Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Metropolis
Tajuk
Perkantoran Tenayan Raya Rangkai Pemerataan di Pekanbaru
Rabu, 26 Juni 2019 - 12:32:50 WIB

SULUHRIAU- Kota Pekanbaru lahir pada 21 Rajab 1204 H atau tanggal 23 Juni 1784 silam . Berada di antara 101 celcius 14' - 101 celcius 34' Bujur Timur dan 0
celcius 25' - 0 celcius 45' Lintang Utara menempatkan Pekanbaru di tengah-tengah daratan Provinsi Riau.

Dengan posisi yang strategis, Pekanbaru ditunjuk menjadi Ibu Kota Provinsi yang menjadikannya sebagai salah satu pusat perekonomian, investasi dan pembangunan yang pesat dewasa ini. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1987 Tanggal 7 September 1987, maka Daerah Kota Pekanbaru diperluas dari +/- 62,96 Km2 menjadi +/- 446,50 Km2, terdiri dari 12 Kecamatan dan 45 Kelurahan/Desa.
       
Sementara dari hasil pengukuran dan pematokan di lapangan oleh BPN tingkat  I Riau maka ditetapkan luas wilayah Kota Pekanbaru adalah 632,26 Km2 yang

saat ini terdapat 12 kecamatan dan 58 kelurahan. Seiring dengan itu, perkembangan Kota Pekanbaru dari tahun ke tahun berbanding lurus dengan pertumbuhan

penduduk, yang tahun 2012 lalu 964.558 jiwa serta diperkirakan tahun 2019 ini penduduk Pekanbaru mencapai 1,2 juta jiwa. Namun, saat siang hari jumlah

penduduk di Pekanbaru bisa mencapai 1,5 juta jiwa karena banyaknya penduduk di luar Pekanbaru melakukan kegiatan ekonominya di Kota bertuah. Seiring berkembangnya Kota Pekanbaru, pertumbuhan pembangunan juga semakin meningkat.
       
Meski Pekanbaru tidak memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang memadai, namun Pekanbaru memiliki banyak potensi investasi. Hal tersebut dipastikan dengan hadirnya penghargaan dari Sindo Magazine yang diberikan Kemendagri, Gemawan Fauzi kepada Wali Kota Pekanbaru, H Firdaus ST MT sebagai Kota Tujuan Investasi
Terbaik 2013 yang lalu.
        
Jika terus dikembangkan, pada tahun 2030 mendatang Pekanbaru menjadi pusat perekonomian Nasional bahkan Internasional. Hal ini didukung dengan posisi

Pekanbaru yang dekat dengan negara tetangga dan dukungan akses transportasi yang sudah mulai berkembang. Untuk mendukung hal tersebut, dukungan infrastruktur

harus ditingkatkan guna meningkatkan pula perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Perlu adanya Pekanbaru membuka dan memanfaatkan lokasi dan luas wilayah di setiap kecamatan menjadi nilai jual yang sangat potensial. Semua itu juga didukung dengan program strategis Pemko yang dicetuskan Wali Kota Pekanbaru, H Firdaus ST MT dan Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi SSi dalam visi Kota Pekanbaru 2025 (Perda No 1 Tahun 2011), Terwujudnya Kota Pekanbaru Sebagai Pusat Perdagangan dan Jasa, Pendidikan serta Pusat Kebudayaan Melayu Menuju Masyarakat Sejahtera Yang Berlandaskan Iman dan Taqwa.

Dengan konsep pembangunan kota yang modren, Pemko fokus pada beberapa pola pembangunan. Yaitu pola ruang berupa blok dan super blok, fokus pada Jalita (Jalan (saum-bus-monorail-MRT), Listrik (gardu induk sumatera), Air (air bersih & sanitasi) serta Telekomunikasi) sampai akhirnya terbentuk Pekanbaru yang

Smart City Madani (Potensi, peluang, sikon,waktu), Liveable City (Lingkungan bersih, sehat, asri, iman, gotong royong, pendidikan, green school, bank sampah, sekolah mengaji) dan Green City (Ramah Lingkungan, berkelanjutan).
            
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Pekanbaru memiliki 12 Kecamatan dengan luas wilayah terbesar ada di Kecamatan Tenayan Raya 171,27 Km2 atau 27,09 persen dari luas Pekanbaru, Rumbai Pesisir 157,33 Km2 (24,88 persen) dan Rumbai 128,85 Km2 (20,38 persen).

Meski begitu, ketiga wilayah
terbesar tersebut masih belum termanfaatkan dengan pembangunan yang disentralisasinya terjadi di Kecamatan Pekanbaru Kota, Senapelan, Sukajadi dan Tampan.

Walikota Pekanbaru H Dr Firdaus ST MT mengatakan, dari  data Bappeda Pekanbaru ternyata pemanfaatan lahan di Tenayan Raya  lebih kurang baru 20 persen atau hanya 17,129 Km2. Hal yang sama juga terjadi di Rumbai dan Rumbai pesisir. Dengan kondisi itu, Pemko mulai mengalihkan program strategis ke tiga daerah tersebut. Karena pusat kota Pekanbaru sudah sangat jenuh dengan pembangunan dan pengembangan.
       
Program super blok di Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, pusat perekonomian baru di Tenayan Raya serta pusat pariwisata di Rumbai. Untuk mendukung semua itu, Pemko juga menyiapkan program strategis berupa jalan lintas dan jalan lingkar mengitari Kota Pekanbaru.

Tidak hanya itu, jalan tersebut juga menghubungkan antara Rumbai Pesisir, Rumbai dan Tenayan Raya. Dengan adanya akses jalan tersebut, tidak hanya Pekanbaru yang menjadi maju, namun juga perekonomian masyarakat akan meningkat. Di antaranya meningkatkan nilai jual lahan di sekitar akses jalan, terbukanya

kesempatan investasi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di lokasi tersebut. Selain itu, ke tiga wilayah tersebut permanfaatkan dan tidak lagi menjadi anak tiri pembangunan Pekanbaru.

"Ada multiplayer effect dari program strategis ini. Selain program pemerintahan berjalan baik, masyarakat meningkat kesejahterannya dan jelas

mendatangkan investasi yang besar di tempat tersebut. Dengan begitu, jelas membuka kesempatan tenaga kerja terbuka lebar. Mengembangkan wilayah selatan sama

dengan membangun ekonomi Indonesia. Jalan lingkar luar mulai dari pasir putih, lintas timur km 17 kulim, tebing tinggi okura jalan tol Pekanbaru Dumai di

Minas sepanjang 30 km menjadi ruas jalan yang strategis terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia untuk mendukung MP3Ei Hope untuk wilayah Sumatera. 

Akses tersebut juga akan dibuka menjadi jalan raya Nasional. Ini dukungan Pekanbaru untuk mendukung Indonesia kedepannya,'' ungkap Wali Kota Pekanbaru DR H Firdaus
ST MT belum lama ini.

Dijelaskan Firdaus, untuk mendukung percepatan pembangunan itu, maka Pemko Pekanbaru terus berupaya melakukan pergerakkan dengan selalu berkomunikasi

dengan pusat untuk membantu pembangunan yang diharapkan bersama tersebut.''Selain itu, kita juga minta seluruh SKPD agar mendukung program untuk pembangunan

Kota Pekanbaru ini. Salah satunya dengan meningkatkan kerjasama dengan pusat, terutama untuk meminta bantuan anggaran pembangunan di Kota Pekanbaru, sehingga bisa terealisasi dengan cepat," harap Firdaus.


Jalan Melingkari Pekanbaru

Arah pembangunan kedepan adalah pembangunan di Kecamatan Tenayan Raya yang sudah memiliki program strategis. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)

2x100 MW di Lokasi Kawasan Industri Tenayan Raya (KIT) sudah dimulai sejak lama. Guna mendukung kondisi tersebut, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan berbagai

program strategis lainnya, sehingga membuka isolasi dan pemerataan pembangunan. Diatas lahan Teluk Lembu Ujung sudah dibangun Rumah Susun (Rusun) melalui

anggaran pusat dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU) yang diproyeksikan menjadi tempat untuk pekerja di wilayah KIT dan sekitarnya. Rumah Susun juga dibangun jalan yang akan memiliki tiga jalur yang menjadi jalur yang sangat besar dan memperlancar akses transportasi di Pekanbaru. Jalan yang menjadi bagian dari Ring Road tersebut menjadi jalur penghubung lintas timur dengan lintas tengah Sumatera.

Akses jalan dari titik wilayah Tenayan Raya menuju Okura, Jalan Yos Sudarso, melewati Jembatan Siak II dan terus ke Pantai Cermin hingga ke Jalan Garuda
Sakti.

Untuk tahap pembukaan atau perintisan, sudah dimulai dari Tenayan hingga ke Okura yang menelan biaya sebesar Rp23 miliar. Sedangkan untuk tahap

pertama, akan dibangun sepanjang 17 kilometer dengan luas 70 meter serta tahap kedua sepanjang 22 kilometer. Secara rinci, jalan tersebut akan di mulai dari

Jalan Badak hingga Jalan Lintas Timur dengan panjang 3,6 Km, Lintas Timur ke Siak Hulu sepanjang 4,2 Km, Jembatan Siak V di Okura menuju akses jalan Tol

sepanjang 14 Km, Jalan depan Rusunawa Teluk Lembu Ujung ke wilayah Kawasan Industri Tenayan (KIT) sejauh 6 Km serta jalan melingkari kawasan perkantoran
sejauh 2 Km yang membuka akses untuk semua wilayah di Pekanbaru

Komplek Perkantoran Pemerintahan Tenayan Raya kondisi pembangunan di pusat pemerintahan Pekanbaru aat ini sudah sangat jenuh. Dengan tersebarnya kantor pelayanan satker membuat masyarakat kesulitan dalam pengurusan.

Sementara itu, kantor pemerintahan saat ini sudah tidak representatif mengingat kondisi pertumbuhan Pekanbaru yang sangat pesat saat ini. Dengan pertimbangan yang sangat matang dan berbagai pengkajian, Pemko berencana membangun komplek kantro pemerintaha baru di Kecamatan Tenayan Raya.

Keberadaan kantor ini juga akan mengundang pembangunan lainnya di sepanjang jalur menuju pusat pemerintahan yang akan dikunjungi banyak orang. Tidak mudah untuk

menyiapkan bangunan tersebut, karena memerlukan anggaran Rp1,4 Triliun yang akan dibagi dalam tiga tahun penganggaran di APBD Pekanbaru.

Pembangunan pusat pemerintahan Pekanbaru juga sudah melalui proses dan mekanisme yang sudah tersusun rapi serta aspiratif. Mulai dari sudah masuknya dalam

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sesuai dengan hasil uji publik yang secara otomatis masyarakat terwakili. Revisi Rancangan Tata Ruang

Wilayah (RTRW) Kota dan dilengkapi uji publik lebih dua kali baik oleh Bappeda maupun secara masal yang digelar di Hotel Premier Pekanbaru beberapa waktu

lalu. Bahkan, surat ke Kemendagri sudah dikirim melalui pj Gubri saat itu, Djoherman Johan. Berlokasi di Jalan Badak, tidak hanya mengumpulkan seluruh satker

dan Sekretariat Pemko Pekanbaru, di tempat tersebut juga akan dilengkapi dengan lanndscape dan fasilitas umum yang akan diperuntukkan kepada masyarakat
Pekanbaru. Mulai dari adanya City Walk, danau besar dan jembatan serta Islamic Center dan lapangan serta Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang bisa difungsikan menjadi taman.

Dari rencana dan maket yang sudah disiapkan, terdapat bangunan megah yang berada di tengah yang dikelilingi delapan bangunan Satker. Diantaranya, terdapat
lapangan hijau luas dengan konsep garden akan membuat lokasi menjadi asri. Dengan komplek perkantoran baru ini baik koordinasi sesama satker dan sekretariat maupun pelayanan kepada masyarakat bisa lebih efektif karena berada di satu wilayah. Total 300 hektar lahan yang akan disulap menjadi pusat perkantoran baru yang juga cikal bakal pusat pertubuhan ekonomi yang baru. Hadirnya komplek tersebut juga berdampak positif untuk masyarakat sekitarnya, terutama dalam membuka
peluang usaha untuk mendukung perkembangan daerah. 

Saat ini Perkantoran Tenayan Raya sudah ditempati oleh beberapa OPD di lingkungan Pemko Pekanbaru. Karena OPD sudah pindah ke Perkantoran Tenayan Raya. Hanya ada beberapa OPD saja yang belum. Meski begitu, ada beberapa OPD yang sifatnya pelayanan tetap berada di kantor di Jalan Jenderal Sudirman.


Sport Center Pekanbaru Rencana strategis Pemko di Tenayan Raya juga terkait dengan pembangunan pusat olahraga dan kepemudaan. Sport center yang berada di jalan Pelembang masih di wilayah Kecamatan Tenayan Raya.

Di lokasi tersebut akan berdiri berbagai fasilitas olahraga serta Bumi Perkemahan milik Pekanbaru yang diperkirakan mampu menampung 1500 orang lebih. Dari maket yang sudah disiapkan, terdapat berbagai fasilitas seperti Rute Sirkut dengan panjang lintasan 3 kilometer, lapangan tenis,lapangan sepak bola dengan standar asional, Gor tenis, gor bulutangkis, gor Futsal, gor volleyball dan gor sepaktakraw.

Tidak hanya itu, dilokasi ini juga aka nada taman serta ruang terbuka hijau yang bias menjadi lokasi wisata masyarakat pekanbaru maupun wisatawan yang datang ke Pekanbaru.

Mendukung akses tersebut, Pemko juga membangun akses jalan sepanjang 8 kilometer menuju lokasi sport center dari jalan parit indah maupun di jalan menuju Labersa Hotel.

Dengan akses jalan tersebut, jarak antara Bandara Sulatan Syarif Kasim II ke lokasi bisa ditempuh hanya 15-20 menit saja atau lebih dekat dari pusat kota.


Ide Luar Biasa Seorang Leader Tokoh Masyarakat Tenayan Raya Dun Kusnul memuji langkah H Firdaus ST MT dalam melakukan pemerataan pembangunan di Kota Pekanbaru.
"Saya salut kepada ide cemerlang Wali Kota Pekanbaru, H Firdaus ST MT untuk membangun Kecamatan Tenayan Raya menjadi salah satu pusat pemerintahan dan industri. Langkah ini adalah bentuk keseriusan visi Kota Pekanbaru kedepannya. Ini merupakan ide luar biasa dari seorang leader yang visioner," ungkap Dun Kusnul.

Dijelaskan Dun Kusnul, tidak dipungkiri Kota Pekanbaru sekarang ini perkembangannya begitu cepat. Pemerintah Kota Pekanbaru sendiri memiliki langkah nyata

untuk menyusun visi kedepannya. Ia menilai langkah yang dilakukan pemerintah kota Pekanbaru tepat menggunakan strategi pemanfaatan wilayah Pekanbaru dan letak

Pekanbaru yang strategis. "Terimakasih kepada Wali Kota Pekanbaru, H Firdaus ST MT. Semoga diharapkan Pembangunan Pekanbaru semakin berkembang pesat,'' harap  Dun Kusnul.

Penulis: Hendri.Z, (Redaktur Suluhriau.com)





 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat