Kamis, 01 Oktober 2026 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat | Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
 
 
☰ Sosial Budaya
Sutardji Akan Terima Gelar Adat Datuk Seri Pujangga Utama dari LAMR
Selasa, 06 November 2018 - 19:13:02 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Gelar kehormatan adat Datuk Seri Pujangga Utama akan ditabalkan kepada presiden penyair Sutardji Calzoum Bachri (SCB) oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Rabu (7/11/2018).
Ia juga akan ditepuktepungtawari oleh pemuka adat dan masyarakat sebagai tanda dan syukur terhadap prestasi yang diraih SCB selama ini.

Sosok yang berjuluk presiden penyair itu datang ke Pekanbaru dalam rangkaian acara tersebut didampingi istri, anak, dan sejumlah kerabatnya, Selasa (6/11/2018).

Ia disambut pengurus LAMR dalam suatu acara adat, termasuk disambut dengan tari persembahan. Ia juga dipasang tanjak oleh Datuk Khaidir Akmalmas.

Sebelah petangnya, SCB mengikuti gladi resik prosesi adat dimaksud. Ia diarak dari hotel ke balai adat dikawal tujuh penjawat, kompang, dan sejumlah pengurus LAMR. Penabalan itu sendiri antara lain ditandai dengan pemasangan tanjak, selempang, dan keris.

SCB sangat mengapresiasi penyambutan dan kegiatan yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu, ia mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya. Dia tak menyangka diperlakukan dengan adat yang baik seperti itu.

Gelar adat kehormatan diberikan kepada SCB kata Ketua Panitia Pelaksana Pentabalan, Taufik Ikram Jamil, karena ia memberi sumbangan luar biasa bagi kemajuan sastra Indonesia dan khususnya Riau. Lahir di Rengat, 24 Juni 1941, dengan memanfaatkan tradisi Melayu Riau sejak tahun70-an, ia menjadi sastrawan utama Indonesia.

SCB memang sudah malang-melintang dalam sastra. Musim panas 1974, Sutardji mengikuti Internationl Poetry Reading di Rotterdam. Oktober 1974 sampai April 1975 mengikuti International Writing Program di Iowa City, USA. Bersama penyair KH. Mustofa Bisri, Taufiq Ismail, SCB diundang ke Pertemuan International Para Penyair di Baghdad, Irak.

Pernah pula diundang Datuk Anwar Ibrahim (ketika masih menjabat sebagai Menteri Keuangan Malaysia) membaca puisi di Departemen Keuangan Malaysia. Dia Ikut menghadiri berbagai pertemuan sastrawan ASEAN, Pertemuan Sastrawan Nusantara di Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Pengelanaan SCB ke mancanegara itu tidak hanya mengangkat reputasi puisi SCB yang sarat dengan kultur kemelayuan, tetapi juga mengangkat reputasi kesusastraan Indonesia secara umum sebagai warga sastra dunia. Tahun 1997 misalnya, dengan sponsor Direktorat Jenderal Kebudayaan Depdikbud, SCB dipercayai mewakili Indonesia untuk memenuhi undangan membaca puisi pada Festival Puisi Internasional Medellin, Colombia.

Tahun 2004, membaca puisi pada Poetry Festival Durban, Afrika Selatan. Pada tahun yang sama juga membaca puisi di Tradewinds Literature International Ferstival, Capetown, Afrika Selatan. Ini disusul membaca puisi di Winternachten Poetry Festival di Den Haag, Belanda, 2005.

Buku O, Amuk, Kapak (Jakarta: Sinar Harapan, 1981) merupakan kumpulan puisinya dari tiga buah buku, yaitu O (1973), Amuk (1977; mendapat hadiah puisi DKJ 1976-1977), dan Kapak (1979). Di samping itu, puisi-puisinya telah termuat dalam berbagai antologi, seperti Arjuna in Meditation (Calcutta, India, 1976), Writing from the World (USA), Westerly Review (Australia), Dichters in Rotterdam (Rotterdamse Kuststichting, 1975) dan Ik Wil Nog Dulzendjaar Leven, Negen Moderne Indonesische Dichter (1979).

Juga dalam Ajip Rosidi (editor), Laut Biru, Langit Biru (Jakarta: Pustaka Jaya, 1997), Parade Puisi Indonesia (1990), majalah Tenggara, Journal of Southeast Asian Literature 36-37 (1997), dan lain-lain. SCB juga menulis esai dan cerpen. Kumpulan cerpennya yang sudah diterbitkan adalah Hujan Menulis Ayam (Magelang: Indonesia Tera, 2001), sedangkan kumpulan esei bertajuk Isyarat, diterbitkan tahun 2007 oleh Penerbit Kompas. Ia bahkan menulis novel anak-anak berjudul Lumba-lumba Ungu (1984), kisah heorik anak-anak melawan serangan akso polisionil tentara Bakanda.

Sutardji mendapat berbagai penghargaan, antara lain ”Anugerah Seni Pemerintah RI” (1993) dan ”South East Asia Write Award (SEA Write Award)” (1999) dari Kerajaan Thailand. Sembilan belas tahun kemudian dia mendapat ”Penghargaan Sastra” Chairil Anwar. Pada tahun 2001 dia dianugerahi gelar ”Sastrawan Perdana” oleh Dewan Kesenian Riau. SCB juga mendapatkan ”Penghargaan Mastera (Majelis Sastra Asia Tenggara) tahun 1995.

Pada tahun 2008, tepatnya 14 Agustus 2008, SCB bahkan menerima dua penghargaan dalam sehari. Satu penghargaan malahan diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berupa penghargaan Bintang Budaya Parama pada siang hari, merupakan oenghargaan tinggu kebudayaan di negara ini. Sedangkan pada malam harinya, SCB memperoleh Bakrie Award.

Sampai sekarang, kepenyairan SCB yang memounyai anak bernama Mila Seraiwangi, hasil perkawinannya dengan Maryam Linda, tetap kokoh sebagai salah satu monumen perjalanan kesusastraan Indonesia. Reputasinya itulah salah satu alasan yang mengantarkan Sutardji Calzoum Bachri mendapat predikat ”Presiden Penyair Indonesia”. Sebuah julukan yang menunjukkan reputasi dan kewibawaannya sebagai penyair, sebagai maestro. [rls]




 
Berita Lainnya :
  • Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
    02 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    03 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    04 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    05 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    06 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    07 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    08 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    09 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    10 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    11 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    12 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    13 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    14 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    15 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    16 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    17 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    18 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    19 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    20 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    21 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    22 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat