Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Sosial Budaya
Bertemu Prabowo, Ustadz Abdul Somad Lega Ungkap Bisikan Hasil 5 Kali Mimpi Ulama
Kamis, 11 April 2019 - 20:42:48 WIB

SULUHRIAU- Ustadz Abdul Somad (UAS) bertemu dengan capres Prabowo Subianto. Keduanya berbincang soal Pilpres 2019. Seperti apa?

Pertemuan dan perbincangan itu diunggah di Channel Youtube Indonesia AdilMakmur, Kamis (11/4/2019). Video pertemuan itu berdurasi 12.45 menit.

"Terima kasih ustadz bisa berjumpa dengan saya, saya mengikuti ustadz banyak keliling di Indonesia, apa yang ustadz lihat selama keliling Indonesia akhir-akhir ini?" kata Prabowo di awal perbincangan.

UAS lalu bercerita soal pengalamannya berceramah di berbagai daerah. Kata UAS, jemaah kerap menunjukkan salam dua jari.

"Saya susah kadang saat ceramah ini, 'mari kita dengar tausiah dari Almukarrom Abdul Somad', begitu saya naik, semua orang (simbol dua jari) ustadz, saya bilang, kalian kan punya jari 10 kenapa yang diangkat cuma dua? saya ucapkan itu untuk netralisir, karena ini kan ada Panwaslu Bawaslu, saya tidak ingin tabligh akbar itu jadi politis," kata UAS.

Prabowo juga meminta saran ke UAS apa yang harus dilakukannya. UAS berpesan agar Prabowo tabah dan kuat serta menyerahkan pada Allah.

"Jihad paling besar adalah jihad menjadi pemimpin," kata UAS.

"Ada lagi pesan-pesan atau harapan-harapan perjuangan kita?" tanya Prabowo lagi.

UAS mengatakan dia sejak awal selalu mengikuti Ijtima' Ulama. Ijtima' Ulama menjatuhkan pilihan ke Prabowo. Lalu, UAS juga mengamati dari jemaah-jemaah di setiap ceramah.

"Kemudian keliling kemana-kemana, umat, 'Prabowo Prabowo'. Tapi saya masih tetap, karena mata kita kan kadang tertipu, kita di tepi sungai kita lihat ada tongkat bengkok, tapi kita tarik ternyata lurus, mata menipu. Saya khawatir jangan-jangan saya tertipu oleh Pak Prabowo. Oleh sebab itu, saya cari ulama yang tidak masyhur, tidak populer. Tapi mata batinnya bersih," papar UAS.

UAS mengaku tidak bertanya soal pilihan kepada ulama tersebut dan membiarkan sang ulama membaca hatinya. Ulama yang tidak disebutkan namanya itu pun membisikkan nama Prabowo.

"Saya tidak mau tanya, saya biarkan dia baca hati saya, ngerti nggak dia, dan ketika datang saya dekatkan ke telinga, apa kata dia, 'saya bermimpi 5 kali ketemu dia', saya tanya siapa, kata dia 'Prabowo'. Kalau mimpi satu kali bisa jadi dari setan. Tapi lima kali dia mimpi ketemu bapak, signal," katanya.

Tidak berhenti di situ, UAS lalu ke ulama lainnya. Ulama kedua itu juga menyebut nama Prabowo. Begitu juga dengan ulama ketiga yang ditemui UAS.

"Jadi saya berpikir lama, ini kalau saya diamkan sampai pilpres, kenapa mereka cerita sama saya, tiap malam saya berpikir. Berarti harus disampaikan, kalau tidak ini seumur hidup akan jadi penyesalan 'Abdul Somad kenapa tidak kau ceritakan'.
Setelah pertemuan ini selesai, ku serahkan semuanya kepada Allah, apa yang terjadi sama saya saya serahkan ke Allah SWT, ya Allah yang penting sudah saya sammpikan, plong, malam ini saya bisa tidur lelap," ucapnya.

UAS juga punya dua pesan ke Prabowo jika menjadi Presiden RI. Pertama, UAS meminta agar jangan diundang ke Istana.

"Kalau bapak nanti memang duduk jadi presiden, terkait dengan saya pribadi, dua saja, pertama jangan bapak undang saya ke Istana, biarkan saya berdakwah masuk ke dalam hutan, karena saya dari sana. Saya orang kampung. Kedua, jangan bapak beri saya jabatan apapun,' ucapnya.

UAS mengatakan biarlah dia tetap menjadi penceramah. "Ini anugerah besar tapi juga ujian besar, saya berharap Allah menolong bapak dalam setiap gerak dan langkah," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, anggota Dewan Pembina Gerindra Mulyadi mengatakan dukungan UAS sangat berpengaruh. Sebab, UAS merupakan ulama yang berpengaruh.

"Pengaruhnya sangat besar, saat ini UAS menjadi salah satu ulama berpengaruh baik di Indonesia maupun di dunia internasional,
dengan dukungan beliau secara langsung akan menjadi penguat keyakinan dan soliditas umat dalam memutuskan pilihan pada 02," kata Mulyadi.

Mulyadin mengatakan UAS merupakan sosok ulama yang didengar oleh banyak jemaah karena keilmuannya dan ke istikamahannya dalam berdakwah.

"Seperti dialog hari ini dengan Pak Prabowo, dengan sangat jelas beliau meminta dua hal: Jangan pernah mengundang ke Istana dan jangan memberi jabatan, di akhir dialog beliau memberikan dua cendera mata, parfum dan tasbih, simbol dua permintaan dan dua cendera mata akan sangat mudah dibaca bahwa beliau memang rekomendasi ke umat untuk bersama 02," pungkasnya.   

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat