Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Peristiwa
Hewan Ini Dulu Ditangkap Karena Menerkam Manusia di Inhil
Dipasangi Kalung GPS, Harimau Bonita-Atan Bintang Segera Dilepasliarkan
Senin, 29 Juli 2019 - 10:20:07 WIB
Harimau Bonita (Foto: Dok. BKSDA/dtc)

SULUHRIAU- Harimau liar Sumatera yakni Bonita dan Atan Bintang akan dipasangkan kalung GPS Collar di pusat rehabilitasi harimau sumatera di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar). Selanjutnya dua puncak predator ini akan dilepasliarkan ke Riau.

"Hari ini akan dilakukan pemasangan GPS Collar terhadap dua harimau tersebut. Dengan pemasangan GPS Collar diharapkan keduanya akan segera dilepasliarkan di Riau," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono kepada detikcom, Senin (29/7/2019).

Haryono menjelaskan, kedua harimau liar ini akan dilepaskan di Riau yang habitatnya ada kemiripan dari lokasi awal penangkapan.

"Akan dilepasliarkan ke habitat yang mendekati kemiripan, atau kesamaan dengan habitat aslinya. Yaitu lokasinya di hutan bergambut atau rawa-rawa," kata Haryono.

Setelah GPS Collar dipasang, sambung Haryono, akan dilakukan penyesuaian selama 2 x 24 jam setelah pemantauan secara teknis efektifitas signal yang akan dikeluarkan GPS tersebut.

"Sebagaimana diketahui, sejak awal kita tidak akan membagi informasi ke publik di mananya itu tidak akan beritahukan. Hal ini tentunya terkait untuk keselamatan harimau sumatera itu sendiri," kata Haryono.

Sebagaimana diketahui, harimau Bonita dievakuasi dari habitatnya di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil pada April 2018 lalu. Harimau betina yang diberi nama Bonita ini sempat ramai dibicarakan dunia internasional karena membunuh 2 warga setempat.

Keanehan lainnya, Bonita ini menjadi perhatian pemerhati harimau di dunia karena sifatnya meniru kucing yang tidak risih berada di lingkungan manusia. Bonita sempat disebut-sebut ingin dimanja.

Untuk menangkap Bonita pasca menerkam dua warga, membutuhkan waktu selama 3 bulan lamanya. Tim BBBKSDA bersama TNI/Polri dan masyarakat tak kenal lelah untuk mencarinya sampai akhirnya tertangkap.

Selanjutnya harimau jantan Atan Bintang dievakuasi pada November 2018 lalu karena terjebak di bawah rumah toko di Pasar Pulau Burung Kecamatan Pulau Burung juga berada di Kabupaten Inhil.

Pasca dievakuasi, kedua satwa liar ini dikirim ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya milik Yayasan Arsari Djojohadikusumo (PR-HSD) yang bekerjasama dengan Kementerian LHK. Kedua harimau liar ini hasil pemeriksaan medis dinyatakan sehata dan segera akan dilepasliarkan.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri






 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat