Kamis, 01 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Ekbis
Faktor Ekonomi Diprediksi Jadi Penentu Pemenang Pilpres 2019
Minggu, 16 September 2018 - 12:15:54 WIB

SULUHRIAU- Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar AS anjlok ke tingkat yang sama dengan saat terjadi krismon tahun 1998.

Anjloknya nilai tukar Rupiah berpotensi mengancam peluang Presiden Joko Widodo untuk terpilih kembali. Saingannya kini mengalihkan fokus ke isu ekonomi dalam upaya mengekspos kelemahan utama Pemerintahan Jokowi.

Demikian disampaikan analis politik independen Kevin O"Rourke dalam wawancara dengan ABC Australia.

Bulan lalu, Presiden Jokowi memilih ulama konservatif Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden, dalam pilpres yang diperkirakan akan banyak bertarung dalam isu agama.

Namun, anjloknya nilai tukar rupiah ke posisi terendah yang belum pernah terjadi sejak tahun 1998 dan menyebabkan jatuhnya rezim Suharto, pilihan calon wapres Jokowi itu sekarang dilihat sebagian orang justru sebagai "penghalang".

"(Joko) Widodo memasuki pemilu dengan menggunakan taktik pertempuran sebelumnya," ujar O"Rourke, yang menerbitkan buletin Reformasi Weekly.

"Ia memilih calon wakil presiden dari ulama yang sangat konservatif, tampaknya dengan pemikiran bahwa dia perlu mengantisipasi serangan dari sisi religiusnya," jelasnya.

"Kenyataannya, lawan-lawannya akan mengkritik dia dari sisi ekonomi dan cawapresnya tidak membantu sama sekali di bidang itu. Bahkan, dia mungkin jadi penghalang," tambah O"Rourke.

Sabtu pekan lalu, koalisi capres Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan menyalahkan pemerintahan Jokowi atas anjloknya nilai mata uang.

Prabowo at formal registration Calon Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyapa pendukungnya seusai pendaftaran resmi di KPU. "Kami sangat prihatin dengan melemahnya mata uang Rupiah," kata pernyataan itu.

"Ini menjadi beban ekonomi nasional kita, khususnya bagi rakyat Indonesia yang paling rentan, yang cepat atau lambat harus menghadapi kenaikan harga-harga bahan pokok," katanya.

"Fundamental ekonomi kita melemah karena ada kesalahan strategi yang digunakan untuk mendorong pembangunan ekonomi kita," demikian dikatakan.

Harga Pangan Jadi Isu Utama Pemilih

Nilai mata uang Rupiah terhadap dolar AS anjlok sekitar 9 persen tahun ini.

Hal itu sebagian disebabkan oleh keputusan AS menaikkan suku bunga sehingga mendorong aliran modal kembali ke AS, dan menghantam pasar negara berkembang seperti Turki dan Argentina.

Kondisi ini membuat banyak barang impor di Indonesia jadi lebih mahal, yang pada gilirannya memberikan tekanan pada inflasi.

"Jajak pendapat selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa yang paling penting bagi pemilih adalah inflasi, terutama harga makanan," jelas O"Rourke.

"Jika nilai mata uang terus melemah, harga makanan pasti akan naik," tambahnya.

Matthew Busch, Visiting Fellow pada Lowy Institute di Australia, mengatakan jika harga makanan menjadi lebih mahal, pasti Presiden akan disalahkan.

"Jika harga makanan mulai bergerak naik, itu bisa menjadi masalah nyata," ujar Busch.

"Hal ini telah menggerakkan pemilih di masa lalu dan memiliki dampak nyata pada cara rakyat mengevaluasi kinerja Presiden," tambahnya.

Tahun ini saja Indonesia telah mengimpor 2 juta ton beras, jauh lebih banyak dari biasanya, dalam upaya untuk menekan harga bahan makanan utama ini.
Pilpres akan sangat kompetitif

Pemerintahan Jokowi juga telah memberlakukan langkah-langkah proteksionis, termasuk menaikkan tarif hingga 10 persen pada sekitar 1.000 barang diimpor, mulai dari sabun hingga elektronik, dalam upaya memperkecil defisit neraca berjalan.

Dua pekan lalu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison menandatangani perjanjian dengan Presiden Jokowi untuk merampungkan negosiasi Perdagangan Bebas kedua negara.

Namun, Profesor Hal Hill, pakar ekonomi pada Australian National University, menilai perdebatan tentang nilai tukar Rupiah "berlebihan".

"Indonesia mengalami salah satu krisis ekonomi terbesar di dunia modern tahun 1997/98 ketika Rupiah anjlok dan sektor perbankan runtuh, serta memicu keruntuhan rezim Suharto," katanya.

"Jadi, setiap kali terjadi pergerakan signifikan dalam nilai Rupiah, orang mulai jadi tegang," jelasnya.

"Saya tak melihat ini akan seperti krisis besar Indonesia sebelumnya, atau menjadi krisis cukup serius seperti di Argentina dan mungkin Turki," kata Prof Hill.

Namun bukan berarti lawan-lawan Presiden Jokowi tak akan menggunakan isu nilai mata uang ini untuk menyerangnya. Prabowo telah memilih Sandiaga Uno, seorang pengusaha kaya dan sukses, sebagai calon wakil presiden.

Jokowi adalah presiden populer dan umumnya diperkirakan akan memenangkan Pilpres bulan April mendatang. Namun O"Rourke percaya kombinasi dari kenaikan harga pangan dan pilihan calon wapres, bisa secara signifikan mempersempit kesejangan jumlah dukungan nantinya.

"Dua faktor ini dapat membuat pemilihan presiden lebih kompetitif, mungkin terlalu kompetitif untuk berleha-leha," ujarnya.

Sumber: BBC Australia.com , Viva.co.id | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat