Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Peristiwa
Pakar AS Bicara Penyebab Peringatan Tsunami di Banten Tak Aktif
Senin, 24 Desember 2018 - 12:06:05 WIB

SULUHRIAU- Pakar tsunami dari Amerika Serikat (AS) bicara soal dugaan penyebab tsunami di Selat Sunda yang menerjang wilayah Banten hingga Lampung. Peristiwa di Selat Sunda itu disebut langka hingga menyebabkan peringatan dini tsunami menjadi tak berguna.

"Ini bukan tsunami biasa. Ini adalah tsunami vulkanik. Itu tidak naik ke tingkat yang memicu peringatan. Jadi dari sudut pandang itu, pusat peringatan tsunami pada dasarnya tidak berguna," kata Director of the University of Southern California's Tsunami Research Center, Costas Synolakis, seperti dilansir dari nbcnews, Senin (24/12/2018).

Karena kedekatan Anak Krakatau ke pantai, Synolakis menduga tsunami pada Sabtu lalu kemungkinan melanda 20 hingga 30 menit setelah aktivitas vulkanik. Dia mengatakan ini bukan pertama kalinya Anak Krakatau menyebabkan kerusakan di Indonesia.

Menurut Synolakis, pada tahun 1883, gunung berapi itu menghancurkan wilayah yang sama dengan saat ini selama masa aktivitas gunung berapi. "Itu tidak diharapkan, tetapi tidak terduga untuk terjadi letusan yang dapat menciptakan longsoran dengan cara yang sama yang dipicu 175 tahun yang lalu," tuturnya.

Pakar lainnya, Profesor Emeritus Ilmu Bumi di Northwestern University Emile Okal menduga tanah longsor di bawah air lah yang membuat gelombang.

"Gunung berapi adalah sesuatu yang hidup. Ini adalah sesuatu yang secara geologis tidak dalam kondisi stabil kapan pun. Akhirnya akan terjadi tanah longsor, dan jika berada di bawah air, akan menggusur air dan membuat gelombang," ucap pria yang telah mempelajari tsunami selama 35 tahun ini.

Okal mengatakan untuk mendeteksi tsunami dengan benar, Indonesia perlu menghabiskan sekitar satu miliar dolar AS untuk teknologi dan tenaga sepanjang waktu di sepanjang pesisirnya. Bahkan pada saat itu bukan jaminan bahwa peringatan akan datang pada waktunya.

Namun, dia tak cuma menyoroti soal penyebab tsunami itu. Okal menilai tsunami yang diduga disebabkan oleh gunung berapi ini bukan satu-satunya alasan tsunami menimbulkan banyak korban, namun ada pengaruh dari air pasang.

"Sangat buruk bahwa ini terjadi pada malam hari, tampaknya menambah jumlah korban cedera. Ini terjadi saat air pasang. Semuanya sama, bahayanya akan meningkat," tutur Okal.


Okal pun mengatakan menggelar konser musik di dekat pantai di sekitar gunung berapi yang sedang meletus bukanlah ide yang baik. Menurutnya, konser itu membuat korban semakin banyak karena ada konsentrasi massa yang cukup banyak. Sebagaimana diketahui di malam kejadian tengah dilangsungkan konser band Seventeen di Tanjung Lesung.

"Bukan ide yang baik untuk mengadakan konser rock di pantai di sekitar gunung berapi yang meletus. Itu adalah komentar yang mudah dibuat setelah fakta tetapi adalah sesuatu yang keluar dari akal sehat," kata Okal.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat