Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Pendidikan
Masalah Serius, KPAI akan Cek Langsung 56 Siswa Pekanbaru yang Gores Tangan
Jumat, 05 Oktober 2018 - 07:30:29 WIB

SULUHRIAU- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan mengecek langsung peristiwa 56 siswa SMP 18 Pekanbaru, Riau yang menggores tangan.

KPAI menilai persoalan tersebut serius dan langsung berkoordinasi dengan BPOM serta BNN.

"Namun karena BPOM telah menyatakan bahwa minuman yang dikonsumsi para siswa tersebut positif tidak mengandung NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) lainnya, maka KPAI perlu melakukan pendalaman atas penyebab kasus ini," jelas Komisioner KPAI bidang Kesehatan dan Napza, Sitti Hikmawatty dalam keterangan Kamis (4/10/2018).

Pagi ini KPAI dijadwalkan mengunjungi SMP 18 Pekanbaru untuk mendalami kasus tersebut. KPAI juga sudah melakukan koordinasi dengan beberapa dinas terkait agar bisa bersama-sama mencari penyebab masalah dan solusinya.

"Jumlah 56 siswa pada kasus itu bukanlah hal yang sederhana, ini perlu pedalaman yang serius," kata Sitti.

Sitti menjelaskan, belajar dari pengalaman negara tetangga di Asia, ada beberapa tontonan dan bahkan lagu-lagu yang menstimulasi alam bawah sadar seseorang sehingga mereka bisa melakukan kegiatan yang disarankan ataupun dicontohkan oleh film dan lagu tersebut. Hal ini termasuk ajakan menyakiti diri sendiri sampai dengan bunuh diri.

"Ini sangat perlu diwaspadai, kalau benar penyebabnya adalah tontonan YouTube maka KPAI akan memberikan masukan-masukan pada kementerian terkait. Namun sebelum itu tentunya harus dilakukan dulu pendalaman pada para siswa yang melakukan aksi menyayat bagian anggota tubuhnya ini," tuturnya.

Melihat usia siswa yang menggores tangannya, KPAI juga mempertimbangkan masalah perubahan hormonal pada siswa. Selain itu, juga terkait dengan mekanisme pertahanan diri yang mungkin belum matang atau immatur.

"Ataupun kuatnya pengaruh lingkungan teman, pola asuh dalam keluarga, serta pengaruh Media sosial. Anak-anak ini sangat mudah untuk mencontoh (modelling) daripada dikuliahi/diberi nasihat. Karenanya pendekatan gurupun menjadi faktor yang sangat bermakna," ungkap Sitti.

Sebelumnya, Pihak SMP Negeri 18 Pekanbaru menyebutkan puluhan muridnya yang melakukan gores tangan tergolong berprestasi. Hal itulah yang membuat pihak sekolah kaget mengapa siswa yang nilainya di atas rata-rata itu melakukan aksi gores tangan.

"Dari awal kami razia, terdapat 55 anak-anak kami yang menggores tangannya. Dan kami sempat kaget, umumnya mereka anak-anak yang berpretasi, artinya mereka tidak tergolong yang kurang pintar," kata Kepsek SMP Negeri 18 Pekanbaru, Lily Deswita, Kamis (4/10/2018).

Sumber: detik.com | Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat