Kaca Bagian Gedung DPRD Riau Sempat Pecah, Pasca Demo Mahasiwa Aktifitas DPRD Normal
Rabu, 22 Mei 2019 - 13:47:16 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Pasca aksi demonstrasi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang terdiri beberapa perguruan tinggi di Pekanbaru, Selasa (21/05/2019) sore, aktifitas di kantor DPRD Riau normal.
Sehari sebelumnya, gedung DPRD Riau dijadikan salah satu sasaran aksi demontrasi mahasiswa terkait repleksi 21 tahun reformasi.
Akibat aksi itu, kaca samping menuju ruang tunggu kantor DPRD Riau di Jl Sudirman itu sempat pecah. Kemudian pagar samping menuju parkiran juga terlihat roboh dan kini masih terpasang police line.
Rabu (22/5/2019) terpantau puluhan staf ASN dan honorer DPRD Riau tetap beraktifitas seperti biasanya.
"Kantor DPRD ini sudah biasa jadi sasaran demo baik mahasiswa maupun masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka. Cuma saja aksi demo kemarin terjadi aksi saling dorong dan lempar antara mahasiswa dengan aparat kepolisian dan hari ini alhamdulillah kondisi sudah normal," kata kata salah seorang staf DPRD Riau.
Aksi demonstrasi yang berlangsung Selasa sore yang dilakukan BEM perguruan tinggi di Pekanbaru tersebut dalam rangka memperingati 21 tahun reformasi sekaligus meminta pemerintah menyelesaikan sejumlah kasus pelanggaran Hak Abadi Manusia (HAM) yang berlangsung beberapa tahun lalu maupun yang terjadi pasca
Ratusan mahasiswa yang mencoba merengsek masuk gedung DPRD dihadang puluhan aparat kepolisian sehingga terjadi aksi saling dorong dan lempar botol minuman. Kalangan mahasiswa mengklaim setidaknya enam mahasiswa mengalami luka ringan akibat bentrok dengan petugas.
Sekitar pukul 17.30 WIB ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli datang ke kantor DPRD bersama beberapa anggota dewan lain untuk menampung aspirasi mahasiswa. Terjadi perdebatan yang cukup alot hingga menjelang maghrib antara perwakilan mahasiswa dengan unsur DPRD yang meminta mahasiswa menenangkan diri dan aspirasi mereka ditampung.
Diantara tuntutan mahasiswa itu adalah pengusutan lebih lanjut atas penembakan empat mahasiswa Universitas Trisakti Jakarta pada. Mei tahun 1998 yang tak kunjung tuntas. Kemudian mahasiswa juga meminta pelanggaran HAM berat yang melibatkan pejabat negara dan aparat untuk diusulkan tuntas.
Perwakilan BEM tersebut berjanji akan melakukan aksi ulang apabila DPRD Riau tidak menindaklanjuti tuntutan mereka kepada pemerintah pusat. [tim]
Komentar Anda :