Kamis, 01 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Ekbis
Apindo Sarankan Transaksi Perdagangan dengan Mata Uang China
Kamis, 06 Desember 2018 - 07:45:18 WIB

SULUHRIAU- Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani memprediksi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun depan dapat menyentuh di bawah Rp 14 ribu per dolar AS.

Nilai tersebut lebih rendah dari target pemerintah di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, yakni Rp 15 ribu per dolar AS.

Hariyadi menyebutkan, nilai tukar dapat mencapai Rp 13.800 per dolar AS dengan melihat dua faktor. Pertama, tren harga minyak dunia yang kemungkinan besar mengalami penurunan.

Kedua, optimisme pengusaha untuk mengkonversi mata uang yang selama ini bergantung terhadap dolar AS. "Kita bisa konversi dengan mata uang mitra kita," ujarnya di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Untuk tahapan awal, Hariyadi mengatakan, mitra pertama yang direferensikan pengusaha Indonesia adalah China. Nantinya, teansaksi dagang Indonesia-China akan menggunakan mata uang Yuan. Ia berharap, konsep serupa dapat diterapkan dengan negara lain seperti Jepang dan Korea Selatan.

Hariyadi menjelaskan, alasan utama pengusaha Indonesia menetapkan China sebagai negara referensi pertama adalah tingginya nilai transaksi dagang.

Ia mencatat, total perdagangan Indonesia dengan China mencapai 60 miliar dolar AS. Indonesia mengalami defisit dalam transaksi itu, yakni impor 35 miliar dolar AS dan ekspor 25 miliar dolar AS.

Apabila konversi dapat dilakukan hingga 20 miliar dolar AS saja, Hariyadi menjelaskan, akan memberikan efek positif.  Sebab, kedua negara akan menjadi tidak atau kurang terpengaruh oleh penguatan dolar AS yang hampir menyasar ke seluruh negara.

Proses konversi mata uang domestik antar kedua negara ini mendapatkan dukungan dari pengusaha. Hariyadi menjelaskan, saat ini, setidaknya sudah ada 31 perusahaan yang bersedia melakukan kerja sama dengan menggunakan konsep tersebut.

Jumlah tersebut kemungkinan besar akan terus bertambah. "Kami masih mendata pemain-pemain besar, siapa saja eksportir dan importirnya," ujarnya.

Hariyadi memperkirakan, dengan mengonversi dolar ke mata uang negara mitra, Indonesia akan mendapat keuntungan hingga Rp 400 miliar. Dampak lainnya, nilai tukar dapat menyentuh Rp 13.800 per dolar AS.

Hariyadi mengakui, dinamika global masih menjadi tantangan terberat pengusaha pada 2019, khususnya perang dagang antara Amerika dengan China. Kondisi ini mempengaruhi sentimen pelaku usaha.

Meski sempat dikatakan mereka pada pertemuan G20, ia pesimistis, tensi dapat terus mereda karena tidak adanya kelanjutan upaya yang lebih riil.

Selain faktor eksternal, tahun politik 2019 juga mempengaruhi sentimen pelaku usaha. Sebab, menteri-menteri dalam kabinet belum terbentuk pada periode tersebut sampai Oktober 2019.

"Ini mempengaruhi penilaian kami di dalam negeri, belum optimal untuk pencapaian target-target itu," ujar Hariyadi.

Tidak kalah penting, Hariyadi menambahkan, tumpang tindih regulasi perizinan di tingkat pemerintah daerah juga masih menjadi tantangan. Sistem One Single Submission (OSS) yang dicanangkan pemerintah untuk memudahkan investasi pun tidak berdampak signifikan karena masih sulit digunakan oleh calon investor.

Ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho mengatakan, rencana pemerintah untuk bertransaksi menggunakan mata uang mitra dagang hanya akan berdampak temporer terhadap penurunan nilai tukar. "Sebab, kita tahu sebetulnya larinya dana ke luar itu membuat volatilitas pergerakan kurs rupiah menjadi tinggi," tuturnya.

Andry menyebutkan, solusi yang lebih tepat untuk memperbaiki nilai tukar rupiah terhadap dolar AS adalah fundamental ekonomi. Yakni, bagaimana memperbaiki current account defisit atau defisit neraca berjalan. Jadi, nanti kalau ada dana yang lari ke luar negeri, rupiah tidak mengalami collapse.

Sekarang, yang terjadi adalah, ketika dana dari portfolio itu kelur, rupiah langsung mengalami collapse. Rupiah menguat juga didasari pada upaya pemerintah untuk memberikan instrumen surat berharga dengan bunga besar untuk menarik dana dari luar. "Ini juga hal yang tidak sustainable," ujar Andry.

Sumber: Republika.co.id




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat