Kamis, 01 Oktober 2026 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat | Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
 
 
☰ Sosial Budaya
Kebijakan Arab Saudi,
Rekam Biometrik Bagi Jemaah Umrah Dianggap Janggal dan Sulitkan Jemaah
Jumat, 04 Januari 2019 - 11:15:11 WIB

SULUHRIAU- Permusyawaratan Antar Syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (Patuhi) menilai kebijakan Pemerintah Arab Saudi menerapkan rekam biometrik oleh Visa Facilitation Services (VFS) Tasheel kepada jemaah umrah banyak kejanggalan.

Ketua Harian Patuhi, Artha Hanif, mengatakan bahwa secara teknis sangat menyulitkan jemaah.

Tak hanya itu, VFS Tasheel juga mengabaikan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah di mana perseroan terbatas yang terlibat dalam penyelenggaraan umrah wajib mendapat izin Menteri Agama. Sementara VFS Tasheel tidak memiliki izin dari Menteri Agama.

"Sedangkan dalam hal pengambilan data biometrik yang sesungguhnya kewenangan Dukcapil dan Dirjen Imigrasi, VFS Tasheel juga tidak mendapat izin maupun rekomendasi dari Kemendagri," ujar Artha dilansir dari Viva Jumat (4/1/2019).

Dengan demikian, lanjut dia, VFS Tasheel berupaya mengawal aturan keimigrasian Saudi tetapi melanggar aturan dan perundangan di Indonesia. Untuk itu, jika Kemenag, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri tidak dapat menghentikan kegiatan usaha swasta asing yang melanggar hukum ini, maka Patuhi segera menyampaikan kasus tersebut kepada Presiden Jokowi.

"Agar segera menyetop kegiatan penzaliman oleh swasta asing yang mengambil data diri warga negara RI tanpa hak di wilayah hukum kedaulatan Indonesia," katanya.

Hal ini bertujuan demi marwah bangsa dan kemudahan pelayanan jemaah umrah Indonesia yang kini menjadi jemaah dengan jumlah terbanyak kedua setelah Pakistan tetapi jemaah terbesar dalam nilai transaksi biaya umrah di Saudi.
 
Ia juga akan meminta Presiden Jokowi beserta jajaran kabinet terkait agar meminta kepada Duta Besar Saudi Arabia di Indonesia untuk menghentikan pelaksanaan pengambilan data biometric bagi jemaah umrah sampai aspek hukumnya terpenuhi sesuai undang-undang dan peraturan di Indonesia dan sampai aspek teknis pengambilan data biometric tidak lagi menyulitkan jemaah umrah baik secara ekonomis maupun geografis.

"Kini, setelah pengambilan data biometriknya di 34 kantor VFS Tasheel di beberapa ibu kota provinsi di Indonesia, jemaah harus menempuh perjalanan yang bisa mencapai 3 hari 2 malam karena faktor geografis dan terbatasnya pelayanan," katanya.

Ancaman Bikot

Sementara itu, Anggota DPR RI Hasan Aminuddin mengatakan, pengusaha travel umrah dan haji keberatan dan mengancam boikot atas kebijakan pemerintah Arab Saudi memberlakukan perekaman biometrik sebagai syarat pembuatan visa untuk jemaah umrah.

Alasannya, kebijakan itu tidak disertai fasilitas perekaman yang memadai.

Hasan Aminuddin mengingatkan, jika benar-benar boikot terjadi, jasa perhotelan dan lainnya di Arab Saudi bisa-bisa paceklik.

Hasan mengatakan, pada dasarnya jemaah umrah di Indonesia tidak keberatan dengan kebijakan biometrik itu. Jadi soal karena fasilitas alat perekaman biometrik sangat minim. Waktu perekamannya juga tidak berbarengan dengan ketika mengurus paspor.

“Betapa tersiksanya orang mau umrah dan haji yang ada di pedalaman dan pegunungan. Sehingga Menteri Agama sudah tidak harus beretorika, namun harus kerja konkret melakukan negosiasi kepada Kedutaan Arab Saudi untuk memperbanyak alat yang ditempatkan di seluruh kantor Imigrasi,” kata Hasan, kemarin.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Muhammad Salih bin Taher Bentin telah menandatangani MoU Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2019. Usai penandatanganan MoU, Lukman mengatakan bahwa kesempatan bertemu Menteri Haji Saudi digunakannya untuk menyampaikan sejumlah usulan peningkatan layanan terhadap jemaah haji Indonesia.

Salah satunya terkait penerbitan visa haji dan umrah yang dikaitkan dengan perekaman biometrik. Agar tidak membebani calon jemaah haji, Indonesia meminta agar Pemerintah Arab Saudi tidak menerapkan kebijakan tersebut.

Editor: Khairul | Sumber: Viva.co.id




 
Berita Lainnya :
  • Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
    02 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    03 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    04 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    05 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    06 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    07 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    08 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    09 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    10 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    11 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    12 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    13 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    14 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    15 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    16 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    17 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    18 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    19 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    20 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    21 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    22 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat