Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Pendidikan
Jepang Setujui Pengembangan Mutan Gabungan Tikus-Manusia
Jumat, 02 Agustus 2019 - 10:24:04 WIB
Foto: DW (SoftNews)

SULUHRIAU- Telah banyak ilmuwan dari berbagai negara yang menumbuhkan embrio sel hewan dan manusia, tetapi tidak dibiarkan tumbuh hingga sempurna. Kini Jepang memberi izin pengembangan embrio mutan untuk pembuatan organ manusia.

Hal ini menjadikan Jepang sebagai negara pertama yang memberikan izin kelahiran embrio dengan sel gabungan manusia dan hewan untuk kebutuhan membuat organ manusia.

Seorang peneliti Jepang bernama Hiromitsu Nakauchi berencana memasukkan sel induk manusia ke dalam tikus hidup dan kemudian mentransfer sel itu ke hewan lain.

Para ahli di Kementerian Ilmu Pengetahuan Jepang pun menyetujui proposal yang diajukan oleh peneliti Universitas Tokyo ini. Nakauchi akan menumbuhkan sel batang manusia pada embrio tikus, tikus putih dan babi untuk kemudian mentransplantasikan sel-sel itu ke hewan lain, demikian menurut Majalah Nature.

Dengan penelitiannya ini, Nakauchi berharap bisa menciptakan hewan dengan organ manusia lengkap yang nantinya bisa ditransfer ke tubuh manusia.

Dirancang hindari kesalahan mutasi

Pada Maret 2019, Jepang mencabut larangan pengembangan embrio manusia-hewan yang berusia di atas 14 hari atau menyelesaikan perkembangannya. Peraturan ini juga melarang ilmuwan untuk mentransplantasi organ yang sebelumnya dikembangkan di dalam embrio suatu hewan ke hewan lain.

Banyak peneliti dari negara lain yang juga telah menumbuhkan sel-sel manusia di dalam embrio hewan. Namun, tidak ada embrio yang dibiarkan tumbuh hingga sempurna.

Ahli bioetika mengatakan penelitian ini dapat memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan jika beberapa sel manusia dipindahkan ke otak hewan.

Namun Nakauchi membantah dan mengatakan kepada Nature, bahwa intervensi ini hanya dirancang untuk mempengaruhi organ yang memang ia rencanakan untuk tumbuh.

Pada tahun 2017, dia secara efektif telah menyembuhkan tikus yang menderita diabetes dengan menumbuhkan pankreas tikus sehat dalam sebuah embrio tikus sebelum memindahkannya ke tikus yang sakit.

Tikus, tikus putih, dan babi memang bukanlah inang terbaik untuk perkembangan organ manusia karena adanya "jarak genetik" antara sel hewan itu dan sel manusia.

Nakauchi berharap eksperimen ini dapat membantu para ilmuwan untuk lebih memahami permasalahan yang mereka hadapi. Kementerian Sains Jepang diperkirakan akan memberikan persetujuan akhir bagi proyek itu di bulan Agustus.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri






 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat