Kamis, 01 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Ekbis
Kayak Apa Ya Batu Bata Dari Air Kencing?, Ilmuan Telah Menciptakannya
Sabtu, 27 Oktober 2018 - 08:40:28 WIB

SULUHRIAU- Para peneliti telah menemukan cara untuk membuat batu bata secara berkelanjutan atau ramah lingkungan dari air seni atau air kencing manusia.

Poin Utama Bio Bata Poin kunci:

• Kekuatan batu-bata bisa diatur bergantung pada berapa lama bakteri dibiarkan tumbuh

• Sebagian besar batu bata yang dibuat di seluruh dunia menghasilkan banyak karbon dioksida

• Proses pembuatan bio-batu bata menghasilkan limbah nol

"Bio-bata" dibuat dengan mencampur pasir dengan bakteri yang menghasilkan urase - enzim yang memecah urea dalam urin sementara pada saat yang sama menghasilkan kalsium karbonat.

Ketika dicampur, hasilnya adalah batu bata yang sama dengan batu kapur. Tapi yang berbeda adalah kekuatan bio-bata dapat diatur tergantung pada seberapa lama bakteri dibiarkan tumbuh.

"Semakin lama Anda mengizinkan bakteri kecil untuk membuat semen, semakin kuat produk yang akan dihasilkan. Kami bisa mengoptimalkan proses itu," kata penyelia utama riset, Dyllon Randall, dalam penjelasan yang dirilis oleh University of Cape Town,

Kemenangan konsep berkelanjutan

Sebagian besar batu bata yang dibuat di seluruh dunia masih berasal dari proses yang belum sempurna di mana alat pengeringan dibakar pada suhu 1,400 derajat Celcius, menghasilkan banyak karbon dioksida.

Proses ini, meski demikian, menghasilkan limbah nol, karena produk sampingannya adalah unsur nitrogen dan kalium yang digunakan dalam pupuk komersil.

"Yang kami lakukan terakhir adalah mengambil produk cair yang tersisa dari proses bio-bata dan membuat pupuk kedua," kata Dr Randall.

Kekuatan bio-bata bisa diatur tergantung pada seberapa lama bakteri dibiarkan bertumbuh. Kekuatan bio-bata bisa diatur tergantung pada seberapa lama bakteri dibiarkan bertumbuh.

Supplied: University of Cape Town

Bahan baru menghemat biaya

Dr Randall mengatakan prosesnya, yang dikenal sebagai presipitasi karbonat mikrobial, mencerminkan "cara yang sama seperti terumbu karang terbentuk di lautan".

Sumber: viva.co.id |Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat