Jumat, 02 Oktober 2026 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda | Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah | 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik | Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita | Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
 
 
☰ Peristiwa
Pakar AS Bicara Penyebab Peringatan Tsunami di Banten Tak Aktif
Senin, 24 Desember 2018 - 12:06:05 WIB

SULUHRIAU- Pakar tsunami dari Amerika Serikat (AS) bicara soal dugaan penyebab tsunami di Selat Sunda yang menerjang wilayah Banten hingga Lampung. Peristiwa di Selat Sunda itu disebut langka hingga menyebabkan peringatan dini tsunami menjadi tak berguna.

"Ini bukan tsunami biasa. Ini adalah tsunami vulkanik. Itu tidak naik ke tingkat yang memicu peringatan. Jadi dari sudut pandang itu, pusat peringatan tsunami pada dasarnya tidak berguna," kata Director of the University of Southern California's Tsunami Research Center, Costas Synolakis, seperti dilansir dari nbcnews, Senin (24/12/2018).

Karena kedekatan Anak Krakatau ke pantai, Synolakis menduga tsunami pada Sabtu lalu kemungkinan melanda 20 hingga 30 menit setelah aktivitas vulkanik. Dia mengatakan ini bukan pertama kalinya Anak Krakatau menyebabkan kerusakan di Indonesia.

Menurut Synolakis, pada tahun 1883, gunung berapi itu menghancurkan wilayah yang sama dengan saat ini selama masa aktivitas gunung berapi. "Itu tidak diharapkan, tetapi tidak terduga untuk terjadi letusan yang dapat menciptakan longsoran dengan cara yang sama yang dipicu 175 tahun yang lalu," tuturnya.

Pakar lainnya, Profesor Emeritus Ilmu Bumi di Northwestern University Emile Okal menduga tanah longsor di bawah air lah yang membuat gelombang.

"Gunung berapi adalah sesuatu yang hidup. Ini adalah sesuatu yang secara geologis tidak dalam kondisi stabil kapan pun. Akhirnya akan terjadi tanah longsor, dan jika berada di bawah air, akan menggusur air dan membuat gelombang," ucap pria yang telah mempelajari tsunami selama 35 tahun ini.

Okal mengatakan untuk mendeteksi tsunami dengan benar, Indonesia perlu menghabiskan sekitar satu miliar dolar AS untuk teknologi dan tenaga sepanjang waktu di sepanjang pesisirnya. Bahkan pada saat itu bukan jaminan bahwa peringatan akan datang pada waktunya.

Namun, dia tak cuma menyoroti soal penyebab tsunami itu. Okal menilai tsunami yang diduga disebabkan oleh gunung berapi ini bukan satu-satunya alasan tsunami menimbulkan banyak korban, namun ada pengaruh dari air pasang.

"Sangat buruk bahwa ini terjadi pada malam hari, tampaknya menambah jumlah korban cedera. Ini terjadi saat air pasang. Semuanya sama, bahayanya akan meningkat," tutur Okal.


Okal pun mengatakan menggelar konser musik di dekat pantai di sekitar gunung berapi yang sedang meletus bukanlah ide yang baik. Menurutnya, konser itu membuat korban semakin banyak karena ada konsentrasi massa yang cukup banyak. Sebagaimana diketahui di malam kejadian tengah dilangsungkan konser band Seventeen di Tanjung Lesung.

"Bukan ide yang baik untuk mengadakan konser rock di pantai di sekitar gunung berapi yang meletus. Itu adalah komentar yang mudah dibuat setelah fakta tetapi adalah sesuatu yang keluar dari akal sehat," kata Okal.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
  • Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
  • 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
  • Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
    02 Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
    03 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
    04 Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
    05 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    06 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    07 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    08 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    09 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    10 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    11 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    12 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    13 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    14 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    15 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    16 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    17 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    18 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    19 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    20 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    21 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    22 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat