Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Pendidikan
Kisah Jalan Panjang Wahyu Pergi Sekolah dari Kampung Segeram, Natuna
Kamis, 26 September 2019 - 17:56:16 WIB

SULUHRIAU- Minggu sore adalah salah satu hari yang tidak disukai Wahyu. Bukan hanya karena ia harus kembali berangkat ke sekolah, tapi, karena harus kembali berpisah dengan ayah ibunya.

Wahyu Kurniawan adalah satu dari beberapa anak yang tinggal di Dusun Segeram, Natuna. Jarak Dusun Segeram dengan pusat kota Natuna di Ranai adalah 40 kilometer lebih atau sekitar tiga jam berkendara dengan jalur darat. Hampir sepertiga jalan yang ditempuh masih berbatu, beraspal, dan tidak jarang membuat kendaraan off road sekalipun terperosok.

Tempat Wahyu tinggal sebenarnya bisa ditempuh lebih cepat lewat jalur laut. Waktu tempuhnya hanya kurang lebih satu jam dengan kapal cepat. Tapi, tidak setiap hari kapal cepat itu tersedia. Itu pun jika laut bersahabat.

Laut China Selatan memang terkenal dengan dengan gelombangnya yang nyaris setinggi rumah. Sebuah kapal kecil akan demikian mudah diluluhlantakan gelombang. Maka dari itu pilihan jalur darat terasa lebih masuk akal dibanding mesti berdamai dengan lautan. 

Sejak lulus SD dua tahun silam, Wahyu terpaksa meninggalkan kedua orangtuanya nyaris setiap minggu.  Di Segeram, tempat Wahyu tinggal, tidak ada sekolah SMP. Pilihannya hanya dua, pindah tempat tinggal, atau putus sekolah.

Wahyu mengambil pilihan pertama. Tapi, orangtuanya tidak punya cukup biaya jika harus memboyong seluruh keluarganya ke salah satu SMP terdekat. Ayahnya bekerja sebagai nelayan, yang penghasilannya tidak tentu. Saat gelombang sedang tinggi-tingginya membuat sang ayah tak bisa pergi ke laut. Ia kemudian pergi ke hutan mencari kayu untuk tetap bisa menafkahi keluarganya. Maka pilihan menitipkan Wahyu ke tempat salah satu saudaranya ialah yang paling terjangkau.

Setiap Minggu sore tiba, Wahyu mesti mengemas baju dan keperluan sekolahnya ke dalam tas. Dengan motor bebek sang ayah, ia harus menempuh jarak kurang lebih dua jam ke daerah Batubi. Tentu saja seluruh jalannya nyaris tidak beraspal.

"Aku suka kangen, biasa pagi orang tua bangunin tapi harus sendiri di sana nyiapin sekolah sendiri," ungkap Wahyu saat ditemui pada acara Bakti Nusantara, di Segeram, Natuna.

Di Batubi, jarak tempat tinggal Wahyu ke sekolah memang jauh lebih dekat. Ia hanya perlu 5 menit untuk bisa sampai ke sekolah. Tapi hal itu membuatnya jauh dari orangtua. Ia juga harus menyiapkan keperluan sekolahnya sendiri.

"Semua sendiri, baju saya yang siapin setrika sendiri, karena kami kan sudah gede," kata Wahyu.

Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Natuna

Jika Sabtu tiba, ia kembali bisa melepas rindu dengan orangtua. Rutinitas itu terus Wahyu lakukan selama satu tahun lamanya. Wahyu mungkin hanya satu dari beberapa anak Segeram yang terpaksa pindah untuk melanjutkan sekolah.

Beberapa keluarga lainnya memilih memboyong seluruh keluarganya demi sang anak bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP. Hal inilah yang membuat Dusun Segeram ditinggalkan warga. Kini hanya tersisa 32 Kepala Keluarga dari yang sebelumnya ada sekitar 100 kepala keluarga.

Sejak dibangun sekolah SMP Negeri 3 Satap Bunguran Barat, yang diinisiasi oleh Bakti Nusantara, pada Desember 2018, Wahyu bersama beberapa teman lainnya kini bisa kembali ke Segeram. Jarak dari rumah ke sekolahnya bahkan tidak lebih dari 5 menit. Sekarang, ia juga tidak perlu lagi jauh dari orangtuanya.

"Seneng bisa dekat sama orangtua, bisa dekat sama orangtua enggak perlu kangen lagi," kata Wahyu yang bercita-cita sebagai dokter ini.

Sumber: Viva.co.id | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat