak pertanyaan. Kami pun begitu. Saat ini polisi sedang menyelidiki setiap kemungkinan yang bisa terjadi,” kata De Groot yang menyelidiki motif keluarga itu menunggu hari kiamat. [tpc,jan]





 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat