Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Peristiwa
Jeritan Warga Desa Sungai Raja Kampar Kiri yang Terisolir Akibat Jalan Aksesnya Rusak Parah
Jumat, 07 Desember 2018 - 21:52:58 WIB
Kondisi Jalan Lintas Lubuk Agung Kampar Kiri

SULUHRIAU, Pekanbaru-  Masyarakat di Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar- Riau, terutama mereka yang berdomisili di Desa Sungai Raja dan desa-desa sekitarnya, kini terisolir.

Pasalnya, jalan yang sehari-hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas yakni, Jalan Lintas Lipat Kain-Lubuk Agung, sekitar 2 km dalam kondisi lumpurnya paling parah (jalan tanah kuning-red). Bahkan kondisi yang parah itu terdapat enam titik, apalagi kini musim hujan.

Salah seorang warga Desa Sungai Raja, Kecamatan Kampar Kiri Agusrianto (43) mengatakan, kondisi jalan yang berlumpur tersebut merupakan satu-satunya jalan akses di darat  yang selama ini dilalui masyarakat sejumlah desa di sana.

Desa-desa yang berhubungan dengan jalan rusak parah itu yakni, Jalan Desa Tanjung Harapan, Tanjung Mas, Danau Sentul, Sungai Raja, Sungai Rambai, Sungai Harapan, IV Koto Setingkai, Sungai Sarik, Muara Selaya, Deras Tajak, Tanjung Karang, Batu Sasak, Kebun Tinggi, Lubuk Bigau, dan Tanjung Permai.

Dengan kondisi jalan sekarang, yang tidak bisa sedikitpun dilewati oleh kendaraan, baik roda dua apa lagi roda empat,  membuat ribuan warga  desa di sekitar itu nyaris tidak bisa berativitas keluar dari kampung mereka. Bahkan mereka mulai khawatir dengan akan kesulitan bahan pokok untuk kebutuhan hidup mereka. Wargapun tidak bisa membawa atau menjual hasil kebun mereka karena urat nadi perekonomian ini tak bisa dilalui.

Kondisi jalan yang paling parah sampai ke titik 'nadir' sudah terjadi selama 24 hari, kendati sesungguh sebelumnya jalan itu juga tidak bagus, karena jalan tanah. "Yang paling parah kondisinya di titik Pendakian Karak," kata warga itu.

Dikatakannya, upaya masyarakat saat ini secara gotong royong berusaha menimbun jalan dengan kerikil-kerikil seadanya, karena untuk mengakut bahan metarial tidak bisa maksimal juga.

Agusrianto merupakan salah seorang warga yang memotori gotong royong, agar sedikit-sedikit jalan tersebut bisa dilalui.

Jika dilihat lebih dekat, kalau ada masyarakat mamaksakan melewati jalan tersebut dengan menggunanakan motor, bisa terpuruk hingga sekitar 100 cm. Bahkan tidak akan mampu melewati jalan itu sampai ke tujuan. Boleh dibilang jalan itu putus total.

Sementara itu, sebelumnya kepada media  Sekretaris Desa Sungai Rambai, Zani Zulkalmi mengatakan, Jalan Lintas Lubuk Agung merupakan akses utama masyarakat yang tinggal di 15 desa. Setidaknya ada 7.000 warga yang harus melintasi jalan untuk  keluar-masuk kampung.
 
Warga setempat berharap perhatian dari pemerintah baik dari Pemrov Riau, Pemkab Kampar bahkan pemerintah pusat. "Besar harapan kami pemerintah cepat memperbaiki jalan ini. (Chr)



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat