Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Saudi Cegah Rizieq, Din Syamsuddin Duga Ada Campur Tangan RI
Rabu, 26 September 2018 - 21:49:08 WIB

SULUHRIAU- Kabar imam besar FPI Habib Rizieq Syihab dicegah pemerintah Arab Saudi ke Malaysia ditanggapi oleh Din Syamsuddin.

Ia menduga hal itu mungkin ada campur tangan pemerintah Indonesia. "Sangat mungkin ya (ada campur tangan pemerintah). Pemerintah Indonesia kebetulan punya sikap terhadap Habib Rizieq, terutama ketaksukaan atau karena ada mungkin tuduhan tertentu sama mungkin dan sangat lazim terjadi sebuah pemerintah berhubungan dengan pemerintahan luar negeri tempat seseorang itu berada," kata Din kepada wartawan di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018).

Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu enggan berkomentar lebih jauh terkait Habib Rizieq. Ia menyebut belum mengetahui apa sebetulnya permasalahannya sehingga Rizieq tidak diperbolehkan meninggalkan Arab Saudi.

"Saya nggak bisa komentar. Saya sedang dalami kasusnya apa, mengapa begitu. Lebih bagus didalami dulu kalau standar ya. Kalau nggak ada alasan membolehkan itu, ya janganlah sampai itu terjadi," imbuhnya.

Ia menyebut hal itu lebih pantas ditanyakan kepada pihak Arab Saudi ketimbang ditanyakan kepadanya. Ia mengatakan apa pun permasalahannya, semua harus selesai berdasarkan fakta.

"Sekali lagi bahwa kemudian ikut campur kesannya itu sangat mungkin bakal lazim terutama untuk ekstradisi. Cuma pertanyaannya, untuk apa? Kalau untuk didatangkan dalam negeri untuk diadili, ya tentu pemerintah punya alasan," kata Din.

Din mengatakan persoalan mengenai Habib Rizieq harus diselesaikan dengan hati-hati mengingat Habib Rizieq sudah dianggap sebagai imam besar FPI. Ia juga menyebut isu mengenai Habib Rizieq jangan sampai mengganggu jalannya pilpres di Indonesia.

"Kalau dicekal mungkin Saudinya senang sama Habib Rizieq. Karena cinta dan sayang, makanya nggak boleh ke luar. Dicekal itu lazimnya seseorang warga negara dicekal oleh pemerintahnya," ungkap Din.

Diketahui sebelumnya, muncul kabar Habib Rizieq dicegah pemerintah Arab Saudi ke Malaysia. Kejadian yang disebut sebagai pencegahan itu disebut berlangsung pada Juni 2018.

Kabar itu disampaikan FPI dan GNPF-Ulama, yang menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon untuk berkonsultasi. Konsultasi itu membahas intimidasi yang dituding dilakukan petugas Imigrasi Arab Saudi terhadap Habib Rizieq Syihab.

Din menilai apa yang terjadi pada Rizieq bukanlah pencekalan dari Saudi. Kalaupun ada pencekalan, berarti itu tanda cintanya Saudi kepada imam besar FPI itu.

Menurutnya, pencekalan biasa dilakukan oleh sebuah pemerintahan terhadap seorang warga negaranya. Namun kasus ini dipandang Din sebagai hal yang berbeda, Rizieq 'dicekal' oleh pemerintah Saudi untuk keluar dari Saudi.

"Kalau ini pencekalan WNI oleh pemerintah luar, bukan pencekalan itu," ujar Din.

Arab Saudi Menjaga Habib Rizieq

Sementara itu, menanggapi hal ini Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Al Shuhaib angkat bicara dan menjelaskan kabar pencegahan itu.

"Jadi apa betul Arab Saudi mencegah Habib Rizieq bepergian ke Malaysia?" tanya detikcom kepada Shuaib, yang tengah berada di Bogor, Rabu (26/9/2018).

"Jadi pemerintah Arab Saudi cukup menjaga keselamatan Habib Rizieq. Jadi kalau ada sesuatu yang membuat ketidaknyamanan atau sesuatu yang kurang baik kepada Habib Rizieq mungkin Arab Saudi lebih menjaga atau melindungi saja," jawab Shuhaib melalui penerjemah resmi kedutaan.

Shuhaib menjelaskan bahwa tidak ada persoalan dengan keberadaan Habib Rizieq di Saudi. Rizieq juga saat ini dalam kondisi sehat dan dalam perlindungan pemerintah Arab Saudi.

"Bahwa Habib Rizieq berada di Saudi Arabia dengan status yang legal dan tidak ada masalah dengan negara tersebut. Sampai saat ini Habib Rizieq ada dalam kondisi sehat. Dan pemerintah Arab Saudi melindungi dan menjaga Habib Rizieq," tutur Shuhaib.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat