Kesbangpol Pekanbaru Sinergi Waspadai Konflik Sosial Atas Keberadaan Imigran
Jumat, 05 Oktober 2018 - 14:53:00 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pekanbaru terus berupaya bagaimana Kota Pekanbaru aman dari gesekan sosial.
Sebab, salah satu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kesabangpol bagaimana suasana ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, pertahanan dan keamanan (Ipoleksosbudhankam) terjaga. Tidak terjadi konflik sosial di tengah masyarakat.
Salah satu penekanan adalah bagaimana kehadiran orang-orang imigran (pengusi pencari suaka-red) di Pekanbaru yang berasal dari berbagai negara yang saat ini berjumlah 1.176 orang, sama-sama menjaga keteraman dan ketertiban.
Sebab, itu menurut Kepala Badan Kesbangpol Pekanbaru, M Yusuf bersama intansi terkait seperti Imigrasi, pihak rumah detensi imigrasi (Rudenim), Polresta, Kodim, UNHCR yang membawahi Imigran, pihaknya tetap terus berkoordinasi, dan mememberikan pemahaman-pemahaman terkait sosial kultural pada pihak imigran yang ada di Pekanbaru ini.
Maka, belum lama ini Kesbangpol bersama pihak terkait tersebut melakukan kunjungan ke lokasi penampungan pengusi (imigran) tersebut.
Ada 6 titik lokasi tempat pengungsi imigran di Pekanbaru, seperti di IDC, Wisma Indah, Hotel Satria, Wisma Delkop, Hotel Lina, Wisma Nopri, Wisma Siak Resort, Wisma Panel dan Hotel Tasya.
"Dalam kunjungan bersama pihak terkait, kita sampaikan kepada imigran, agar tidak mengganggu anak-anak perempuan orang, tidak menyebarkan ajaran atau aliran tertentu yang dapat memicu konflik, dan agar tidak melakukan tindakan-tindakan melanggar norma hukum dan lainnya," ujar Yusuf saat silaturrahmi dengan wartawan tergabung dalam Fortaru, Jumat (/10/2018) di kantor Bandan Kesabangpol Pekanbaru, Jl Arifin Ahmad.
Dalam pertemuan itu kata Yusuf, pihaknya menjelaskan kepada imigran, bahwa orang Pekanbaru-Riau yang identik dengan Melayu, tidak pernah menolak siapapun datang ke daerah ini, namun pihak yang datang juga harus saling menghormati, menjaga etika dan moral sesuai kultur atau budaya daerah ini.
Kata Yusuf, Pekanbaru ini sesungguhnya sangat aman, ada 38 paguyuban (persukuan), enam agama diakui di Pekanbaru, dan selama ini tidak ada gesekan, dan ke depan dengan cara sinergi dan berembug antar pihak terkait akan dapat mengatasi kemungkinan terjadi konflik sosial tersebut. [chr]
Komentar Anda :