Saudi Cegah Rizieq, Din Syamsuddin Duga Ada Campur Tangan RI
Rabu, 26 September 2018 - 21:49:08 WIB
SULUHRIAU- Kabar imam besar FPI Habib Rizieq Syihab dicegah pemerintah Arab Saudi ke Malaysia ditanggapi oleh Din Syamsuddin.
Ia menduga hal itu mungkin ada campur tangan pemerintah Indonesia. "Sangat mungkin ya (ada campur tangan pemerintah). Pemerintah Indonesia kebetulan punya sikap terhadap Habib Rizieq, terutama ketaksukaan atau karena ada mungkin tuduhan tertentu sama mungkin dan sangat lazim terjadi sebuah pemerintah berhubungan dengan pemerintahan luar negeri tempat seseorang itu berada," kata Din kepada wartawan di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018).
Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu enggan berkomentar lebih jauh terkait Habib Rizieq. Ia menyebut belum mengetahui apa sebetulnya permasalahannya sehingga Rizieq tidak diperbolehkan meninggalkan Arab Saudi.
"Saya nggak bisa komentar. Saya sedang dalami kasusnya apa, mengapa begitu. Lebih bagus didalami dulu kalau standar ya. Kalau nggak ada alasan membolehkan itu, ya janganlah sampai itu terjadi," imbuhnya.
Ia menyebut hal itu lebih pantas ditanyakan kepada pihak Arab Saudi ketimbang ditanyakan kepadanya. Ia mengatakan apa pun permasalahannya, semua harus selesai berdasarkan fakta.
"Sekali lagi bahwa kemudian ikut campur kesannya itu sangat mungkin bakal lazim terutama untuk ekstradisi. Cuma pertanyaannya, untuk apa? Kalau untuk didatangkan dalam negeri untuk diadili, ya tentu pemerintah punya alasan," kata Din.
Din mengatakan persoalan mengenai Habib Rizieq harus diselesaikan dengan hati-hati mengingat Habib Rizieq sudah dianggap sebagai imam besar FPI. Ia juga menyebut isu mengenai Habib Rizieq jangan sampai mengganggu jalannya pilpres di Indonesia.
"Kalau dicekal mungkin Saudinya senang sama Habib Rizieq. Karena cinta dan sayang, makanya nggak boleh ke luar. Dicekal itu lazimnya seseorang warga negara dicekal oleh pemerintahnya," ungkap Din.
Diketahui sebelumnya, muncul kabar Habib Rizieq dicegah pemerintah Arab Saudi ke Malaysia. Kejadian yang disebut sebagai pencegahan itu disebut berlangsung pada Juni 2018.
Kabar itu disampaikan FPI dan GNPF-Ulama, yang menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon untuk berkonsultasi. Konsultasi itu membahas intimidasi yang dituding dilakukan petugas Imigrasi Arab Saudi terhadap Habib Rizieq Syihab.
Din menilai apa yang terjadi pada Rizieq bukanlah pencekalan dari Saudi. Kalaupun ada pencekalan, berarti itu tanda cintanya Saudi kepada imam besar FPI itu.
Menurutnya, pencekalan biasa dilakukan oleh sebuah pemerintahan terhadap seorang warga negaranya. Namun kasus ini dipandang Din sebagai hal yang berbeda, Rizieq 'dicekal' oleh pemerintah Saudi untuk keluar dari Saudi.
"Kalau ini pencekalan WNI oleh pemerintah luar, bukan pencekalan itu," ujar Din.
Arab Saudi Menjaga Habib Rizieq
Sementara itu, menanggapi hal ini Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Al Shuhaib angkat bicara dan menjelaskan kabar pencegahan itu.
"Jadi apa betul Arab Saudi mencegah Habib Rizieq bepergian ke Malaysia?" tanya detikcom kepada Shuaib, yang tengah berada di Bogor, Rabu (26/9/2018).
"Jadi pemerintah Arab Saudi cukup menjaga keselamatan Habib Rizieq. Jadi kalau ada sesuatu yang membuat ketidaknyamanan atau sesuatu yang kurang baik kepada Habib Rizieq mungkin Arab Saudi lebih menjaga atau melindungi saja," jawab Shuhaib melalui penerjemah resmi kedutaan.
Shuhaib menjelaskan bahwa tidak ada persoalan dengan keberadaan Habib Rizieq di Saudi. Rizieq juga saat ini dalam kondisi sehat dan dalam perlindungan pemerintah Arab Saudi.
"Bahwa Habib Rizieq berada di Saudi Arabia dengan status yang legal dan tidak ada masalah dengan negara tersebut. Sampai saat ini Habib Rizieq ada dalam kondisi sehat. Dan pemerintah Arab Saudi melindungi dan menjaga Habib Rizieq," tutur Shuhaib.
Sumber: detik.com | Editor: Jandri
Komentar Anda :